Rektor Untrib Kalabahi Elia Maruli (tengah) foto bersama peserta Regional Exchange Lesser Sunda Seascape 2026, Senin 2 Juni 2026 di Aula Hotel Simphony Kalabahi. (Foto: doc Untrib Kalabahi).
Kalabahi, – Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi melalui Center of Excellence (CoE) sukses menyelenggarakan kegiatan Regional Exchange (REX) Lesser Sunda Seascape (LSS) pada 2–6 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Konservasi Indonesia dan Untrib Kalabahi melalui dukungan Program SOMACORE dalam upaya memperkuat kapasitas para pemangku kepentingan pengelolaan sumber daya laut dan kawasan konservasi di wilayah Lesser Sunda Seascape.
Kegiatan Regional Exchange (REX) Lesser Sunda Seascape (LSS) secara resmi dibuka pada 2 Juni 2026 di Aula Hotel SIMPHONY, Kalabahi, Kabupaten Alor. Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, Konservasi Indonesia, Universitas Tribuana Kalabahi, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, serta peserta dari Indonesia dan Timor Leste.
Kehadiran peserta lintas negara tersebut menjadi bukti nyata semakin kuatnya kolaborasi regional dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi laut dan pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan di kawasan Lesser Sunda Seascape. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik untuk memperkuat pengelolaan sumber daya pesisir dan laut.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan. Kegiatan tersebut meliputi presentasi ilmiah, diskusi interaktif, sesi berbagi pengalaman (knowledge sharing), studi kasus, praktik pembelajaran, hingga kunjungan lapangan.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai isu strategis, antara lain pengelolaan kawasan konservasi laut berbasis ilmu pengetahuan, penguatan Center of Excellence (CoE), pengembangan ekonomi biru (Blue Economy), pengelolaan perikanan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat pesisir, pengembangan ekowisata bahari, serta penguatan jejaring kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste.
Salah satu agenda penting dalam Regional Exchange (REX) Lesser Sunda Seascape (LSS) adalah kunjungan lapangan ke Center of Excellence (CoE) Alor Marine Protected Area yang berlokasi di Desa Alor Kecil, Kabupaten Alor. Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik pengelolaan kawasan konservasi laut, pelibatan masyarakat dalam pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan melalui kolaborasi antara Universitas Tribuana Kalabahi, Konservasi Indonesia, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan.
Selain sebagai sarana pembelajaran, Regional Exchange (REX) Lesser Sunda Seascape (LSS) juga menjadi forum strategis untuk memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra internasional. Peserta dari Indonesia dan Timor Leste saling bertukar pengalaman mengenai keberhasilan, tantangan, serta praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan kawasan konservasi laut yang dapat direplikasi dan dikembangkan di wilayah masing-masing.
Sebagai tuan rumah penyelenggara, Universitas Tribuana Kalabahi melalui Center of Excellence (CoE) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran, penelitian, inovasi, dan pengembangan kapasitas di bidang kelautan, konservasi, wilayah pesisir, dan kepulauan. Peran tersebut semakin diperkuat melalui dukungan Konservasi Indonesia dan Program SOMACORE yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan CoE sebagai Science Hub di kawasan Lesser Sunda Seascape.
Melalui fungsi tersebut, CoE Universitas Tribuana Kalabahi diharapkan mampu memfasilitasi kolaborasi lintas negara, menghasilkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan, serta mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat pesisir.
Penyelenggaraan Regional Exchange (REX) Lesser Sunda Seascape (LSS) Tahun 2026 diharapkan dapat menghasilkan jejaring kerja sama yang semakin kuat antara Indonesia dan Timor Leste, meningkatkan kapasitas para peserta, serta melahirkan berbagai inisiatif kolaboratif yang mendukung pengelolaan kawasan konservasi laut, pengembangan ekonomi biru, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan di kawasan Lesser Sunda Seascape.