Rayakan HUT ke-76 PGI di Alor: Ketum PGI Tegaskan Esensi ‘Relasio Ergo Sum’ dan Panggilan Menjaga Semesta

Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty menyampaikan pidato bermakna dalam di puncak Perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei 2026 di Halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi Kota. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty menyampaikan pidato bermakna dalam di puncak Perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei 2026 di Halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi Kota. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
KALABAHI, – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) merayakan ulang tahunnya yang ke-76 di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 25 Mei 2026. Dalam perayaan yang dikemas bersamaan dengan bulan Oikumene ini, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty menyampaikan pidato bermakna dalam yang menyoroti kerukunan lintas iman, teologi maritim, tantangan era digital, serta filosofi hidup masyarakat Alor.
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Forkopimda NTT, Wakil Bupati Alor, jajaran pimpinan Sinode GMIT, tokoh-tokoh lintas agama, serta ribuan masyarakat Alor.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/26/ketum-pgi-di-seminar-nasional-ekoteologi-maritim-alor-gereja-harus-melihat-laut-sebagai-sumber-kehidupan/
Apresiasi Tinggi untuk Kehangatan dan Kerukunan Alor
Mengawali pidatonya, Ketua Umum PGI menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam di awal acara – sebuah hal yang tidak biasa ia lakukan karena merasa sangat tersentuh oleh sambutan masyarakat Alor selama enam hari pelaksanaan kegiatan.
Ketum PGI mengapresiasi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang rela berjalan kaki sejauh 2 kilometer dalam karnaval budaya semarak HUT Ke-76 PGI, serta seluruh Tim Pelaksana dan mama-mama yang menyajikan pangan lokal Alor sebagai bentuk ketahanan pangan yang nyata.
“Alor telah menghisap kami segera masuk di dalam kekerukunan dan kekeluargaan yang khas. Kami datang, kami dengar, kami rasakan, bahkan kami bawa pulang sangat banyak nilai dan spirit cinta kasih persekutuan yang sangat dalam,” ungkap Ketum PGI disambut tepuk tangan meriah dari seluruh undangan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/26/antisipasi-krisis-global-sidang-mph-pgi-di-alor-godok-panduan-bantalan-keluarga-rentan-hadapi-krisis/
Menimba Teologi Maritim: Gereja Harus Melihat ke Laut
Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty menyerahkan plakat hadiah kepada Gubernur NTT dan Sekretaris Sinode GMIT di puncak Perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei 2026 di Halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi Kota. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (ujung kanan) menyerahkan plakat kepada Gubernur NTT dan Sekretaris Sinode GMIT di puncak Perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei 2026 di Halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi Kota. (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Ketua Umum PGI menjelaskan alasan mendasar memilih Kabupaten Alor sebagai pusat perayaan HUT ke-76. PGI ingin menggeser orientasi gereja agar tidak melulu fokus pada daratan, melainkan mulai melihat potensi dan pergumulan masyarakat pesisir serta laut.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, laut harus dimaknai sebagai ruang sosial dan jembatan kehidupan. Terinspirasi dari kitab Yesaya 42:10, perayaan ini mengajak umat untuk “menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan, hai kamu yang turun ke laut dan segala isinya.”
Pengalaman spiritual ini diperkuat saat delegasi PGI bertemu langsung dengan “Mawar,” Dugong jinak di Teluk Mali Alor, yang menjadi simbol bahwa manusia harus hidup bersahabat dan tulus merawat alam ciptaan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/26/refleksi-kerukunan-dari-ilawe-ketum-pgi-sebut-alor-ntt-adalah-teras-depan-indonesia/
Menepis Hoaks dan Algoritma di Era Artificial Intelligence (AI)
Di tengah refleksi syukur 76 tahun PGI, Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, mengingatkan umat mengenai tantangan global yang tidak sedang baik-baik saja, mulai dari krisis iklim hingga disrupsi teknologi digital. Ketum secara khusus menyoroti bahaya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan maraknya hoaks.
  • Fenomena Akun Palsu: Ketum PGI membeberkan bahwa ada sekitar 76 akun palsu di TikTok yang menggunakan wajah dan suaranya untuk menipu masyarakat dengan modus bantuan dana.
  • Kebenaran vs Algoritma: Beliau mengingatkan agar masyarakat tidak menentukan kebenaran hanya berdasarkan jumlah followers atau algoritma media sosial.
  • Pesan Ketum: Umat diimbau untuk tidak sekadar menggunakan ‘dua jari’ (skrin gawai) dalam menyelesaikan masalah, melainkan harus menggunakan hati dan pikiran yang jernih untuk memverifikasi informasi.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/28/sukses-gelar-sidang-mph-dan-hut-ke-76-pgi-ketua-timpel-obeth-bolang-sampaikan-terima-kasih-mendalam-kepada-semua-pihak/
Dari Cogito Ergo Sum Menjadi Relasio Ergo Sum
Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty foto bersama Pengurus GAMKI Cabang Alor di puncak Perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei 2026 di Halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi Kota. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty foto bersama Pengurus GAMKI Cabang Alor di puncak Perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei 2026 di Halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi Kota. (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Salah satu poin krusial dalam pidato Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty ini adalah kritik terhadap individualisme modern. Jika filsafat Barat mengenal prinsip Cogito Ergo Sum (Aku berpikir, maka aku ada), maka masyarakat Alor mengajarkan prinsip oikumene yang sejati: “Relasio Ergo Sum”—Aku berrelasi, maka aku ada; kami bersaudara, maka kami ada.”
Gereja, menurutnya, tidak boleh lagi menjadi institusi yang hanya mengurus dirinya sendiri (internal-focused) atau sekadar ruang pertemuan para klerus (pendeta/pengurus), melainkan harus menjadi ruang perayaan umat yang membawa Shalom (damai sejahtera) ke ruang publik: pasar, sekolah, pinggir pantai, dan kantor-kantor.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/29/sukses-menjadi-tuan-rumah-sidang-mph-dan-hut-ke-76-pgi-di-alor-sinode-gmit-bukti-nyata-toleransi-hidup-di-bumi-flobamora/
Regenerasi ke Generasi Native Digital
Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, juga memberikan ruang dan pesan kuat kepada anak-anak muda gereja yang hadir. Beliau menegaskan bahwa tongkat estafet kepemimpinan gereja kini berada di tangan generasi native digital.
“Kami yang tua-tua, para migrant digital, sudah harus pelan-pelan bergeser. Memberikan ruang kekuatan bagi orang-orang muda untuk berdiri dalam gereja di era kontemporer dan masa depan,” ujarnya.
Ajakan Berdamai
Menutup pidatonya yang diselingi humor khas Indonesia Timur tentang dialektika “bakalai” (bertengkar) dan “bakubai” (berangkulan/berdamai), Ketum PGI mengajak seluruh gereja di Indonesia mengadopsi semangat “Taramiti Tominuku (berbeda tempat tinggal atau berbeda latar belakang, namun tetap satu hati) dari Alor untuk berjalan bersama dalam perbedaan.
Usai menyampaikan pidato, perayaan dilanjutkan dengan aksi sosial nyata berupa penyerahan bantuan dana pendidikan kepada 76 anak sekolah di Kabupaten Alor yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum PGI sebagai simbol syukur atas 76 tahun perjalanan PGI di Indonesia.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/29/puncak-hut-ke-76-pgi-di-alor-kakanwil-kemenag-ntt-dan-menteri-agama-tegaskan-pentingnya-merawat-harmoni/
Rangkuman Kegiatan Sidang MPH PGI dan HUT ke-76 PGI
Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty foto bersama siswa penerima beasiswa dari PGI di puncak Perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei 2026 di Halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi Kota. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
Ketum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty dan Sekum PGI Pdt. Darwin Darmawan (ujung kiri), foto bersama siswa penerima beasiswa dari PGI di puncak Perayaan HUT Ke-76 PGI, Senin 25 Mei 2026 di Halaman Gereja Pola Tribuana, Kalabahi Kota. (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Tempat Pelaksanaan: Gereja GMIT Se-Tribuana Alor, Kabupaten Alor, NTT
Waktu: 21 – 26 Mei 2026
Tuan Rumah: Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).
Agenda Utama Sidang MPH PGI
Sidang ini merupakan forum strategis yang mempertemukan pimpinan gereja-gereja anggota PGI dari seluruh Indonesia. Fokus utamanya meliputi:
  • Evaluasi Program Kerja: Meninjau kembali implementasi program pelayanan, keesaan (oikumene), dan kemasyarakatan yang telah berjalan.
  • Pembahasan Isu Strategis: Mendiskusikan respons gereja terhadap tantangan sosial, ekonomi, keadilan, serta pelestarian lingkungan hidup (eko-teologi) di Indonesia.
  • Konsolidasi Internal: Mempererat jejaring antar-sinode gereja demi memperkuat gerakan oikumene di aras nasional hingga lokal dan memperkokoh komitmen keberagaman di Indonesia.
Perayaan HUT ke-76 PGI
Momentum pertambahan usia PGI ke-76 tahun ini dirayakan dengan penuh syukur melalui serangkaian acara kultural dan spiritual:
  • Pawai semarak HUT Ke-76 PGI: Kegiatan ini menampilkan ragam budaya dari Gereja-gereja lintas denominasi, pelajar dan mahasiswa.
  • Ibadah Syukur: Diikuti oleh seluruh peserta sidang, jemaat GMIT, serta ribuan tamu undangan dari berbagai denominasi dan unsur pemerintah.
  • Refleksi Perjalanan Oikumene: Mengenang kembali sejarah berdirinya PGI sejak 25 Mei 1950 dan meneguhkan komitmen untuk terus menjadi berkat bagi bangsa dan negara.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/05/29/rayakan-hut-ke-76-pgi-di-alor-gubernur-ntt-gaungkan-ekonomi-kerakyatan-dan-pesan-perdamaian-abadi/
Kegiatan Pendukung dan Nuansa Budaya Alor
Pelaksanaan Sidang MPH dan HUT Ke-76 PGI di Kabupaten Alor memberikan warna tersendiri yang kental dengan semangat persaudaraan:
  • Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan: Selaras dengan isu ekologis, dilakukan aksi sosial nyata pemberian bantuan dana pendidikan bagi 76 siswa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Alor dan Seminar Nasional membahas Ekoteologi Maritim – Alor.
  • Tarian Budaya dan Keramahan: Peserta disambut dengan tarian adat Alor dan tenun ikat khas ketika Dinner dan pembukaan rangkaian acara Sidang MPH dan HUT Ke-76 PGI di Pantai TSAP Sebanjar Desa Alor Besar. Tarian ini memperlihatkan kekayaan budaya Alor serta penguatan moderasi beragama di daerah yang dikenal sangat toleran ini.
  • Pameran UMKM dan Seni Budaya: Diikuti oleh peserta dari Gereja-gereja, PAR, Pemuda Gereja, dan pelajar.
  • Ziarah Rohani dan Wisata Dugong: Peserta juga melakukan Ziarah Rohani di Masjid Ishak dan Gereja Ismail di kampung Ilawe Desa Alila Timur. Ziarah rohani juga dilakukan ibadah Minggu bersama di 20 Gereja Kristen di Kabupaten Alor. Peserta selanjutnya berwisata memantau Ikan Duyung di perairan laut Mali sekaligus Dinner bersama Jemaat GMIT Mail Eheng Mali.
  • Sinergi dengan Pemerintah Daerah: Pemerintah Kabupaten Alor dan Provinsi NTT memberikan dukungan penuh, menjadikannya sarana promosi potensi daerah dan pariwisata Alor ke kancah nasional.
Ketua Tim Pelaksana Sidang MPH dan HUT Ke-76 PGI, Pnt. Obeth Bolang, S.Sos.,M.AP, mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada PGI dan Sinode GMIT yang menetapkan Gereja-gereja GMIT di Kabupaten Alor sebagai tuan rumah Sidang MPH dan HUT Ke-76 PGI.
Obeth Bolang juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, gereja, tokoh agama lintas iman, Forkopimda dan masyarakat Alor yang telah sukses berpartisipasi mendukung suksesnya sidang MPH dan HUT Ke-76 PGI.
Obeth mengatakan, secara keseluruhan, rangkaian acara PGI di Bumi Kenari ini sukses memadukan antara tugas-tugas organisasi gerejawi, selebrasi iman, dan kepedulian nyata terhadap isu-isu kemanusiaan, sosial, politik, keagamaan dan lingkungan hidup.
Editor: Demas Mautuka