Bupati Akui Tak Beri Hadiah ke Persap Alor Pasca Juara Soeratin Cup Ende

Bupati Alor Drs. Amon Djobo
Bupati Alor Drs. Amon Djobo

Kalabahi

Bupati Alor Drs. Amon Djobo mengakui dirinya tidak memberi hadiah kepada Tim Persap Alor yang menjuarai event sepakbola Soeratin Cup U-17 Tahun 2019 di Ende. Dia menyebut, urusan hadiah masuk dana Koni Alor namun pos dana itu tidak masuk usulan Koni kepadanya.

“Itu bukan (saya) tidak kasi hadiah. Barang ini kan semua perencanaannya ada di Koni. Bupati punya tugas itu disposisi, mengarahkan ini dana Koni ada, ya bantu. Kalau tidak ada (usulan) kita mau bilang apa. Kan begitu,” kata Bupati usai Rapat Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS Tahun Anggaran 2020, Rabu (6/11) di kantor DPRD, Batunirwala.

Amon Djobo menegaskan, pasca Persap Alor Juara Soeratin Cup di Ende, dirinya sudah meminta Koni siapkan anggaran untuk hadiah. Namun, sayangnya Koni tidak menyiapkan dananya. Ia pun kesulitan ‘mencubit’ dana dari sumber lain untuk berikan kepada Persap.

“Jadi kalau bukan berarti Bupati tidak omong apa-apa itu (hadiah). Saya sudah arahkan ke dana Koni. Karena dana-dana lain kan tidak ada,” ujarnya.

Tidak ada Hadiah Persap Alor

Untuk hadiah kali ini Bupati mengakui tidak ada dana. Sebab alokasi APBD tahun ini untuk Koni hanya 1 Miliar. Itu pun dibagi merata ke semua cabang olahraga.

“Dana 1 Miliar di Koni itu untuk semua cabang olahraga; bola kaki, volley, panah, renang, takraw dan lainnya. Jadi kalau bola kaki besok pigi pulang, lusa pigi pulang ya dananya habis,” lanjut Bupati.

Oleh sebab itu, Bupati menyarankan ke depan sepakbola perlu dicari donatur yang bisa membantu biayai operasional Persap. Dirinya akan mengkomunikasikan hal tersebut kepada pengusaha dan pejabat untuk menjadi bapak angkat tim Persap.

“Berikut ini dana-dana model seperti itu (hadiah dan operasional latihan tim) mereka musti cari simpatisan atau bapak angkat. Jadi tidak semua (dibebankan) ke anggaran daerah. Dana daerah bisa habis kalau begitu,” ucap Amon Djobo.

“Kemudian mereka (Persap) juga harus irit. Kalau kasi dana (APBD) 150 juta, hanya bisa pakai 100 juta, kan masih ada 50 juta ya simpan. Hadiah (juara) yang dikasih juga separuh disimpan supaya ada save-ing dana dari mereka,” Bupati Amon menambahkan.

Bupati Kritik PSSI Alor

Ia pun mengkritik manajemen Askab PSSI Alor dan Manager Persap yang memberangkatkan orang-orang yang tidak ada kaitan dalam tim Persap, bermain di luar kandang. Bagi Bupati itu adalah pemborosan anggaran daerah. Seharusnya yang diberangkatkan itu hanya pelatih, Asisten dan pemain.

“Bola kaki ini semua orang mau antar. Satu klub mau main di situ tidak tahu ada baik ko tidak tapi dia (orang-orang yang bukan berkepentingan dalam tim Persap) juga mau harus jalan. Ini yang dananya habis di situ. Kalau (tim) Persap ya Persap saja (yang berangkat). Kita kasi uang itu harus jaga pemain, dorang makan, minum, tidur, istirahat yang baik, itu uang yang pakai. Jangan karena urus bola ini ada uang, semua mau pigi urus. Ini yang tidak boleh,” katanya, sambil mengkritik manajemen Askab dan Persap.

Bekas Camat Alor Timur itu meminta, ke depan semua klub sepakbola dipayungi dalam wadah manajemen Persap. Ia pun berharap Persap membuat rencana anggaran tahunan dan mengusulkan kebutuhan dana tersebut kepadanya. Ia akan berusaha memperhatikan.

Klub Wajib Terdata di Persap

“Ke depan, klub-klub sepakbola (di Alor) semua harus tercatat di Persap, supaya memudahkan bantuan untuk semua sepakbola. Kalau tidak tercatat saya bantu, orang (BPK atau penegak hukum) tanya ini tidak tercatat ko lu bantu, berarti ada KKN. Orang sudah pasti kasih masuk saya deluan (di bui). Persap harus susun dananya sesuai kebutuhan,” tutur Bupati.

“Jadi jangan bilang (main di Ende itu) Bupati tidak perhatikan, loh tidak perhatikan ko dorang (Persap) bisa pigi? Kalau kita tidak kasih uang (kemarin) dorang berenang atau terbang? Tentu tidak. Dorang punya uang kan masih ada 50 juta. Bisa ambil. Terima kasih om wartawan su datang begini baik, supaya saya klarifikasi ini,” tutup Bupati Amon Djobo.

Sebelumnya sejumlah pemain mengeluhkan ketiadaan hadiah dari Bupati Djobo usai juara Piala Soeratin Cup U-17 Tahun 2019 di Ende, baru-baru ini.

Netizen pun protes atas ketiadaan hadiah dari Bupati Amon Djobo kepada tim Persap. Mereka lalu membandingan Bupati Malaka Stef Bria Seran yang memberikan hadiah beasiswa hingga S2 kepada para pemain PS Malaka usai juara El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 di Malaka. (*dm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here