Kemenag Alor Gelar Seminar Pembinaan Keluarga Kristen, Perkuat Ketahanan Keluarga di Tengah Tantangan Zaman

Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kemenag Alor, Lim Chr. T. R. Odja, M.Th (tengah), foto bersama Narasumber dan Peserta Seminar Pembinaan Keluarga Kristen, Senin 20 Juli 2026 di Aula Hotel Simphony Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/). 
Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kemenag Alor, Lim Chr. T. R. Odja, M.Th (tengah), foto bersama Narasumber dan Peserta Seminar Pembinaan Keluarga Kristen, Senin 20 Juli 2026 di Aula Hotel Simphony Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/). 
Kalabahi, – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Alor melalui Seksi Urusan Agama Kristen menggelar Seminar Pembinaan Keluarga Kristen pada Senin, 20 Juli 2026, bertempat di Aula Hotel Simphony Kalabahi. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari para pendeta dan pimpinan gereja dari 13 denominasi di Kabupaten Alor bersama pasangan suami atau istri mereka, serta unsur pemerintah dan tokoh-tokoh gereja.
Seminar tersebut merupakan bagian dari program pembinaan keluarga yang dilaksanakan Kementerian Agama untuk memperkuat ketahanan keluarga Kristen, membangun persekutuan antar gereja, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaat di tengah berbagai tantangan sosial dan tantangan zaman yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang pelayanan keluarga Kristen, yakni Pdt. Dr. Stephen Hosea, Ph.D dan Pdt. Dr. Gunar Sahari, M.Th. Kehadiran kedua pembicara tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan, penguatan, serta inspirasi bagi para pemimpin gereja dalam membangun keluarga yang sehat dan melayani jemaat secara lebih efektif.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/12/kondisi-pasar-perbatasan-indonesia-timor-leste-di-maritaing-rusak-parah-dprd-alor-minta-segera-dibenahi-total/
Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kemenag Alor, Lim. Chr. T. R. Odja, M.Th, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan gereja yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama pasangan mereka dalam kegiatan tersebut.
Ia mengaku bersyukur melihat suasana yang berbeda dalam pertemuan kali ini, di mana para pemimpin gereja datang bersama pasangan masing-masing sehingga mencerminkan nilai-nilai keluarga Kristen yang harmonis.
“Kami sangat bersukacita melihat suasana kebersamaan ini. Sejak dari pintu masuk hingga saat ini, kita dapat menyaksikan gambaran tentang keluarga Allah yang hidup dalam persekutuan dan kasih,” ujarnya.
Lim Odja menjelaskan bahwa pembinaan keluarga Kristen merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang tidak hanya dilakukan oleh Bimas Kristen, tetapi juga dilaksanakan pada unsur agama lainnya. Ia menyebut kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kolaborasi antara Kementerian Agama dan mitra pelayanan Kristen.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/13/bertabur-beasiswa-prodi-agribisnis-untrib-kalabahi-terima-mahasiswa-baru-2026-2027-gratis-15-orang-pendaftar-pertama/
Di tengah berbagai kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar program-program pembinaan umat tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami bersyukur karena melalui kerja sama yang baik, kegiatan pembinaan keluarga Kristen ini dapat terlaksana. Harapan kami, melalui seminar ini akan lahir berbagai gagasan dan pembelajaran yang dapat memperkuat kehidupan keluarga-keluarga Kristen di Kabupaten Alor,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Lim Odja juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan seminar sebagai ruang berbagi pengalaman, mempererat persekutuan, serta membangun jejaring pelayanan antar denominasi gereja.
Ia berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru dari para narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pelayanan keluarga dan pembinaan kehidupan rumah tangga Kristen. Menurutnya, para peserta berkesempatan belajar langsung dari para ahli yang secara khusus menaruh perhatian pada isu keluarga, pelayanan pastoral, dan pembinaan kehidupan rohani.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/29/belis-dalam-perceraian-adat-ntt-menjaga-martabat-budaya-mencari-kepastian-hukum/
Selain seminar keluarga, Kemenag Alor juga menjadwalkan kegiatan pembinaan terkait pelayanan liturgi bagi gereja-gereja. Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan dan informasi yang dapat memperkaya pelayanan ibadah di masing-masing denominasi, tanpa mengabaikan kekhasan liturgi yang dimiliki setiap gereja.
Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Alor, Marthen G. Moubeka, SH, yang mewakili Bupati Alor saat membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan seminar tersebut.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat, damai, dan sejahtera. Berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat, seperti konflik, kriminalitas, kenakalan remaja, hingga masalah rumah tangga, berakar dari lemahnya pembinaan keluarga.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki keluarga-keluarga yang kuat. Ketika keluarga dibangun dengan baik, maka masyarakat juga akan menjadi baik,” ungkapnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/01/rektor-untrib-kalabahi-lepas-62-mahasiswa-dan-dpl-kkn-tematik-gentaskin-lldikti-wilayah-xv/
Marthen menegaskan bahwa upaya membangun Kabupaten Alor tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan para pemimpin agama.
Ia menilai peran gereja sangat penting dalam membentuk karakter, iman, dan moral masyarakat melalui pelayanan kepada keluarga-keluarga Kristen.
“Kita tidak bisa menyerahkan seluruh persoalan kepada pemerintah atau aparat. Pembinaan harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus hadir dalam kehidupan anak-anak mereka, membangun komunikasi, memberikan pendidikan iman, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pimpinan gereja untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk persoalan kemiskinan, stunting, pendidikan, kesehatan, serta pembentukan karakter generasi muda.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/11/kaum-bapa-klasis-altar-gelar-diakonia-pelayanan-pengatapan-gedung-pos-pelayanan-gmit-laharoi-lakfui-dapitau/
Menurutnya, keluarga yang sehat secara spiritual akan melahirkan masyarakat yang damai, toleran, dan bertanggung jawab.
Kegiatan seminar berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Stephen Hosea, Ph.D dan Pdt. Dr. Gunar Sahari, M.Th, serta terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman pelayanan keluarga di lingkungan gereja masing-masing.
Melalui seminar ini, Kementerian Agama Kabupaten Alor berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah, gereja, dan keluarga Kristen untuk menciptakan masyarakat Alor yang semakin harmonis, damai, dan berlandaskan nilai-nilai iman.
Editor: Demas Mautuka