
Kalabahi- Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat (JSL) melakukan kunjungan Reses di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Reses yang dilakukan selama sembilan hari yang dimulai pada hari, Rabu 25 Februari – 4 Maret 2026 itu mendapat apresiasi dari pemerintah Kabupaten Alor.
JSL bersama rombongannya tiba di Bandara Mali, Alor pada Rabu 25 Februari 2026 pukul 08.40 WITA untuk misi lawatan politik resesnya di Dapil NTT 1, Dapil yang mengantarkannya duduk di Senayan Jakarta.
Mereka disambut hangat oleh Plh. Sekda Alor Obeth Bolang, Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor Deni Padabang, Ketua Fraksi NasDem Joni Tulimau, bersama jajaran petinggi NasDem Alor dengan mengalungkan selendang khas Alor.
Reses, Rabu 25 Februari 2026
JSL yang kini duduk di Komisi XI DPR RI yang membidangi sektor keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan perbankan/jasa keuangan itu langsung menggelar sosialisasi bersama jajaran direksi dan petinggi BUMN (Patra Niaga) di Hotel Simphony Kalabahi.
Sosialisasi itu dengan tema: Peningkatan Pemahaman Penggunaan Gas Aman dan Efisien yang bekerja sama dengan PT Pertamina Kalabahi.
Sosialisasi tersebut, JSL menerima banyak masukan dan aspirasi terkait Tatakelola BUMN yang selama ini dihadapi di kabupaten kepulauan, Kabupaten Alor.
Setelah sosialisasi bersama jajaran Direksi BUMN, JSL melanjutkan agenda Reses 1 di Desa Pante Deere Kecamatan Kabola.
Kehadiran istri mantan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di desa pesisir pulau Alor itu disambut antusias oleh ratusan pendukung, simpatisan, bersama warga desa dan para kepala desa di Kecamatan Kabola.
Dialog, warga antusias meminta pembangunan pemecah gelombang (kubus) dan tembok penahan ombak untuk mencegah abrasi pantai yang terkikis akibat hantaman ombak.
Selain itu, warga intens usulkan bantuan bibit kacang hijau serta pembukaan akses jalan ekonomi menuju Desa Kopidil.
Warga juga menyampaikan keluhan perlunya pengadaan lampu jalan, sumur bor, peningkatan layanan air bersih di Desa Lawahing, serta optimalisasi pelayanan kesehatan yang dirasa belum maksimal.
Merespon aspirasi tersebut, Bunda Julie Laiskodat dengan serius menyampaikan komitmen politiknya untuk memperjuangkan semua usulan warga.
Meski duduk di Komisi XI, ia menjamin akan berkolaborasi dengan rekan-rekannya di komisi terkait agar kebutuhan warga Pante Deere tetap terakomodasi dalam sidang-sidang DPR mendatang.
“Semua aspirasi telah dicatat. Meskipun ada beberapa usulan yang secara teknis berada di luar bidang Komisi XI, saya akan berkoordinasi dengan komisi terkait agar bantuan bagi warga di sini tetap menjadi prioritas,” tegas Julie, Rabu (25/2) dilansir dari floresupdate.com.
Usai dialog, JSL sisihkan waktu meninjau lahan pertanian milik kelompok tani setempat, sekaligus berdialog dengan pengurus kelompok tani terkait permasalahan yang dihadapi.
JSL kemudian melanjutkan kunjungan kerjanya ke Rumah Ketua DPC NasDem Kecamatan Kabola di Wolatang untuk memantau aktivitas dan menerima aspirasi di Rumah Aspirasi JSL.
Setelah melakukan reses di Kecamatan Kabola, pukul 16.00 WITA, Bunda JSL bersama rombongannya melanjutkan kunjungan reses 2 di Desa Adang Buom Kecamatan Teluk Mutiara.
Di sana Bunda JSL menerima banyak aspirasi masyarakat sekaligus melakukan Serah Terima Bantuan Bedah Rumah di Kediaman Beni Hezro Laan. Serah terima itu, Bunda JSL di dampingi Kepala Balai Perumahan NTT, Soemin Kase.
Setelah serah terima bantuan bedah rumah, Bunda JSL menggelar Tatap Muka Bersama Pengurus DPRt Desa Adang Buom dan Generasi Biru JSL / Relawan JSL.
Reses, Kamis 26 Februari 2026
Bunda JLS melakukan kunjungan reses lanjutan pada Kamis, 26 Februari 2026. Mengawali agendanya, ia melakukan workshop tatap muka dengan seluruh jajaran kepala-kepala Desa/Lurah di Kabupaten Alor.
Tema Workshop: Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026.
Narasumbernya: Bunda JSL, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur Kapsari, AKM.,MA dan Kepala Kejaksaan Negeri Alor Mohammad Nursaitias, S.H.,M.H. Dialog dipandu Plh. Sekda Alor Obth Bolang, S.Sos.,M.AP.
Dialog berlangsung alot. Sejumlah kepala Desa menyampaikan keluhannya terkait pengalihan Dana Desa 58% untuk Koperasi Desa Merah Putih, dan bagaimana sistim penggajian pegawai Kopdes Merah Putih.
Selain itu Kepala Desa juga mengeluhkan mengapa biaya pengadaan tanah untuk pembangunan kantor Kopdes Merah Putih harus dibebankan kepada APBD, walau dalam Ketentuan Perpres tidak mengatur biaya sewa melainkan hibah/gratis.
“Kami 100% mendukung penuh Koperasi desa merah Putih ini, tapi kami butuh penjelasan teknis dari pemerintah daerah terkait soal-soal di atas ini,” kata Kepala Desa Lendola, Nikodemus Andri Beli.
Nikodemus pun membeberkan perlu adanya sinergitas program Desa dengan program pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk menyelaraskan percepatan pembangunan desa.
“Selama ini kita terkesan jalan sendiri-sendiri sehingga kebutuhan persoalan desa yang seharusnya menjadi perhatian daerah dan pemerintah pusat ini praktis kita berjalan masing-masing sehingga tidak menyelesaikan masalah di desa,” ujarnya.
Walau demikian, Kades Nikodemus Beli mengaku bangga dengan Bunda JSL karena banyak program pemberdayaan dari pemerintah pusat yang telah diperjuangkan masuk ke desanya.
Bunda JLS mencatat semua aspirasi yang disampaikan kepala-kepala Desa, dan berjanji akan menyampaikan dalam rapat di Komisi XI bersama pemerintah pusat untuk membenahinya.
“Terima kasih ya untuk seluruh kepala-kepala Desa. Silahkan catat nomor pribadi saya, silahkan WA saya ya. WA untuk kepentingan masyarakat saya layani, tapi kalau WA minta anak naik pangkat segala macam itu saya gak layani ya,” kata JSL disambut tawa kades.
“Untuk kepentingan masyarakat saya akan perjuangkan itu untuk Alor. Terima kasih untuk semua kepala-kepala Desa yang hadir ya. Saya dengar katanya ini yang datang dari desa yang jauh-jauh semua ini. Ok saya bantu tambah biaya transportasi untuk kalian pulang. Saya tambahan dari dana pribadi saya. Ok ya,” lanjut JSL disambut applaus Kades.
Setelah Workshop, Bunda JSL melanjutkan kunjungan resesnya di OA Pirungdon Kelurahan Kalabahi Barat, Kecamatan Teluk Mutiara.
Di sana JSL bersama Kepala Balai Perumahan NTT melakukan Serah Terima Bantuan Bedah Rumah di kediaman Adam Maro. Rumah Adam itu sekaligus dijadikan Sekretariat DPRt Kelurahan Kalabahi Barat.
Usai serah terima bantuan rumah, Bunda JSL menggelar Reses 3 dan Tatap Muka bersama Pengurus DPRt Kelurahan Kalabahi Barat dan DPRt Desa Teluk Kenari serta Generasi Biru JSL.








































