
Kalabahi – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor Drs. Mansur B. Samah, M.Pd membuka kegiatan Penggerak Moderasi Beragama yang diselenggarakan Bimas Kristen, Rabu 28 Mei 2025 di Aula Kantor Kemenag Alor.
Arahannya, Mansur Samah optimis bahwa Kabupaten Alor Provinsi NTT akan menjadi contoh daerah Moderasi Beragama terbaik di Indonesia.
“Kita terus mendorong, mudah-mudahan Kabupaten Alor sebagai kabupaten Moderasi Beragama terbaik di Indonesia walaupun selama ini kita sudah dianggap dan sudah terkenal di NTT dan di Indonesia bahwa kita memiliki tingkat kerukunan yang sangat bagus,” kata Mansur, Rabu pagi.
Mansur mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mendorong Kabupaten Alor masuk menjadi daerah dengan tingkat Moderasi Beragama terbaik di Indonesia.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/22/yapenkris-pingdoling-dan-piki-gandeng-cakrawala-ntt-gelar-lokakarya-sekolah-gmit-menulis/
Berbagai upaya telah dilakukan Kemeng Alor, termasuk menetapkan Desa Alila Timur Kecamatan Kabola menjadi kampung Moderasi Beragama di Kabupaten Alor.
Ia berharap, setelah kegiatan Moderasi Beragama ini diharapkan ada dukungan masyarakat agar Kemenag bisa membentuk lebih banyak kampung Moderasi Beragama di berbagai wilayah Alor sehingga bisa menjaga dan membina kehidupan kerukunan umat beragama yang harmonis.
“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini kalau memang harus kita bentuk tambah kampung Moderasi Beragama maka kita bentuk tambah sehingga bisa kita sebut sebagai wilayah percontohan dalam perkembangan Moderasi Beragama untuk menjaga kerukunan kita,” ujarnya.
Mansur mengatakan, Kabupaten Alor pernah mendapatkan penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama RI sebagai kabupaten toleran pada tahun 2015. Penghargaan ini diberikan sebagai wujud pengakuan pemerintah pusat atas kerukunan antar umat beragama yang tinggi.
“Alor pernah mendapatkan Harmony Award tahun 2015. Ini bukan berarti kita berhenti di sini, tidak. Kita harus terus bergerak dan bergeser ke wilayah-wilayah lain di Alor,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/03/wakil-gubernur-ntt-lepas-peserta-prosesi-pawai-paskah-gamki-alor-tahun-2025/
Mansur menjelaskan, Kabupaten Alor memiliki kekayaan nilai-nilai budaya dan agama dan memiliki simbol-simbol semboyan persatuan dan persaudaraan yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu di masa kepemimpinannya ini ia akan terus mendorong dan mengangkat nilai-nilai budaya tersebut menjadi spirit pemersatu untuk tetap mempertahankan dan menjaga nilai-nilai kerukunan dan persaudaraan di Kabupaten Alor.
“Tahun kemarin saya mencoba untuk buat artikel wisata religi. Itu saya angkat: ‘Implementasi Tahula dalam semua aspek kehidupan orang Alor.’ Saya angkat ini dari perspektif budaya. Ada banyak hal, simbol-simbol budaya yang orang-orang tua titipkan kepada kita, bukan sekedar sebuah simbol tapi itu memang sudah dilaksanakan sejak zaman dahulu,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/06/sidang-paripurna-dprd-alor-diwarnai-aksi-lempar-gelas-hancur-berkeping-keping/
Namun menurutnya, nilai-nilai lokal tersebut mulai pudar di kalangan kaula muda dengan adanya perkembangan global saat ini sehingga Kaka-adik, basudara biasanya ada gesekan, tapi setelah itu semua baru mereka sadar bahwa mereka ini ternyata kaka-adik, pohon pelepas, basudara semua.
“Oleh karena itu saya minta kita semua untuk mengembangkan nilai-nilai lokal seperti ini untuk mengembangkan Moderasi Beragama di Kabupaten Alor. Kita sudah punya dasar dan warisan nilai luhur hidup yang baik dari para leluhur kita,” jelasnya.
Mansur menegaskan komitmennya bahwa Kementerian Agama Kabupaten Alor akan selalu hadir untuk mengembangkan kehidupan kerukunan antar umat beragama, pendidikan yang moderat dan kegiatan-kegiatan lain yang pada prinsipnya mendorong kehidupan Moderasi Beragama yang rukun di tengah perbedaan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/07/tim-sar-gabungan-kerahkan-kekuatan-sar-cari-korban-arkalaus-takalapeta-di-perairan-alor-timur/
“Kita tetap kembangkan kehidupan Moderasi Beragama di pendidikan juga sehingga anak-anak didik ini bisa belajar nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur kita dan bisa diwariskan terus menerus pada generasi berikutnya, karena mereka ini pemimpin masa depan yang akan menggantikan kita semua hari ini,” ujarnya.
Mansur menambahkan, melihat hal ini maka Kementerian Agama selalu hadir dengan program-program unggulannya. Pada periode lalu muncul istilah Moderasi Beragama untuk menjaga kehidupan Moderasi umat beragama, juga ada program-program lain yang dijalankan untuk memperkuat nilai-nilai kerukunan.
Delapan Program Prioritas Kemenag







































