Ketua Yapenkris GMIT Pingdoling Alor, Mando Kolimon , S.Pd, ketika memberikan sambutan di acara penutupan rangkaian kegiatan bulan pendidikan GMIT, Rabu 29 Juli 2026 di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Kalabahi, – Ketua Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Pingdoling Alor, Mando Kolimon, S.Pd, menegaskan bahwa Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Lingkup Yapenkris Pingdoling Alor Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mempercepat transformasi pendidikan Kristen di Kabupaten Alor.
Selain menjadi ajang pengembangan prestasi peserta didik dan peningkatan kompetensi guru, perayaan yang berlangsung sejak 21 hingga 29 Juli 2026 itu juga melahirkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk peluncuran Kebijakan Re-Branding Jilid IV dan Produk Layanan Sekolah GMIT.
Hal itu disampaikan Mando saat menutup secara resmi rangkaian Perayaan Bulan Pendidikan GMIT 2026 di Kalabahi, Rabu (29/7/2026).
Dalam sambutannya, Mando terlebih dahulu mengajak seluruh hadirin menaikkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang menurutnya telah memimpin setiap tahapan kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan.
“Tuhan Yesus sungguh baik. Karena penyertaan Tuhan, seluruh proses penyelenggaraan Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik. Tanpa Tuhan semuanya sia-sia. Karena itu kita patut bersyukur,” kata Mando disambut tepuk tangan para peserta.
Ia mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan Bulan Pendidikan GMIT merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Yapenkris Pingdoling Alor serta dukungan berbagai pihak, mulai dari Sinode GMIT, Pemerintah Kabupaten Alor, Dinas Pendidikan, gereja, kepala sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat.
Menurutnya, semangat kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan Kristen yang berkualitas dan mampu melahirkan generasi yang unggul di masa depan.
“Perayaan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi titik balik untuk memperkuat kualitas pendidikan Kristen melalui inovasi, kolaborasi, dan tata kelola yang semakin baik,” ujarnya.
Selama sembilan hari pelaksanaan, Yapenkris Pingdoling Alor menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan 48 sekolah jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Kegiatan tersebut meliputi perlombaan akademik dan seni, pawai karnaval pendidikan, pelatihan peningkatan kompetensi guru, serta pembekalan bagi para penilik rohani.
Mando memberikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada para guru selama pelatihan berlangsung.
Menurutnya, ilmu yang diterima para guru akan menjadi bekal penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah GMIT.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada panitia pelaksana yang bekerja tanpa mengenal lelah sejak 21 hingga 29 Juli 2026.
“Perjalanan sembilan hari tentu bukan pekerjaan yang mudah. Banyak dinamika yang dihadapi, tetapi panitia mampu melaksanakan seluruh agenda dengan baik. Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa,” katanya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pendeta yang memberikan penguatan rohani, para kepala sekolah, 210 guru peserta pelatihan, orang tua murid, peserta didik, serta lebih dari seribu peserta yang turut menyukseskan pawai karnaval pendidikan.
Secara khusus, Mando mengapresiasi insan pers yang sejak awal hingga akhir terus mengawal seluruh rangkaian kegiatan melalui pemberitaan dan siaran langsung sehingga masyarakat dapat mengikuti setiap perkembangan Perayaan Bulan Pendidikan GMIT 2026.
Momentum penutupan Perayaan Bulan Pendidikan GMIT 2026 juga dimanfaatkan Yapenkris Pingdoling Alor untuk meluncurkan Kebijakan Re-Branding Jilid IV dan Produk Layanan Sekolah GMIT.
Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Yapenkris Pingdoling Alor Nomor 1109/SK/Pengurus/YAPENKRIS-Pingdoling/VII/2026 tentang Kebijakan Re-Branding Jilid IV dan Produk Layanan Sekolah GMIT Lingkup Yapenkris Pingdoling Alor.
Mando menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar yayasan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan Kristen sekaligus memperkuat daya saing sekolah-sekolah GMIT di Kabupaten Alor.
“Re-branding bukan sekadar mengganti wajah sekolah. Ini adalah gerakan pembaruan yang menyentuh tata kelola, budaya sekolah, kualitas layanan, inovasi pembelajaran, hingga penguatan identitas sekolah GMIT agar semakin unggul dan profesional,” ujarnya.
Melalui kebijakan tersebut, Yapenkris Pingdoling Alor menetapkan TK Kristen Artha Asih 13 Galilea, SD GMIT 006 O’a Pirungdong, dan SMP Kristen 02 Kalabahi sebagai Sekolah Unggul GMIT.
Menurut Mando, penetapan sekolah unggulan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sekolah GMIT lainnya untuk terus berbenah dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.
Selain menetapkan sekolah unggulan, kebijakan Re-Branding Jilid IV juga mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Yapenkris Pingdoling Alor Tahun 2026 sebagai pedoman baru penyelenggaraan organisasi.
Yapenkris Pingdoling Alor juga menetapkan Peraturan Yayasan Nomor 1 Tahun 2026 tentang petunjuk teknis pengelolaan keuangan sekolah GMIT di lingkungan Yapenkris Pingdoling Alor.
Menurut Mando, regulasi tersebut menjadi dasar bagi seluruh kepala sekolah dalam mengelola keuangan sekolah secara transparan, akuntabel, profesional, dan bertanggung jawab.
“Kami ingin semua sekolah memiliki arah pembangunan yang sama. Mulai dari tata kelola organisasi, peningkatan mutu pembelajaran, pengelolaan keuangan, hingga pelayanan pendidikan yang berpusat pada Kristus,” katanya.
Ia berharap implementasi kebijakan tersebut mampu mempercepat transformasi pendidikan Kristen di Kabupaten Alor sesuai visi Yapenkris Pingdoling Alor, yakni menjadi lembaga penyelenggara pendidikan Kristen yang menghasilkan generasi BERHIKMAT, Pancasilais, dan mampu bergaul dengan bangsa-bangsa pada tahun 2031.
Dalam sambutannya, Mando juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Alor yang selama ini memberikan perhatian terhadap pengembangan sekolah-sekolah Yapenkris.
Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 sekolah-sekolah Yapenkris menerima berbagai bentuk dukungan pemerintah, baik melalui program rehabilitasi sarana pendidikan maupun bantuan lainnya.
“Bantuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah hadir bagi seluruh sekolah tanpa membedakan status penyelenggaranya. Kemitraan yang baik antara pemerintah dan yayasan menjadi modal penting dalam membangun pendidikan di Kabupaten Alor,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Majelis Sinode GMIT yang terus memberikan pendampingan dan dukungan bagi pengembangan pendidikan Kristen.
Menurut Mando, dukungan Sinode GMIT, baik dalam bentuk pembiayaan, pendampingan maupun kebijakan, telah memberikan ruang bagi sekolah-sekolah GMIT di daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Alor, para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, panitia, sponsor, orang tua murid, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan Perayaan Bulan Pendidikan GMIT 2026.
Menjelang akhir sambutannya, Mando mengajak seluruh keluarga besar Yapenkris Pingdoling Alor mempertahankan semangat kebersamaan yang telah dibangun selama sembilan hari pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap seluruh kebijakan yang diluncurkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan sekolah sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.
“Kami ingin setiap sekolah terus bertumbuh, terus berinovasi, dan terus melayani dengan hati. Melalui kerja sama seluruh pihak, kami yakin sekolah-sekolah GMIT di bawah Yapenkris Pingdoling Alor akan semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter Kristiani, serta siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Atas nama Pengurus Yapenkris Pingdoling Alor, Mando juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan kegiatan masih terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan maupun pelaksanaan teknis.
“Kami memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berjalan bersama kami. Kiranya Tuhan Yesus Kristus terus memberkati pelayanan pendidikan di Yapenkris Pingdoling Alor sehingga menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, dan bangsa,” tutup Mando.