Bedah Buku Penghormatan 70 Tahun Ans Takalapeta, Denny Lalitan: Tokoh yang Cahayanya Tak Pernah Redup

Praktisi Ekonomi Denny Lalitan, sedang memaparkan materinya dalam acara bedah buku: Pohon Emas Itu Telah Berbuah, Rabu 17 Desember 2025 di Aula kantor Bupati Alor, Batunirwala.
Praktisi Ekonomi Denny Lalitan, sedang memaparkan materinya dalam acara bedah buku: Pohon Emas Itu Telah Berbuah, Rabu 17 Desember 2025 di Aula kantor Bupati Alor, Batunirwala.
Kalabahi — Usia boleh menua, tetapi jejak pengabdian tak pernah lekang oleh waktu. Di ambang tujuh dekade hidupnya, Ir. Ansgerius Takalapeta merayakan ulang tahun ke-70 bukan dengan pesta kemewahan, melainkan dengan sebuah persembahan makna: peluncuran buku Pohon Emas Itu Telah Berbuah. Sebuah karya penghormatan yang merangkum perjalanan, nilai, dan warisan kepemimpinan seorang anak Alor yang hidupnya diabdikan bagi tanah kelahiran.
Peluncuran buku berlangsung khidmat di Aula Nusantara Lantai III Kantor Bupati Alor, Rabu (17/12), difasilitasi oleh Dewan Pengurus Cabang Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPC PIKI) Kabupaten Alor. Buku ini disunting oleh Dr. Fredrik Abia Kande, M.Pd dan Imanuel Yosafat Hadi Manapa, M.Pd, sebagai upaya merawat ingatan kolektif tentang kepemimpinan yang berakar kuat dan terus bertumbuh.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/15/bawaslu-alor-raih-prestasi-nominasi-4-gakkumdu-terbaik-nasional-tahun-2025/
Ketua PIKI Alor, Dr. Fredrik Abia Kande, menegaskan bahwa buku penghormatan ini bukan sekadar penanda usia, melainkan ikhtiar merangkum pengalaman hidup seorang tokoh agar nilai, kearifan lokal, dan pelajaran kepemimpinannya tetap menyala bagi generasi penerus.
“Semua tulisan ini adalah ungkapan syukur atas anugerah Tuhan yang menuntun Ir. Ansgerius Takalapeta hingga usia 70 tahun pada 13 Desember 2024,” ujar Fredrik.
Selain diluncurkan, buku ini juga dibedah dari beragam perspektif oleh Kepala Bapelitbang Alor Melkisedek Beli, S.Sos., M.Si (pemerintahan); Dr. Rahmad Nasir, S.Pd., M.Pd (pendidikan dan SDM); praktisi ekonomi Denny Lalitan (ekonomi dan kewirausahaan); serta Ketua Majelis Klasis GMIT Teluk Kabola, Pdt. Oktoviana Appah, S.Th (sosial-keagamaan). Diskusi dipandu Sekretaris PIKI Alor, Setiya Budi Laoepada, S.H., M.Hum.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/12/17/syukuran-ultah-ke-70-ans-takalapeta-launching-buku-pohon-emas-itu-telah-berbuah/
Pembedahan buku ini, lanjut Fredrik, bertujuan mendiseminasikan gagasan dan kiprah tokoh daerah kepada generasi muda, merawat budaya penghormatan kepada sesepuh, menjaga narasi sejarah lokal, sekaligus menyediakan referensi pembangunan daerah di masa depan.
Apresiasi juga datang dari tokoh muda Alor, Denny Lalitan. Ia menyebut Ans Takalapeta sebagai sosok yang cahayanya tak pernah redup meski telah purna tugas—seorang perancang pembangunan bertangan dingin dan entrepreneur yang piawai membaca peluang.
“Pak Ans tidak hanya memahami Alor hingga ke angka-angka statistiknya. Program GERBADESTAN adalah bukti bagaimana potensi daerah dibungkus secara cerdas dan mendapat dukungan luas, dari provinsi hingga jaringan nasional dan internasional,” ungkapnya.
Menurut Denny, warisan pembangunan seperti Expo Alor, Kantor Bupati, Stadion, Jalan Negara Kalabahi–Maritaing, Kampus UNTRIB, Sail Indonesia, hingga Hutan Wisata Nostalgia adalah buah-buah emas dari pohon yang ditanam Ans Takalapeta semasa kepemimpinannya.
Di usia 70 tahun, Ans Takalapeta tidak sekadar merayakan panjangnya perjalanan hidup. Ia mensyukuri pohon yang telah berbuah—buah yang kini dinikmati bersama oleh masyarakat Alor, hari ini dan di masa depan. (*dm).