18 Pimpinan OKP Alor Temui Wakil Bupati, DPRD dan Kapolres Bahas Solusi Perdamaian dan Rekonsiliasi Konflik Pemuda

18 Pimpinan OKP Alor Temui Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo (tengah), Rabu (24/9), bahas perdamaian dan rekonsiliasi konflik di Kabupaten Alor.
Kalabahi – 18 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung dan OKP lokal yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai, mendatangi Markas Polres Alor, DPRD dan kantor Bupati Alor, Selasa dan Rabu, 23-24 September 2025.
Kedatangan mereka, menemui Kapolres Alor AKBP Nur Ashari, Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, berdialog membahas solusi perdamaian dan rekonsiliasi konflik tawuran antar pemuda yang terjadi di Kalabahi akhir-akhir ini.
“Kami datang menyampaikan pernyataan sikap kami yang tergabung dalam 18 OKP Cipayung plus kepada pemerintah, DPRD dan aparat penegak hukum untuk mendiskusikan solusi perdamaian pasca konflik antar pemuda yang terjadi di Alor,” kata Koordinator Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai, Jamaludin Baindemang di dampingi Sekretarisnya, Evander Saiputa, Rabu 24 September 2025 di Kalabahi.
Jamaludin mengungkapkan, tujuan kedatangan aliansi ini untuk mendukung pemerintah daerah, DPRD dan aparat penegak hukum dalam upaya perdamaian dan mendiskusikan penyelesaian konflik yang terjadi di Alor yang menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.
“Kami datang membawa pikiran solusi untuk perdamaian di Alor. Kami harap sejumlah gagasan yang kami bawa ini dapat menjadi perhatian bersama dalam menyelesaikan konflik pemuda di Kabupaten Alor,” ujar Jamaludin.
Berikut pernyataan Sikap Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai:
PERNYATAAN SIKAP PERDAMAIAN DAN REKONSILIASI KONFLIK ANTAR PEMUDA DI KABUPATEN ALOR
Mencermati dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur yang beberapa bulan akhir-akhir ini sangat menggangu aktivitas kemasyarakatan, maka kami Aliansi Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Nasional dan OKP Lokal, dengan ini menyatakan sikap bersama dalam mendorong perdamaian dan rekonsiliasi konflik di Kabupaten Alor. Adapun pernyataan sikap kami adalah sebagai berikut:
1. Bahwa kami menyatakan keprihatinan dan kesedihan yang mendalam atas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Alor yang tidak kondusif, dan mendoakan agar Alor bisa kembali pulih.
2. Bahwa kami menyatakan keprihatinan dan kesedihan yang mendalam kepada seluruh korban baik dari masyarakat maupun aparat penegak hukum dan keluarganya, dan mendoakan semoga korban bisa dapat pulih secara fisik dan psikis.
3. Bahwa kami meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan dan membantu biaya pengobatan seluruh korban sampai mereka bisa pilih kembali secara fisik dan psikis.
4. Bahwa kami mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan-tindakan hukum secara cepat, tegas, tepat, obyektif dan transparan kepada seluruh terduga pelaku tindak pidana tawuran antar pemuda termasuk terduga pelaku dari oknum aparat Kepolisian agar memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya serta meminta terduga pelaku meminta maaf kepada korban untuk meredam situasi konflik.
5. Bahwa kami meminta Kapolda NTT untuk mengevaluasi kinerja Kepolisian Alor dalam penanganan kasus konflik antar pemuda di Kabupaten Alor agar memberikan rasa keadilan dan keamanan pada masyarakat, dan mendorong DPRD mengelar RDP dengan aparat keamanan untuk membahas keamanan dan ketertiban masyarakat dan membahas dukungan anggaran daerah kepada aparat keamanan.
6. Bahwa kami mengecam segala bentuk provokasi yang mengadu domba dan segala bentuk kegiatan lainnya baik secara langsung maupun melalui media sosial yang bertujuan untuk memecah belahkan masyarakat dengan merusak ikatan persaudaraan, persatuan dan kesatuan anak bangsa di Nusa Kenari.
7. Bahwa kami mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, serta tetap berpegang teguh pada nilai – nilai adat dan budaya yang sudah terbangun sejak zaman dahulu oleh para leluhur, prinsip-prinsip Pancasila yang telah menjadi bagian dari budaya bangsa.
18 Pimpinan OKP Pemuda Alor temui Kapolres Alor AKBP Nur Ashari, Selasa 23 September 2025 di Mapolres Alor, Kalabahi.
18 Pimpinan OKP Pemuda Alor temui Kapolres Alor AKBP Nur Ashari, Selasa 23 September 2025 di Mapolres Alor, Kalabahi, bahas upaya perdamaian dan rekonsiliasi konflik pemuda di Kabupaten Alor.
8. Bahwa kami meminta aparat penegak hukum untuk melakukan patroli cyber dan penegakan hukum terhadap akun-akun media sosial yang memosting konten-konten provokasi, ujaran kebencian dan hoax yang menjadi ancaman dan berpotensi terjadinya gangguan Kamtibmas, dan mendorong pimpinan daerah menegakkan disiplin ASN pada oknum ASN yang terlibat memosting/share konten-konten yang berpotensi menimbulkan provokasi, ujaran kebencian dan hoax di tengah masyarakat.
9. Bahwa kami mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan patroli gabungan di Kota Kalabahi dan sekitarnya, dan memperketat pengawasan keamanan pada titik-titik wilayah yang terpantau menjadi rawan konflik.
10. Bahwa kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menghidupkan pos-pos Kamling di setiap desa/lurah untuk membantu pengawasan keamanan bagi masyarakat. Kami minta pengurus-pengurus pos Kamling melibatkan pemuda, tokoh pemuda lingkungan, dan melibatkan Babinsa dan Polmas.
11. Bahwa kami mendorong pemerintah daerah dan aparat kepolisian agar meminta tambahan pasukan kepada Kapolda NTT dan Pangdam IX/Udayana untuk menambah Anggota Brimob, Anggota Polres dan Anggota Kodim 1622/Alor yang dapat bertugas di Kabupaten Alor guna menjaga situasi keamanan.
12. Bahwa kami menghimbau kepada Kepolisian Resort Alor agar kedepan di dalam menyikapi aksi pertikaian antar warg agar tidak melakukan pemblokadean massa di areal sekitar Rumah Ibadah dan Sekolah.
13. Bahwa kami meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk melakukan pertemuan tatap muka dengan, seluruh elemen pemuda antar kampung di kabupaten Alor bersama tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh politik, pemerintah; RT, RW, Lurah/Desa, Camat dan seluruh elemen masyarakat untuk membahas upaya perdamaian bersama dan melakukan perdamaian bersama sekaligus doa dan menyatakan sikap deklarasi perdamaian di Kabupaten Alor, karena kami percaya bahwa penyelesaian setiap permasalahan terkait konflik antar warga yang terjadi di Kabupaten Alor harus ditempuh melalui dialog dan komunikasi yang konstruktif antar semua pihak guna mencari solusi yang adil dan bermartabat demi menjaga semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan yang harmoni di Kabupaten Alor
14. Bahwa kami meminta pemerintah daerah dan DPRD untuk menganggarkan bantuan dana pemberdayaan ekonomi pemuda dalam pos dana APBD Tahun Anggaran 2026 dan Tahun Anggaran seterusnya.
15. Bahwa kami mendorong Pemerintah Kabupaten Alor untuk segera mengaktifkan kembali program pembinaan generasi muda berbasis kearifan lokal dan nilai keagamaan yang mampu menanamkan semangat persaudaraan serta menekan potensi konflik.
16. Bahwa kami mendorong Pemerintah Kabupaten Alor agar segera membentuk ruang-ruang dan menyediakan ruang- ruang kreatif dan pusat kegiatan pemuda sebagai wadah menyalurkan bakat dan potensi generasi muda dalam bidang seni, olahraga, musik, literasi, teknologi, dan kewirausahaan, sehingga mereka tidak terjebak pada aktivitas tidak produktif seperti konsumsi miras maupun aksi tawuran.
17. Bahwa kami meminta aparat penegak hukum untuk menertibkan peredaran minuman keras karena miras ini menjadi salah satu pemicu konflik sosial antar pemuda di Kabupaten Alor, dan kami mendorong pemerintah daerah untuk membuat Perda Minuman Keras dan/atau Peraturan Bupati Alor yang mengatur lebih teknis agar dapat tertib dalam pengawasan produksi dan penjualan, sekaligus mengatur izin edar dan menerapkan retribusi pajak minuman keras.
18. Bahwa kami mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menetapkan pemberlakuan aktivitas malam berupa pesta-pesta yang batasannya sampai jam 00.00 WITA malam, kecuali kegiatan-kegiatan keagamaan dan kegiatan pembinaan pemuda seperti olahraga dan ekonomi kreatif.
19. Bahwa kami meminta pemerintah daerah kabupaten Alor dan aparat penegak hukum untuk mengambil kebijakan bersama dalam hal pembinaan pemuda yang terlibat tawuran agar dapat dibina di Markas Kodim 1622/Alor dengan tentu atas izin orang tua atau keluarga.
20. Kami menghimbau kepada seluruh tokoh pemuda, tokoh Agama,Tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing dan mendoakan perdamaian di kabupaten Alor.
Demikian pernyataan sikap kami ini disampaikan, kiranya dapat menjadi perhatian kita bersama. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertai kita. Amin.
Kalabahi, 23-24 September 2025
ALIANSI PEMUDA ALOR CINTA DAMAI
18 Pimpinan OKP Pemuda Alor temui Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar, Selasa 23 September 2025 di Mapolres Alor, Kalabahi, bahas perdamaian dan rekonsiliasi konflik pemuda di Kabupaten Alor. 
18 Pimpinan OKP Pemuda Alor temui Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar, Selasa 23 September 2025 di gedung DPRD, Batunirwala, bahas upaya perdamaian dan rekonsiliasi konflik pemuda di Kabupaten Alor.

Pernyataan sikap ini ditanda tangani oleh pimpinan OKP Cipayung dan OKP lokal di antaranya; Ketua DPC GAMKI Alor Dematrius Mautuka, Ketua DPD KNPI Alor Yeremia Y. Wabang, Ketua BPC GMKI Kalabahi Ardi B. Manilehi, Ketua PC Pemuda Muhamadiyah Alor Haris M. Kay, Pj. Ketua HMI Alor Abas Garoda, Ketua DPC GMNI Alor Louwen Kafolamau, Ketua KAHMI Alor Abri Demang, Ketua GP ANSOR Alor M. Fajrian Jong, Ketua Pemuda Katolik Alor Damianus Laumay, Ketua LMND Alor Derlin Mauko, Ketua GEMPARTI Alor Welem Sergius Mau, Ketua SEMATA Cabang Alor Zadrak Motomani, Ketua IMP2 Amos Kalung, Ketua PERSMA ABAL Sulastri Lau, Ketua KEMILAU Alor Markus Laure, Direktur LSM SUPER Alor Amelia Maure, Ketua DreamNews Alor Bunda Y. Abdurahman, Ketua FIGUR Alor Irwan Abdul Kadir.

Menjawab tuntutan itu, Kapolres Alor AKBP Nur Ashari dalam tanggapannya, menyambut baik pernyataan sikap Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai, dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah dan DPRD untuk menjawab tuntutan Aliansi.
AKBP Nur juga berjanji akan menindak tegas para pelaku tawuran dan melakukan penegakan hukum secara tegas dan obyektif sehingga memberikan efek jera dan menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
“Kami akan menindak tegas semua pelaku yang terlibat melakukan tindak pidana. Dan saya pastikan, sekarang semua harus kita proses hukum, tak ada lagi upaya restorative justice. Pak Kapolda sudah perintahkan saya untuk ke depan kalau ada (tawuran) lagi maka semuanya kita buru, tangkap, kita proses hukum nanti,” tegas AKBP Nur Ashari.
AKBP Nur mengimbau kepada seluruh masyarakat Alor untuk tidak terpancing dan ikut-ikutan membuat dan menyebarkan konten-konten provokasi, ujaran kebencian dan hoax di media sosial maupun di masyarakat yang membuat perpecahan di tengah masyarakat. Ia memastikan akan memproses hukum pelaku.
Kapolres Nur Ashari juga mengimbau kepada orang tua dan keluarga lebih mengawasi pergaulan anak sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan konsumsi Miras yang pada akhirnya membuat keonaran di masyarakat.
“Peran keluarga sangat penting untuk mengawasi anak-anaknya. Kita semua juga harus jadi pelaku yang harus menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kekacauan di masyarakat,” harapnya.
Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar juga menyampaikan apresiasinya pada Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai yang datang berdialog dengannya.
Paulus memastikan akan menindaklanjuti seluruh tuntutan Aliansi. “Setelah ini pernyataan sikap ini saya disposisi ke masing-masing Komisi untuk tindaklanjuti,” katanya.
Paulus mengatakan, saat ini pemerintah daerah, DPRD dan aparat keamanan sedang konsen berkoordinasi untuk melakukan perdamaian pasca konflik pemuda di beberapa wilayah di Kota Kalabahi. Paulus memastikan akan melibatkan pemuda aliansi untuk ikut bersama mendorong perdamaian dan rekonsiliasi konflik.
Sementara, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya pada Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai yang datang berdialog membawa berbagai gagasan solusi perdamaian dan rekonsiliasi konflik pemuda.
“Saya terima kasih dan bangga sekali dengan teman-teman OKP yang sudah datang mendukung saya. Saya merasa jalan sendiri tapi saya bangga karena teman-teman sudah datang membawa sejumlah ide gagasan yang baik sekali untuk kita urus daerah ini sama-sama. Sekali lagi terima kasih banyak. Saya harap pertemuan kita ini bisa terus ada. Saya sangat butuh dukungan teman-teman semua pada saya untuk bersama Bapak Bupati kita membangun daerah ini empat tahun ke depan lagi,” katanya dengan rendah hati.
Rocky Winaryo menegaskan ia akan menindaklanjuti semua tuntutan Aliansi dan akan berkoordinasi dengan DPRD dan aparat penegak hukum untuk mengupayakan langkah-langkah perdamaian secara bersama.
“Kita sedang upayakan perdamaian. Nanti kita sama-sama teman-teman OKP pemuda untuk sama-sama kita mendorong perdamaian supaya Alor ini bisa kembali aman, kita fokus kerja bangun daerah,” ujarnya. (*dm).