Bedah Buku Ans Takalapeta, Ketua PIKI Alor: Kepemimpinan Ans Takalapeta Menembus Batas Sektoral, Kategorial dan Teritorial

Ketua PIKI Alor Dr. Fredrik Abia Kande (ujung kanan) foto bersama para Narasumber pembedah dan pendeta GMIT usai bedah buku Ans Takalapeta, Rabu 17 Desember 2025 di Aula kantor Bupati Alor.
Ketua PIKI Alor Dr. Fredrik Abia Kande (ujung kanan) foto bersama para Narasumber pembedah dan pendeta GMIT usai bedah buku Ans Takalapeta, Rabu 17 Desember 2025 di Aula kantor Bupati Alor.
Kalabahi — Di sebuah ruang yang sarat makna sejarah dan birokrasi, Aula Nusantara Lantai III Kantor Bupati Alor, Rabu (17/12), gagasan dan ingatan kolektif dipertautkan dalam sebuah peristiwa intelektual: peluncuran dan bedah buku Pohon Emas Itu Telah Berbuah. Buku ini dipersembahkan sebagai penghormatan atas perjalanan 70 tahun Ir. Ansgerius Takalapeta, mantan Bupati Alor dua periode, seorang figur yang jejak kepemimpinannya terpatri dalam lintasan pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dewan Pengurus Cabang Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPC PIKI) Kabupaten Alor. Buku ini disunting oleh Dr. Fredrik Abia Kande, M.Pd dan Imanuel Yosafat Hadi Manapa, M.Pd, yang dengan cermat merangkai narasi pengalaman, refleksi, dan penilaian kritis atas kiprah Ans Takalapeta sebagai aktor sejarah lokal.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/15/jelang-hut-alor-ke-67-bank-ntt-kalabahi-donor-puluhan-kantong-darah-untuk-pasien-di-rsd/
Ketua PIKI Alor, Dr. Fredrik Abia Kande, dalam sambutannya menegaskan bahwa penulisan buku penghormatan bagi seorang tokoh bukanlah upaya pengkultusan individu, apalagi menempatkannya sebagai figur tanpa cela. Sebaliknya, pendekatan tokoh dipilih sebagai ikhtiar akademik dan kultural untuk menemukan nilai, kebijaksanaan, serta narasi pengalaman yang lahir dari pergulatan nyata seseorang dengan ruang dan zaman.
“Manusia adalah aktor sejarah,” ujar Fredrik. “Ia hadir, bekerja, dan melalui tindakannya turut membaiki tatanan demi mencapai peradaban suatu komunitas dan daerah. Oleh karena itu, menulis tokoh menjadi cara untuk membaca denyut perkembangan sebuah wilayah—terutama daerah yang masih bergulat dengan keterbatasan sumber daya manusia, akses, ekonomi, serta kerentanan ekologis,” lanjut Fredrik.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/15/bawaslu-alor-raih-prestasi-nominasi-4-gakkumdu-terbaik-nasional-tahun-2025/
Dalam konteks itulah, menurut Fredrik, figur Ans Takalapeta menjadi relevan. “Dalam diri Ans Takalapeta, kita menemukan model kepemimpinan yang melampaui batas sektoral, kategorial, dan teritorial,” ujarnya.
Suasana bedah buku Ans Takalapeta, Rabu (17/12) di Aula kantor Bupati Alor.
Suasana bedah buku Ans Takalapeta, Rabu (17/12) di Aula kantor Bupati Alor.
Melalui kepemimpinannya, Ans Takalapeta memperlihatkan kapasitas membaca masalah secara jernih, menentukan fokus, serta mengambil langkah-langkah terukur. Masalah demi masalah diurai bukan dengan retorika, melainkan melalui kerja yang sistematis dan kontekstual.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/18/bedah-buku-penghormatan-70-tahun-ans-takalapeta-denny-lalitan-tokoh-yang-cahayanya-tak-pernah-redup/
Buku “Pohon Emas Itu Telah Berbuah” tidak hanya diluncurkan, tetapi juga dibedah secara kritis oleh para narasumber lintas disiplin. Kepala Bapelitbang Alor, Melkisedek Beli, S.Sos., M.Si, mengulas dari perspektif pemerintahan; Dr. Rahmad Nasir, S.Pd., M.Pd, dosen STKIP Muhammadiyah Kalabahi, meninjau dari sudut pandang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia; praktisi ekonomi Denny Lalitan menyoroti dimensi ekonomi dan kewirausahaan; sementara Ketua Majelis Klasis GMIT Teluk Kabola, Pdt. Oktoviana Appah, S.Th, menghadirkan perspektif sosial-keagamaan. Diskusi dipandu oleh Sekretaris PIKI Alor, Setiya Budi Laoepada, S.H., M.Hum.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/18/luncurkan-buku-di-usia-70-ans-takalapeta-pemimpin-boleh-silih-berganti-kesetiaan-untuk-daerah-tak-boleh-berhenti/
Fredrik Kande menjelaskan bahwa pembedahan buku ini memiliki empat tujuan utama: pertama, mendiseminasikan pemikiran dan kiprah seorang tokoh Alor kepada generasi muda dan para pemangku kepentingan; kedua, merawat tradisi penghormatan terhadap tokoh dan sesepuh daerah; ketiga, memelihara identitas, narasi, sejarah, serta rasa bangga terhadap asal-usul; dan keempat, menyediakan referensi reflektif bagi pemerintah dan masyarakat dalam menata kelola pembangunan Alor di masa depan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/17/syukuran-ultah-ke-70-ans-takalapeta-launching-buku-pohon-emas-itu-telah-berbuah/
Atas terselenggaranya kegiatan ini, Fredrik menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Alor yang telah memberikan izin penggunaan Aula Kantor Bupati, serta kepada Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar, jajaran Forkopimda, dan seluruh undangan yang hadir.
“Mari kita maknai buku ini sebagai ungkapan syukur atas anugerah Tuhan, yang mengizinkan Ir. Ansgerius Takalapeta mencapai usia 70 tahun pada 13 Desember 2024,” tutup Fredrik, seraya memohon kesediaan Ketua DPRD dan Bupati Alor untuk memberikan sambutan sekaligus meluncurkan secara resmi buku penghormatan tersebut. (*dm).