
KALABAHI, — Keberanian seorang mahasiswa baru Universitas Diponegoro (UNDIP), Adriano Padama, menyampaikan persoalan masyarakat Alor secara langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbuah perhatian lebih luas.
Bukan hanya pemerintah pusat yang kemudian merespons suara mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur itu. Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Alor juga memberikan apresiasi dengan menjanjikan dukungan pembiayaan pendidikannya.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bahkan menyatakan akan membantu membiayai kuliah Adriano selama dua tahun. Sementara Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo juga menyatakan komitmen memberikan beasiswa daerah untuk Adriano selama dua tahun.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memberikan bantuan biaya tempat tinggal atau uang kos kepada Adriano selama dua tahun.
Dengan demikian, biaya pendidikan Adriano selama masa studi empat tahun di UNDIP diharapkan dapat ditopang melalui dukungan dari tiga pihak tersebut.
Apresiasi itu disampaikan ketika Johni Asadoma bersama Rocky Winaryo mengunjungi kediaman Adriano dan keluarganya di Kompleks Jembatan Hitam, Kabupaten Alor, Sabtu 8 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian peristiwa yang bermula dari keberanian Adriano menyampaikan aspirasi masyarakat Alor di hadapan Menteri Pertanian, ribuan mahasiswa, dosen, serta jajaran pejabat Kementerian Pertanian di UNDIP.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/03/ketika-naysila-mirdad-jatuh-hati-pada-takpala-menemukan-indonesia-yang-masih-menjaga-jiwanya-di-lereng-alor/
Suara dari Alor yang Didengar Menteri
Adriano, mahasiswa UNDIP asal Alor, sebelumnya menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di kampung halamannya, terutama menyangkut harga dan ketersediaan beras serta berbagai persoalan pertanian.
Di hadapan Menteri Pertanian, Adriano tidak sekadar berbicara mengenai dirinya sebagai mahasiswa. Ia membawa persoalan masyarakat dari daerah asalnya.
Keberanian tersebut mendapat respons langsung dari Mentan Andi Amran.
Menteri Pertanian kemudian melakukan kunjungan mendadak ke Kabupaten Alor untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat dan pertanian di daerah tersebut.
Dalam kunjungannya, pemerintah pusat membawa sejumlah dukungan untuk Alor, antara lain bantuan bibit padi, jagung, jambu mete dan kakao, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta sejumlah dukungan lainnya.
Mentan juga menyatakan akan menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur pertanian kepada Menteri Pekerjaan Umum, termasuk kebutuhan sumur bor dan perbaikan bendungan.
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa keberanian menyampaikan aspirasi secara konstruktif dapat membuka ruang perhatian terhadap persoalan daerah.
Wakil Gubernur Johni Asadoma mengatakan, keberanian Adriano patut diapresiasi karena tidak semua mahasiswa memiliki keberanian untuk berbicara langsung di hadapan pejabat negara.
“Tidak semua anak atau mahasiswa memiliki keberanian seperti Adriano. Di sisi lain, tidak semua Menteri juga memiliki respons yang cepat ketika mendengar suara masyarakat. Menteri Pertanian langsung tergugah dan datang ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memberikan bantuan. Ini semua berawal dari suara seorang anak Alor,” ujar Johni disambut applaus keluarga Adriano.
Menurut Johni, keberanian Adriano bukan keberanian yang berdiri sendiri. Ada kepedulian terhadap kampung halaman yang menjadi dasar dari keberanian tersebut.
“Adriano bukan hanya berani berbicara, tetapi juga peduli. Di tengah ribuan mahasiswa, para pejabat dan akademisi yang hadir, dia berani berdiri dan menyampaikan persoalan yang ada di Alor. Suara itulah yang kemudian mendapat perhatian dan respons,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/03/68-tahun-menanti-gmit-kefas-kaipera-resmi-berdiri-sebagai-jemaat-mandiri-di-alor-timur/
Wagub: Jangan Hanya Berani Bicara
Johni meminta Adriano tidak berhenti pada keberanian berbicara.
Menurut dia, keberanian tersebut harus berjalan bersama pendidikan, pengetahuan, integritas dan tanggung jawab.
“Mulai sekarang belajar yang rajin. Bukan hanya berani berbicara, tetapi harus berani menyampaikan kebenaran dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Gunakan ilmu yang diperoleh untuk membangun daerah,” pesan Johni.
Ia juga berharap apa yang dilakukan Adriano menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Alor dan NTT.
Johni mengajak generasi muda untuk tidak takut menyampaikan gagasan dan persoalan masyarakat, selama dilakukan dengan cara yang baik dan bertanggung jawab.
“Kepada anak-anak sekolah, belajarlah dengan rajin. Jadilah seperti Adriano, anak muda yang berani dan peduli terhadap daerahnya. Karena daerah ini akan maju kalau anak-anak daerahnya memiliki kepedulian dan keberanian untuk melakukan sesuatu yang baik,” katanya.
Johni mengaku bangga melihat seorang anak Alor mampu membawa persoalan kampung halamannya hingga menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan rasa bangga kepada Adriano. Terima kasih karena sudah berani membawa suara dan kesulitan masyarakat Alor. Kita juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Menteri Pertanian yang telah merespons suara tersebut dengan cepat,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/07/mahasiswa-undip-adriano-padama-curhat-ke-mentan-ungkap-harga-beras-di-alor-bisa-tembus-rp30-000-per-kilogram/
Wagub NTT Bantu Biaya Kuliah Dua Tahun
Dalam kunjungan tersebut, perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada apresiasi secara moral.
Johni menyatakan akan membantu biaya pendidikan Adriano selama dua tahun.
Dukungan itu diberikan agar Adriano dapat menjalani perkuliahan dengan lebih tenang dan tidak terbebani persoalan biaya pendidikan.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memberikan bantuan biaya kos selama dua tahun.
Sementara dua tahun berikutnya akan dibantu melalui dukungan pemerintah daerah.
Dengan dukungan tersebut, keluarga Adriano diharapkan tidak lagi terlalu terbebani biaya pendidikan selama anaknya menyelesaikan studi di UNDIP.
Johni berharap Adriano dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Kita doakan Adriano bisa belajar dengan tenang, menyelesaikan pendidikan, mendapatkan gelar sarjana dan kelak mengabdikan diri dengan pekerjaan-pekerjaan yang baik. Teruslah membela dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Alor dengan cara-cara yang baik,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/07/dirut-perum-bulog-tiba-di-alor-bersama-adriano-padama-distribusikan-beras-murah-rp12-500-per-kilogram-hingga-desa-desa/
Wabup Alor Janjikan Beasiswa

Dukungan serupa juga datang dari Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo.
Di hadapan keluarga Adriano, Rocky menyatakan Pemerintah Kabupaten Alor akan memberikan dukungan beasiswa bagi mahasiswa UNDIP tersebut.
“Nanti kami bantu beasiswa kepada anak kita Adriano Padama,” kata Rocky.
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan keluarga.
Bagi keluarga Adriano, dukungan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar bantuan pembiayaan kuliah.
Beasiswa itu dipandang sebagai bentuk penghargaan terhadap seorang anak daerah yang berani membawa persoalan masyarakat Alor ke ruang yang lebih luas.
Rocky mengatakan dirinya mengenal keluarga Adriano secara pribadi. Ia mengaku mengenal ayah Adriano, Semuel Padama dan bahkan pernah menghadiri acara sidi Adriano.
“Ayah Adriano ini teman sekolah saya. Saya pernah mengikuti acara sidi Dede (sapaan Adriano). Karena itu, saya merasa bangga melihat apa yang dilakukan hari ini,” ujar Rocky.
Menurut Rocky, apa yang dilakukan Adriano menunjukkan bahwa mahasiswa asal daerah tidak boleh kehilangan hubungan dengan kampung halamannya.
“Terima kasih kepada Adriano. Suaramu telah membawa Menteri Pertanian, para direktur dan pejabat lainnya datang ke Alor. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Ia berharap Adriano dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan suatu hari kembali ke Alor untuk ikut membangun daerah.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/07/mentan-amran-bangga-pada-kritik-mahasiswa-undip-adriano-padama-soal-harga-beras-mahal-di-pulau-alor/
10 Adik Adriano Juga Mendapat Bantuan Kursus Komputer
Perhatian terhadap keluarga Adriano tidak hanya diberikan kepada dirinya.
Anggota DPRD Provinsi NTT Soleman Boli Gorangmau juga memberikan bantuan kursus komputer gratis kepada 10 adik Adriano yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Biaya kursus Komputer di BMW Komputer Air Kenari masing-masing sebesar Rp1,5 juta itu ditanggung oleh Soleman Boli Gorangmau selama kursus yang akan dimulai pada bulan September 2026.
Bantuan tersebut memperluas makna dari dukungan yang diterima keluarga Adriano.
Apa yang bermula dari keberanian seorang mahasiswa menyampaikan aspirasi ternyata turut membuka perhatian terhadap kebutuhan pendidikan saudara-saudaranya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/07/kampung-mahasiswa-undip-adriano-padama-masih-tanpa-listrik-saatnya-menteri-esdm-dan-direktur-utama-pln-datang-ke-pureman/
Ayah Adriano: Bantuan Sangat Meringankan Beban Keluarga





































