
Kalabahi – Mantan Bupati Alor Ir. Ansgerius Takalapeta meluncurkan bukunya berjudul: ‘Pohon Emas Itu Telah Berbuah’. Buku penghormatan ulang tahun ke-70 Ir. Ansgerius Takalapeta itu disunting oleh Dr. Fredrik Abia Kande, M.Pd dan Imanuel Yosafat Hadi Manapa, M.Pd.
Launching Buku itu dilakukan di Aula Nusantara Lantai 3 Kantor Bupati Alor, Rabu (17/12) yang difasilitasi oleh Dewan Pengurus Cabang Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPC PIKI) Kabupaten Alor.
Ketua DPC PIKI Alor, Doktor Fredrik Abia Kande, dalam sambutannya mengatakan, penulisan buku penghormatan untuk ulang tahun tokoh merupakan ikhtiar dalam menemukan narasi dan nilai-nilai dari pengalaman seseorang dan bukan dimaksudkan untuk mengkultuskan individu tertentu, apalagi menempatkannya sebagai pribadi nan sempurna.
Disadari bahwa manusia merupakan aktor sejarah yang telah menorehkan karya-karya, membaiki tatanan untuk mencapai peradaban suatu komunitas dan daerah. Itulah sebabnya pendekatan tokoh dipandang baik untuk memahami keadaan dan perkembangan suatu daerah.
Apalagi daerah tersebut masih jauh dari kata maju, baik dari segi sumber daya manusia, akses, ekonomi, maupun beragam kerentanan alamnya. Maka menulis peran tokoh adalah suatu cara untuk menyingkapkan kespesifikan, kearifan, dan nilai-nilai yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda di daerah itu.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/15/bawaslu-alor-raih-prestasi-nominasi-4-gakkumdu-terbaik-nasional-tahun-2025/
Menurut Fredrik, hal-hal spesifik dan bernilai itu telah dipertemukan dengan seorang Ans Takalapeta melalui karya dan kepemimpinan di Alor serta penugasan-penugasannya di level provinsi.
Bagaimana seorang Ans Takalapeta sebagai pemimpin daerah ketika berhadapan dengan sejumlah masalah dan tantangan, ia mampu mengambil fokus dan tindakan-tindakan yang terukur, sehingga satu per satu masalah dapat diurai.
“Ia telah berkarir menembus batas-batas sektorial, kategorial, dan teritorial. Itulah sebabnya penghormatan sebagai kado terindah kepada Ir. Ans Takalapeta di usia ke-70 merupakan suatu kewajiban moral,” kata Doktor Fredrik.
Buku Penghormatan Ulang Tahun ke-70 Ir. Ansgerius Takalapeta terdiri dari lima bagian. Bagian pertama; Ans Kecil Menuju Dewasa, yang menampilkan kehidupan Ans saat kecil, menempuh pendidikan, berorganisasi, berkeluarga, dan berkarir, baik di pemerintahan maupun politik.
Bagian kedua; Kiprah dan Kontribusi Ans dalam urusan pemerintahan, ketahanan pangan, lingkungan hidup, pembangunan desa, pembangunan prasarana dan sarana, pembangunan sumber daya manusia, pendidikan tinggi, kemitraan strategis, dan politik.
Bagian ketiga; Pembelajaran Kepemimpinan dan Kebijaksanaan Seorang Ans Takalapeta berisi tentang cara memotivasi Koperasi dan Bank, Bandara Mali dan TransNusa, pembelajaran dari persidangan Sinode GMIT, Alor menginspirasi provinsi dan Flores Timur, meninggalkan Alor dengan cara yang tidak lazim, dan persiapan pensiun.
Bagian keempat; Ans Takalapeta di mata generasi muda, istri dan anak-anak. Pdt. Emr. Dina Meler, S.Th, M.Pd – istri dari Ans Takalapeta menyaksikan bagaimana membangun model kepemimpinan partnership bersama suami. Sebagai pendeta yang peduli dan terlibat dalam perjuangan keadilan dan kesetaraan gender, ia tidak sekedar memahami Bapak Ans sebagai suami, tetapi juga tokoh yang selalu hadir di setiap sudut keprihatinan hidup.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/15/jelang-hut-alor-ke-67-bank-ntt-kalabahi-donor-puluhan-kantong-darah-untuk-pasien-di-rsd/

Begitupun tulisan dan ungkapan hati dan pikiran anak-anak, Theodora Takalapeta, M.Psi., Psikolog, dr. Anita Takalapeta (anak kedua), Teguh Lamentur Takalapeta, M.Fil (anak ketiga), dan Andayani Takalapeta (anak bungsu).
Ungkapan dari istri maupun anak-anak adalah sebuah konfirmasi atas proses pendidikan di dalam keluarga dengan menjadikan bapak sebagai pendidik, dan pangkuannya adalah wadah pendidikan pertama, sedangkan kurikulumnya adalah nasihat dan pengalaman hidup bersama anak-anak dari seorang Ans Takalapeta.
Bagian kelima; Bunga rampai berisi tulisan sejumlah pakar dan praktisi di bidang masing-masing, yaitu tulisan Prof. Frans Umbu Datta tentang pembangunan berkelanjutan sumber daya alam Alor, tulisan Dr. Fredrik Abia Kande, yang mengulas bagaimana transformasi pendidikan tinggi pascapandemik Covid-19 untuk menghasilkan pemimpin masa depan, tulisan Theodora Takalapeta, M.Psi, yang mengulas Parenting Style dari sudut pandang ilmu psikologi, dan tulisan Pendeta Melsiana Tadji Lena yang mengulas tinjauan teologi Kristen terhadap pensiun.
“Tulisan-tulisan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Ir. Ansgerius Takalapeta yang atas anugerah Tuhan, ia boleh menemui Ulang Tahun yang ke-70 pada tanggal 13 Desember 2024,” ujar Doktor Fredrik.
Doktor Fredrik Kande mengatakan, Buku ini sudah diterbitkan dan hari ini diluncurkan dan dibedah. Narasumber yang menjadi pembedah buku ini antara lain:
-
Kepala Bapelitbang Alor, Melkisedek Beli, S.Sos.,M.Si; Perspektif Pemerintahan.
-
Dosen STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Dr. Rahmad Nasir, S.Pd.,M.Pd; Perspektif Pendidikan dan SDM.
-
Praktisi Ekonomi, Denny Lalitan; Perspektif Ekonomi dan Enterpreneurship.
-
Ketua Majelis Klasis GMIT Teluk Kabola, Pdt. Oktoviana Appah, S.Th; Perspektif Sosial Keagamaan.
Diskusi dipandu Moderator: Sekretaris PIKI Alor, Setiya Budi Laoepada, S.H,.M.Hum.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/06/sidang-paripurna-dprd-alor-diwarnai-aksi-lempar-gelas-hancur-berkeping-keping/
Adapun tujuan dibedahnya buku ini, pertama: Mendesiminasi pemikiran dan kiprah dari salah satu tokoh dan sesepuh Kabupaten Alor kepada generasi muda dan stakeholder di daerah. Kedua: Merawat nilai-nilai penghormatan bagi tokoh-tokoh dan sesepuh di Kabupaten Alor.







































