Kemenag Alor dan Tim EMSI Gelar Pelayanan Terpadu di Berbagai Wilayah, Perkuat Iman, Keluarga, dan Pendidikan Kristen

Kepala Sekai Urusan Agama Kristen Kemenag Alor, Lim Chr. R. T. Odja, M.Th (kiri), memberikan sambutan di acara pembukaan Seminar Pembinaan Keluarga, Senin 20 Juli 2026 di Aula Hotel Simphony Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/). 
Kepala Sekai Urusan Agama Kristen Kemenag Alor, Lim Chr. R. T. Odja, M.Th (kiri), memberikan sambutan di acara pembukaan Seminar Pembinaan Keluarga, Senin 20 Juli 2026 di Aula Hotel Simphony Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/). 
Kalabahi – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Alor melalui Seksi Urusan Agama Kristen bekerja sama dengan Tim Evangelical Ministries International (EMSI) melaksanakan rangkaian pelayanan terpadu yang berlangsung selama enam hari, sejak 15 hingga 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Alor, mulai dari Kota Kalabahi, Pulau Pura, Pulau Pantar, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Kecamatan Lembur hingga Kecamatan Alor Timur Laut.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pelayanan rohani di gereja-gereja, pembinaan dan motivasi bagi siswa di sekolah-sekolah, seminar pemuda, pelayanan di lembaga pemasyarakatan, Seminar Keluarga Kristen, serta Seminar Liturgi Gereja.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan umat Kristen yang dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Alor untuk memperkuat kualitas kehidupan beragama, ketahanan keluarga, serta meningkatkan kapasitas pelayanan gereja di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat modern.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/apresiasi-pelatihan-multimedia-gamki-alor-kmk-gmit-altar-teknologi-digital-harus-memperkuat-pelayanan-dan-iman/
Penyambutan Tim dan Persiapan Pelayanan
Kegiatan diawali pada Rabu, 15 Juli 2026 dengan penjemputan anggota Tim EMSI yang tiba melalui Pelabuhan Dulolong dan selanjutnya diantar menuju Hotel Symphony Kalabahi sebagai pusat akomodasi selama kegiatan berlangsung.
Pada Kamis, 16 Juli 2026, tim kembali menjemput para narasumber dan peserta yang tiba melalui Bandara Mali Alor. Setelah proses koordinasi dan penempatan peserta, tim melanjutkan kunjungan ke lokasi-lokasi pelayanan serta melakukan persiapan kegiatan bersama jajaran Kementerian Agama dan para penyuluh agama Kristen.
Selanjutnya pada Jumat, 17 Juli 2026, para tamu dan narasumber diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Alor dan Universitas Tribuana Kalabahi. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, gereja dan lembaga pelayanan dalam membangun masyarakat Alor yang beriman dan berkarakter.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/buka-pelatihan-multimedia-gamki-alor-pemkab-alor-dorong-pemuda-gereja-kuasai-teknologi-tingkatkan-kualitas-sdm/
KKR di Tiga Gereja
Pada malam harinya, Tim EMSI melaksanakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) secara serentak di tiga gereja yang berbeda, yakni GMIT Ebenhaezer Hombul, GKII Efata Malfeng Petleng, dan GBI Kota Kalabahi.
Melalui pelayanan firman, kesaksian, dan doa bersama, para peserta diajak untuk memperbarui komitmen iman serta semakin aktif mengambil bagian dalam pelayanan gereja dan kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/12/anggota-dprd-alor-joni-tulimau-perjuangkan-jalan-ekonomi-yesu-salimana-akhiri-penantian-warga-selama-50-tahun/
Menjangkau Sekolah-Sekolah di Pura dan Pantar
Salah satu kegiatan utama dalam pelayanan tersebut adalah pembinaan siswa di sekolah-sekolah yang tersebar di Pulau Pura dan Pulau Pantar.
Pada Sabtu, 18 Juli 2026, tim terbagi ke beberapa kelompok untuk melayani di sejumlah sekolah, antara lain SMP Negeri Latang, SMA Negeri Pulau Pura, SMP Negeri Pura Barat, SMA Negeri Bira, serta berbagai sekolah di wilayah Pantar seperti SD, SMP, SMA dan SMK yang berada di Bakalang, Tamalabang, Warsalelang, Bama, Tuntuli dan Nule.
Dalam kegiatan tersebut para siswa mendapatkan motivasi, pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai moral dan spiritual, serta dorongan untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas.
Meskipun harus menempuh perjalanan laut dan darat yang cukup panjang, semangat pelayanan para penyuluh agama Kristen dan Tim EMSI tetap tinggi demi menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/12/kondisi-pasar-perbatasan-indonesia-timor-leste-di-maritaing-rusak-parah-dprd-alor-minta-segera-dibenahi-total/
Seminar Pemuda di GMIT Ichtus Puildon
Usai pelayanan di Pura dan Pantar, Tim EMSI melanjutkan kegiatan melalui Seminar Pemuda yang dipusatkan di GMIT Ichtus Puildon.
Seminar tersebut menghadirkan para pemuda gereja dari berbagai jemaat untuk mendapatkan pembinaan mengenai kepemimpinan Kristen, panggilan pelayanan, pembentukan karakter, serta tantangan generasi muda di era digital.
Para peserta diajak untuk menjadi generasi yang tidak hanya berhasil secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki integritas, iman yang kuat, serta kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/13/bertabur-beasiswa-prodi-agribisnis-untrib-kalabahi-terima-mahasiswa-baru-2026-2027-gratis-15-orang-pendaftar-pertama/
Pelayanan di Gereja dan Lembaga Pemasyarakatan
Pada Minggu, 19 Juli 2026, para anggota Tim EMSI melayani di sejumlah gereja dan lembaga pemasyarakatan yang tersebar di Kota Kalabahi.
Beberapa lokasi pelayanan antara lain Lapas Kelas IIB Kalabahi, GKII Talitakum Mola, GPdI Imanuel Air Kenari, dan GKII El-Shaddai Habeleng.
Kehadiran tim di berbagai lokasi tersebut memberikan kesempatan kepada lebih banyak umat untuk memperoleh pelayanan firman Tuhan, penguatan iman, serta pendampingan rohani.
Pada malam harinya, tim juga melakukan pelayanan siaran rohani melalui Radio Dian Mandiri Kalabahi sehingga pesan-pesan pembinaan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/29/belis-dalam-perceraian-adat-ntt-menjaga-martabat-budaya-mencari-kepastian-hukum/
Seminar Keluarga Kristen dan Liturgi Gereja
Puncak kegiatan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 melalui Seminar Keluarga Kristen yang digelar di Aula Hotel Symphony Kalabahi.
Seminar ini diikuti oleh pasangan suami-istri, tokoh gereja, penyuluh agama, kaum perempuan, pemuda dan berbagai unsur masyarakat Kristen.
Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan ketahanan keluarga Kristen, pendidikan anak dalam keluarga, komunikasi yang sehat dalam rumah tangga, serta peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda.
Pada hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Liturgi Gereja yang diikuti para pelayan gereja dari berbagai denominasi.
Melalui seminar tersebut peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tata ibadah, pelayanan liturgi, serta pentingnya pelaksanaan ibadah yang tertib, bermakna, dan sesuai dengan prinsip-prinsip teologi Kristen.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/01/rektor-untrib-kalabahi-lepas-62-mahasiswa-dan-dpl-kkn-tematik-gentaskin-lldikti-wilayah-xv/
Keluarga dan Gereja Harus Menjadi Pilar Pembentukan Karakter
Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, Lim Chr. T. R. Odja, M.Th, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab Kementerian Agama dalam melakukan pembinaan umat secara menyeluruh.
Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, seperti krisis nilai, pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi, kekerasan dalam rumah tangga, hingga menurunnya semangat pelayanan generasi muda, membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
“Kami melihat bahwa keluarga, gereja dan sekolah merupakan tiga pilar penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. Karena itu, pembinaan tidak bisa hanya dilakukan di gereja, tetapi harus menjangkau keluarga, sekolah dan masyarakat. Kegiatan bersama Tim EMSI ini menjadi salah satu upaya nyata untuk memperkuat ketiga pilar tersebut,” ujar Lim Odja.
Ia menjelaskan bahwa pelayanan yang menjangkau wilayah-wilayah kepulauan merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama agar pembinaan umat tidak hanya terpusat di perkotaan.
“Kami sengaja menyusun pelayanan yang menjangkau Pulau Pura, Pantar, wilayah ABAD, Lembur dan Alor Timur Laut agar masyarakat di daerah-daerah tersebut juga merasakan manfaat pembinaan yang sama. Kami ingin memastikan bahwa pelayanan keagamaan hadir bagi seluruh umat tanpa memandang lokasi dan keterbatasan geografis,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/11/kaum-bapa-klasis-altar-gelar-diakonia-pelayanan-pengatapan-gedung-pos-pelayanan-gmit-laharoi-lakfui-dapitau/
Harapan Terjadi Dampak Nyata bagi Umat
Lebih lanjut, Lim Odja berharap seluruh peserta yang mengikuti berbagai kegiatan tersebut dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Mantan Ketua GAMKI Alor itu berharap para pemuda semakin aktif dalam pelayanan gereja, keluarga-keluarga Kristen semakin harmonis, serta para pelayan gereja semakin memahami tugas dan tanggung jawab pelayanan mereka.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Kami ingin melihat adanya perubahan nyata dalam kehidupan umat. Kami berharap keluarga-keluarga Kristen menjadi lebih kuat, anak-anak dan pemuda semakin dekat dengan Tuhan, gereja-gereja semakin bertumbuh dalam pelayanan, dan masyarakat Alor semakin hidup dalam kasih, persaudaraan, toleransi dan damai sejahtera,” ungkapnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/22/kemenag-alor-gelar-seminar-pembinaan-keluarga-kristen-perkuat-ketahanan-keluarga-di-tengah-tantangan-zaman/
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Kabupaten Alor, para penyuluh agama Kristen, gereja-gereja, lembaga pendidikan, relawan, serta Tim EMSI yang telah melayani dengan penuh dedikasi.
Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, gereja dan lembaga pelayanan, Kementerian Agama Kabupaten Alor optimistis pembinaan umat Kristen di Kabupaten Alor akan semakin kuat dan mampu melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, serta siap menjadi berkat bagi gereja, masyarakat dan bangsa.
Editor: Demas Mautuka