Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, foto bersama Andriano Padama, Senin (10/8) di Kamous UNDIP Semarang. (Foto: Akun Facebook Suharnomo).
SEMARANG, — Perjalanan Adriano Padama, mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur di Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, mendapat perhatian khusus dari pimpinan kampus.
Setelah keberaniannya menyampaikan aspirasi masyarakat Alor secara langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi perhatian publik dan pemerintah, kini Adriano mendapat peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister melalui program beasiswa double degree.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, menyampaikan rencana tersebut melalui akun Facebook pribadinya pada Senin 10 Agustus 2026.
Dalam unggahannya, Suharnomo menyambut Adriano yang kembali ke UNDIP setelah sebelumnya mengikuti rangkaian kegiatan bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog.
“Menyambut Mas Adriano Padama dari Alor, diantar kembali oleh jajaran Kementan dan Bulog. Mas Adriano semoga tumbuh bagus bersama Undip,” tulis Suharnomo menyertakan foto keduanya sambil memegang tangan.
Rektor UNDIP kemudian mengaitkan keberanian Adriano menyuarakan kepentingan masyarakat dengan nilai yang diusung UNDIP.
“Tagline Undip yang bermartabat & Bermanfaat sangat sesuai dengan semangat Mas Adriano dalam menyuarakan kepentingan masyarakat,” tulisnya.
Yang menjadi perhatian, Suharnomo menyebut UNDIP berencana memberikan beasiswa double degree kepada Adriano setelah mahasiswa tersebut menyelesaikan pendidikan sarjana.
Program yang disiapkan mencakup Magister Administrasi Publik di UNDIP dan MA in Politics, Governance & Public Policy di University of Sheffield, Inggris.
“Undip berencana memberikan beasiswa double degree, Magister Administrasi Publik dan MA in Politic, Governance & Public Policy di Sheffield University Inggris selepas S1 selesai. Semoga sukses!” tulis Suharnomo.
Unggahan Rektor UNDIP tersebut langsung mendapat respons dari keluarga Adriano.
Ibu Adriano Padama, Ady Irma Retebana, menyampaikan rasa terima kasih kepada Rektor UNDIP atas dukungan yang diberikan kepada anaknya.
“Terimakasih Bapak Rektor. Saya ibu dari anak Adriano Padama mengucapkan banyak terimakasih atas dukungannya. Sehat selalu bapak Rektor,” tulis Ady Irma.
Komentar tersebut kemudian dibalas langsung oleh Rektor UNDIP.
“Ibu Ady Irma Retebana, sama-sama. Terima kasih. Salam sehat dan sukses berkah selalu untuk Ibu Sekeluarga,” jawab Suharnomo.
Interaksi singkat tersebut mendapat perhatian dari pengguna media sosial lainnya yang mengikuti perjalanan Adriano.
Sejumlah komentar kemudian bermunculan di bawah unggahan Rektor UNDIP.
Akun Ofisricardo Ofisiumnobile mendoakan agar Adriano kelak mampu berkarier di dunia diplomasi.
“Semoga kelak menjadi Diplomat handal Mas Adriano..,” tulis akun tersebut.
Komentar itu memperlihatkan harapan publik agar keberanian Adriano menyampaikan persoalan masyarakat dapat terus berkembang seiring perjalanan pendidikan dan kariernya.
Sementara itu, akun Ari Pradhanawati menyebut kebanggaannya pada Adriano dan mengaku akan mengajar Adriano di Prodi S1 Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNDIP.
“Wow hebat, semester 1 ini sy ngajar Adriano,” tulisnya.
Komentar tersebut memberikan gambaran bahwa Adriano masih berada pada tahap awal perjalanan akademiknya di UNDIP, namun sudah mendapat perhatian khusus dari lingkungan kampus.
Ada pula komentar dari akun Rima Nurhasyim yang mengaku semakin tertarik menjadikan UNDIP sebagai pilihan pendidikan bagi anaknya.
“Pak saya kelak akan menguliahkan anak saya di Undip. Bismillah,” tulisnya.
Sejumlah komentar lainnya turut memberikan doa dan dukungan agar Adriano dapat sukses menyelesaikan pendidikan S1 di UNDIP dan kemudian melanjutkan studi S2 ke Inggris.
Rencana beasiswa S2 tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjalanan Adriano yang dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik.
Mahasiswa asal Alor itu sebelumnya berani menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di kampung halamannya kepada Menteri Pertanian Andi Amran saat menjadi pembicara dalam acara Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNDIP, Kamis 6 Agustus 2026.
Di hadapan ribuan mahasiswa, dosen, serta pejabat Kementerian Pertanian, Adriano menyampaikan persoalan masyarakat Alor, termasuk mengenai harga dan ketersediaan beras serta berbagai tantangan sektor pertanian di daerah kepulauan Alor.
Keberanian itu mendapat respons dari Amran.
Menteri Pertanian kemudian datang langsung ke Kabupaten Alor untuk melihat kondisi masyarakat dan sektor pertanian di daerah kepulauan ini.
Dalam kunjungan itu, Mentan berjanji akan membawa sejumlah dukungan program pertanian, antara lain bantuan bibit padi, jagung, jambu mete dan kakao, alat dan mesin pertanian, serta dukungan terhadap pengembangan pertanian dan perkebunan.
Amran juga menyampaikan komitmen untuk mendorong pemenuhan kebutuhan infrastruktur pertanian di Alor, termasuk pembangunan infrastruktur Irigasi dan perbaikan bendungan.
Rangkaian peristiwa tersebut membuat apa yang awalnya merupakan suara seorang mahasiswa dari daerah berkembang menjadi perhatian pemerintah hingga tingkat nasional.
Bagi Rektor UNDIP, keberanian Adriano menyuarakan kepentingan masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter seorang mahasiswa.
Karena itu, Suharnomo berharap Adriano dapat terus berkembang selama menempuh pendidikan di UNDIP.
“Mas Adriano semoga tumbuh bagus bersama Undip,” tulisnya.
Pesan tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menggunakan ilmu dan keberadaannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu sejalan dengan tagline UNDIP yang disebut Suharnomo dalam unggahannya, yakni “Bermartabat & Bermanfaat.”
Jika rencana tersebut terealisasi, perjalanan pendidikan Adriano akan memasuki tahap yang lebih jauh.
Setelah menyelesaikan S1 di UNDIP, Adriano berpeluang melanjutkan pendidikan melalui program double degree, yakni Magister Administrasi Publik di UNDIP dan MA in Politics, Governance & Public Policy di University of Sheffield, Inggris.
Bidang studi tersebut memiliki keterkaitan dengan persoalan yang selama ini menjadi perhatian Adriano: pemerintahan, kebijakan publik dan kepentingan masyarakat.
Pendidikan di bidang tersebut juga dapat menjadi modal bagi generasi muda daerah untuk memahami persoalan pembangunan secara lebih mendalam serta terlibat dalam proses perumusan kebijakan.
Tidak mengherankan jika salah satu komentar di media sosial bahkan mendoakan Adriano kelak menjadi diplomat.
Namun, untuk saat ini, perjalanan Adriano masih panjang.
Ia harus menyelesaikan pendidikan S1 terlebih dahulu.
Dan pesan yang paling penting dari Rektor UNDIP tampaknya sederhana: tumbuh dengan baik, berprestasi dan terus membawa manfaat.
Kisah Adriano menarik perhatian karena keberaniannya muncul ketika ia masih menjadi mahasiswa baru UNDIP.
Ia belum lama memasuki dunia perguruan tinggi, tetapi sudah berani menggunakan ruang akademik untuk menyampaikan persoalan masyarakat daerah asalnya.
Suara itu kemudian bergerak jauh.
Dari ruang dialog di UNDIP, perhatian sampai kepada Menteri Pertanian.
Dari sana, pemerintah pusat datang ke Alor.
Kini, kampus tempat Adriano belajar juga memberikan apresiasi melalui rencana beasiswa pendidikan lanjutan.
Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa dari daerah tidak harus menunggu menjadi pejabat atau tokoh besar untuk mulai menyuarakan persoalan masyarakat.
Dengan pengetahuan, keberanian dan kepedulian, suara seorang mahasiswa pun dapat menjadi bagian dari percakapan yang lebih besar.
Bagi Adriano, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa perhatian yang diterimanya dapat menjadi energi untuk belajar lebih tekun.
Sebab, di balik rencana beasiswa S2 hingga Inggris itu, terdapat harapan yang jauh lebih besar: agar seorang anak muda dari Alor tumbuh menjadi insan berilmu, berintegritas dan kelak mampu memberikan manfaat bagi daerah asalnya maupun Indonesia.
Dari Alor ke Semarang, dan berpotensi berlanjut ke Sheffield, perjalanan pendidikan Adriano Padama baru saja dimulai. Mohon doanya.