Puncak HUT ke-76 PGI di Alor, Kakanwil Kemenag NTT dan Menteri Agama Tegaskan Pentingnya Merawat Harmoni

​Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, ketika pidato di puncak perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei di Halaman Gereja Pola Tribuana Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
​Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, ketika pidato di puncak perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei di Halaman Gereja Pola Tribuana Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
KALABAHI, ​— Puncak acara penutupan Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) sukses digelar dengan penuh sukacita dan kedamaian di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 25 Mei 2026.
Perhelatan akbar yang berlangsung tanggal 21-25 Mei di daerah berjuluk ‘surga di timur matahari’ ini dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena beserta jajaran, pengurus pusat PGI, Kanwil Kemenag NTT, Majelis Sinode GMIT, Wakil Bupati Alor, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, tokoh agama, Jemaat, Pengurus GAMKI Alor, Pimpinan OKP Cipayung.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/22/kirim-pesan-kesetaraan-dari-pulau-alor-ketum-pgi-resmi-buka-sidang-mph-dan-hut-ke-76-pgi/
​Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat dan kedamaian masyarakat Kabupaten Alor sebagai tuan rumah.
Fransiskus memuji keindahan alam serta keramahan warga Alor yang menjadi latar belakang indah bagi suksesnya rangkaian acara strategis keagamaan Gereja tingkat nasional perdana di Kabupaten Alor ini.
“ALOR: Alamnya Lembut, Orangnya Ramah,” kata Fransiskus, membuka pidatonya, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh undangan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/26/ketum-pgi-di-seminar-nasional-ekoteologi-maritim-alor-gereja-harus-melihat-laut-sebagai-sumber-kehidupan/
​Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag NTT turut menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang sedianya dijadwalkan hadir secara fisik, namun terhalang oleh beberapa agenda kenegaraan yang mendesak.
Kendati demikian, komitmen dan sapaan hangat dari Menag Nasaruddin tetap tersampaikan secara eksklusif melalui tayangan konferensi video di hadapan seluruh peserta sidang dan tamu undangan.
​Atas nama keluarga besar Kanwil Kemenag NTT, Kakanwil mengucapkan proficiat atas terselenggaranya Sidang MPH dan HUT ke-76 PGI. Ia berharap agar berbagai dokumen, program, serta keputusan yang telah dirumuskan dalam persidangan ini mampu menjadi buah pikiran yang membawa berkat nyata bagi kemajuan bangsa, sekaligus mendorong pertumbuhan Gereja-gereja di seluruh penjuru Indonesia.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/26/antisipasi-krisis-global-sidang-mph-pgi-di-alor-godok-panduan-bantalan-keluarga-rentan-hadapi-krisis/
​Lebih lanjut, Kakanwil Kemenag NTT menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur NTT, Bupati, Wakil Bupati Alor serta jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat provinsi maupun kabupaten Alor.
Menurutnya, pemerintah daerah dan FKUB telah menjadi mitra strategis yang sangat solid bagi Kementerian Agama dalam menjaga dan mempererat kerukunan umat beragama serta menciptakan harmonisasi di NTT, khususnya di Kabupaten Alor.
​Kakanwil juga menyoroti relevansi tema besar yang diusung dalam acara ini, yaitu “Kesatuan Tubuh Kristus yang Mengalami Damai Sejahtera Allah Bersama Seluruh Ciptaan”. Ia berharap tema tersebut tidak hanya sekadar menjadi slogan formalitas, melainkan mampu meresap menjadi gaya hidup, roh, dan napas dalam perjalanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/26/refleksi-kerukunan-dari-ilawe-ketum-pgi-sebut-alor-ntt-adalah-teras-depan-indonesia/
​Amanat Menteri Agama RI: Menjaga Nilai Harmoni dan Respons Terhadap Krisis Iklim
Ibu-ibu umat muslim mengisi Qasidah di acara puncak perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei di halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net).
Ibu-ibu umat muslim mengisi Qasidah di acara puncak perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei malam di halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net).
​Melalui rekaman video berdurasi 2,5 menit yang diputar langsung di hadapan hadirin, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun yang ke-76 kepada seluruh keluarga besar PGI.
Menag memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi pengabdian PGI yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade sebagai mitra strategis pemerintah dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
​Menag menegaskan bahwa pemilihan Kabupaten Alor Provinsi NTT sebagai pusat perayaan HUT PGI dan Sidang MPH sangatlah tepat, mengingat wilayah tersebut sarat akan nilai-nilai harmoni, kerukunan, persatuan, dan persaudaraan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/28/sukses-gelar-sidang-mph-dan-hut-ke-76-pgi-ketua-timpel-obeth-bolang-sampaikan-terima-kasih-mendalam-kepada-semua-pihak/
Nilai-nilai luhur ini harus terus dirawat bersama sebagai bentuk manifestasi rasa syukur atas nikmat keberagaman yang dianugerahkan Tuhan kepada bangsa Indonesia.
​Secara khusus, Menteri Agama mengapresiasi tema seminar Nasional PGI tentang Eko-Teologi Maritim tahun ini yang mengaitkan keesaan iman dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menag mengingatkan bahwa damai sejahtera atau Shalom Allah tidak boleh berhenti di dalam dinding-dinding gereja saja, melainkan harus membumi dan merengkuh seluruh ciptaan di alam semesta, terutama saat bumi sedang menghadapi ancaman krisis iklim.
​”Damai sejahtera memang tidak boleh berhenti di dalam dinding gereja. Ia harus membumi dan merengkuh seluruh ciptaan, terutama saat bumi kita sedang merintih akibat krisis iklim dan disrupsi global. Saat ini, dunia butuh kehikmatan keagamaan yang nyata. Khidmat sejati adalah saat iman kita berbuah menjadi kepedulian sosial. Semakin tebal iman seseorang, ia akan semakin mencintai sesama manusia, menjaga alamnya, dan merawat kerukunannya,” tegas Menag Nasaruddin Umar dalam petikan pidatonya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/29/sukses-menjadi-tuan-rumah-sidang-mph-dan-hut-ke-76-pgi-di-alor-sinode-gmit-bukti-nyata-toleransi-hidup-di-bumi-flobamora/
​Di akhir sambutannya, Menag menggarisbawahi bahwa di tengah berbagai badai disrupsi global, kerukunan umat beragama merupakan jangkar ketahanan nasional yang paling utama.
Kerukunan tidak menuntut seluruh elemen bangsa untuk seragam, melainkan sebuah panggilan mulia untuk bersatu erat di dalam perbedaan.
Menag berharap forum persidangan, seminar dan HUT Ke-76 PGI ini melahirkan berkat serta kedamaian yang inklusif bagi seluruh ciptaan di bumi Nusantara.
​Acara puncak tersebut ditutup dengan khidmat, diiringi doa bersama dan komitmen dari seluruh tokoh yang hadir untuk terus bersinergi dalam merawat toleransi serta kerukunan antarumat beragama di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Alor dan Nusa Tenggara Timur. (*dm).