KALABAHI, — Distribusi pangan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, tidak pernah sesederhana memindahkan beras dari satu gudang ke wilayah lain.
Sebagai daerah kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, distribusi pangan di Alor membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang matang.
Bantuan dan pasokan pangan harus bergerak dari pusat distribusi di Kalabahi menuju kecamatan-kecamatan yang sebagian wilayahnya berada di pulau berbeda dan memiliki tingkat akses yang tidak sama.
Di tengah tantangan geografis tersebut, Perum Bulog Kantor Cabang Kalabahi mulai menyalurkan Bantuan Pangan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Alor.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dan diawali dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pantar Timur, Pantar Tengah dan Pureman.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/08/ayah-adriano-padama-saya-kaget-sedih-kagum-melihat-anak-saya-bicara-dengan-mentan/
Pimpinan Perum Bulog Cabang Kalabahi, Stefanus Massu, mengatakan penyaluran Bantuan Pangan telah dimulai sesuai tahapan yang telah disiapkan.
“Untuk Bantuan Pangan, penyalurannya sudah dimulai dari Kecamatan Pantar Timur, Pantar Tengah dan Kecamatan Pureman,” ujar Stefanus, Kamis 13 Agustus 2026.
Menurut Stefanus, tiga kecamatan tersebut menjadi tahap awal dari rangkaian distribusi yang selanjutnya akan diteruskan ke kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Alor.
Stok Bulog Dipastikan Cukup
Di tengah proses distribusi yang berlangsung bertahap, Bulog Kalabahi memastikan ketersediaan stok pangan di gudang masih mencukupi untuk mendukung penyaluran dalam beberapa bulan ke depan.
Jaminan ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu modal penting untuk memastikan program Bantuan Pangan dapat berjalan hingga seluruh wilayah Kabupaten Alor terlayani.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/08/suara-adriano-padama-dari-undip-mengantar-mentan-amran-ke-alor-janji-bantuan-30-miliar-dan-tekan-kemiskinan-hingga-5-persen/
Stefanus memastikan masyarakat di seluruh kecamatan tetap akan mendapatkan pelayanan distribusi pangan sesuai dengan tahapan yang telah disusun.
“Kami memastikan distribusi ini akan sampai ke seluruh kecamatan,” kata Stefanus Massu ketika ditemui wartawan tribuanapos.net, Kamis (13/8), di Kantor Perum Bulog Kalabahi.
Ia menjelaskan, stok pangan yang tersedia di Gudang Bulog Kalabahi saat ini cukup untuk mendukung kebutuhan distribusi selama beberapa bulan ke depan.
Dengan ketersediaan stok tersebut, Bulog memiliki ruang untuk melaksanakan distribusi secara bertahap tanpa harus mengabaikan wilayah-wilayah yang memiliki tantangan akses.
“Stok yang ada di gudang cukup untuk beberapa bulan ke depan,” ujar Stefanus.
Ia menegaskan, penyaluran tidak berhenti pada tiga kecamatan yang menjadi tahap awal. Distribusi akan terus bergerak hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Alor memperoleh Bantuan Pangan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/09/berani-bersuara-di-depan-mentan-mahasiswa-undip-adriano-padama-dapat-apresiasi-beasiswa-dari-wagub-ntt-dan-wabup-alor/
Menembus Tantangan Geografis Alor

Bagi daerah kepulauan seperti Alor, pemerataan pangan memiliki tantangan tersendiri.
Jarak antarpulau, kondisi geografis, akses transportasi dan karakter wilayah menjadi bagian dari pekerjaan distribusi yang harus diperhitungkan.
Bantuan tidak cukup hanya tersedia di gudang. Bantuan harus bergerak mendekati masyarakat penerima manfaat.
Karena itu, Bulog memilih pola penyaluran secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan di masing-masing wilayah.
Bulog Kalabahi juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Alor serta pihak-pihak terkait untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.
Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima masyarakat sesuai dengan data dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Stefanus menegaskan bahwa tantangan geografis Kabupaten Alor tidak boleh menjadi penghambat pemerataan pangan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/09/lbh-gmit-abdi-damai-resmi-hadir-di-alor-delapan-advokat-siap-dampingi-jemaat-dan-masyarakat/
Tak Hanya Bantuan Pangan
Di tengah penyaluran Bantuan Pangan, Bulog Kalabahi juga menjalankan sejumlah program lain untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan masyarakat.
Stefanus mengatakan Bulog bersama sejumlah instansi melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan tersebut melibatkan Perum Bulog Kantor Cabang Kalabahi, Dinas Pangan Kabupaten Alor, Dinas Perdagangan Kabupaten Alor, Polres Alor dan Brimob Alor.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya menghadirkan komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau kepada masyarakat.
Selain itu, Bulog juga melakukan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui sejumlah mitra, baik mitra pasar maupun di luar pasar.
Penyaluran dilakukan melalui jaringan mitra yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Alor.
Sejumlah mitra yang menjadi bagian dari jaringan penyaluran tersebut antara lain RPK Anugerah Kenarilang, RPK Alan, RPK Andi dan RPK Auraadila, serta sejumlah RPK lainnya.
Jaringan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendekatkan akses pangan kepada masyarakat.
Dengan semakin banyak titik distribusi, masyarakat tidak harus selalu bergantung pada pusat perdagangan di Kalabahi untuk memperoleh pangan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/10/kkj-ntt-dan-aji-kupang-soroti-pemberitaan-kasus-bildad-thonak-tolak-jurnalisme-tendensius-dan-penghakiman/
Dari Pantar, Pureman, hingga Seluruh Kecamatan






































