
KALABAHI, – Penyelenggaraan Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) dan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) resmi mencapai puncaknya di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 25 Mei 2026.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh sukacita ini dihadiri langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, unsur Forkopimda, serta tokoh-tokoh lintas agama.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas dipilihnya Alor, daerah kepulauan sekaligus perbatasan negara sebagai pusat perayaan nasional ini.
Kehadiran PGI di ‘Tanah Kenari’ dinilai bukan sekadar agenda gerejawi biasa, melainkan sebuah kehormatan, berkat, dan pesan kuat bahwa NTT merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.
Mendorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Program ‘NTT Mart’
Menyelaraskan visinya dengan cita-cita dasar pendiri bangsa Pasal 33 UUD 1945 yang kini diterjemahkan secara konkret oleh Presiden Prabowo Subianto, Gubernur NTT menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan.
Salah satu langkah nyata yang dipaparkan adalah pengembangan program NTT Mart, sebuah wadah terhormat dan elegan bagi produk-produk UMKM lokal agar mampu bersaing. Gubernur menjelaskan bahwa ekosistem ekonomi kreatif ini dibangun di atas tiga pilar utama:
- OVOP (One Village, One Product): Mendorong minimal satu produk unggulan dari setiap desa dan kelurahan di NTT.
- OSOC (One School, One Product): Menggali produk unggulan dari institusi pendidikan, khususnya SMA, SMK, dan SLB.
- OCOP (One Community, One Product / One Church, One Product): Menggerakkan komunitas masyarakat, termasuk komunitas gereja, masjid, dan lembaga keagamaan lainnya untuk melahirkan produk kreatif di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga fashion dan kuliner.
“Kami ingin produk anak-anak NTT, baik kuliner, kriya, maupun fashion, menjadi kebanggaan yang dapat ditemukan di tempat yang elegan. Jika wisatawan datang ke Alor dan ingin membawa pulang oleh-oleh khas, mereka akan dengan mudah menemukannya di NTT Mart,” ujar Gubernur NTT.
Alor sebagai ‘Panggung’ Miniatur Keberagaman Indonesia
Mengangkat tema HUT ke-76, “Keesaan Tubuh Kristus yang Mengalami Syalom Allah bersama Seluruh Ciptaan” (berdasarkan Yesaya 42:10), Gubernur mengingatkan bahwa damai Allah harus membumi secara nyata di dalam kehidupan sehari-hari; mulai dari rumah, pasar rakyat, sekolah, hingga ke laut dan pulau-pulau kecil.
Gubernur memuji Kabupaten Alor sebagai daerah yang merepresentasikan Indonesia sesungguhnya, di mana kemajemukan suku dan agama (Protestan, Islam, Katolik, Hindu, Buddha) tidak menjadi pemisah, melainkan kekuatan bersama.
Hal ini terbukti dari keterlibatan aktif pemuda masjid, ibu-ibu muslimah, serta pemuka lintas agama yang bahu-membahu menyukseskan rangkaian acara PGI, termasuk pagelaran seni budaya, pameran UMKM, Pawai Semarak HUT Ke-76 PGI, hingga Seminar Teologi Kelautan yang membahas masa depan potensi maritim daerah.
Seruan Merawat Damai: Energi Bersatu Harus Lebih Tinggi dari Konflik
Di hadapan jemaat dan para pejabat yang hadir, Gubernur NTT secara khusus menitipkan pesan kepada jajaran Forkopimda Alor, mulai dari Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, hingga para tokoh agama untuk menjaga suasana kondusif dan perdamaian di Alor agar terus berlangsung lama dan abadi.
Mengutip penelitian sosiologis dari akademisi asal NTT, almarhum Prof. Cornelis Lay (Bang Koni), Gubernur mengingatkan bahwa energi konflik di masa lalu kerap menyedot anggaran pembangunan daerah yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Saya minta betul kita di Alor ini, mari kita jaga agar Alor tetap tenang. Daerah ini telah melahirkan tiga Jenderal hebat, termasuk Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Dr. Johni Asadoma yang merupakan putra asli Alor. Mari tunjukkan bahwa di Alor ada damai sejahtera,” tegasnya.
Mengakhiri pidatonya yang disambut gemuruh tepuk tangan dari para hadirin, Gubernur NTT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjadi garam, terang, dan penggerak kesejahteraan dengan menggaungkan yel-yel motivasi demi masa depan yang lebih baik.
“Bersama PGI: Ayo bangun Alor, ayo bangun NTT, ayo bangun Indonesia! Syaratnya satu: Damai bersamamu.”
Editor: Demas Mautuka






































