Kapolres Alor Tegaskan Penegakan Hukum di Kasus Tawuran Antar Pemuda, Tak Ada Restorative Justice

Kapolres Alor AKBP Nur Ashari, S.H dan jajarannya sedang berdialog dengan 18 pimpinan OKP Cipayung dan OKP Lokal di ruang kerjanya, Selasa (23/9) membahas situasi konflik Pemuda dan Remaja di Kabupaten Alor. (Foto: Dok Polres Alor). 
Kalabahi – Kapolres Alor AKBP Nur Ashari menegaskan anak buahnya akan memburu, menangkap dan memproses hukum siapapun pelaku tindak pidana tawuran antar remaja dan pemuda di Kota Kalabahi.
AKBP Nur mengatakan Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, sudah memerintahkannya untuk tegas memproses hukum pelaku, dan tidak ada pendekatan restorative justice (perdamaian antara pelaku dan korban) dalam kasus tindak pidana tawuran.
“Sekarang kita akan tegas dalam penegakan hukum ya. Kalau ada lagi (tawuran), kita buru, tangkap dan proses hukum. Saya udah rapat zoom sama Pak Kapolda, beliau minta tak ada lagi restorative justice (khusus di kasus tawuran) biar ada efek jera. Jadi semuanya kita proses hukum,” kata Kapolres AKBP Nur Ashari ketika berdialog menjawab tuntutan 18 OKP Cipayung yang terbangun Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai, Selasa (23/9) di Mapolres Alor.
Kapolres Alor menerangkan, saat ini polisi tengah memproses hukum 6 terduga pelaku tindak pidana yang menyebabkan tawuran antar remaja dan pemuda di Kota Kalabahi.
Kapolres memastikan proses hukum ini akan dilakukan secara obyektif dan transparan untuk menegakkan keadilan bagi korban dan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang aman dan kondusif di Kota Kalabahi.
“Proses hukum sementara jalan. Ada 6 orang yang kita tahan. Isu-isu bahwa ada keterlibatan (oknum) guru dan Polisi itu gak benar ya. Hasil penyelidikan itu kita gak nemu alat bukti yang cukup terkait keterlibatan mereka. CCTV kita buka, saksi kita periksa, gak ada keterlibatan mereka (oknum guru dan polisi),” ujarnya.
Kapolres Alor meminta masyarakat untuk memberikan informasi yang benar kepada kepolisian dalam menjalankan tugas penyelidikan/penyidikan agar benar-benar menemukan pelaku. Ia tidak ingin informasi yang diberikan itu hoax yang imbasnya dapat menimbulkan tawuran di tengah masyarakat.
“Berikan informasi yang benar ya. Penyelidikan masih terus berjalan. Bukti CCTV kita sudah buka. Keterangan saksi kita kumpulkan. Kalau ada yang punya bukti terkait keterlibatan siapapun pelaku ya info ke saya. Akan saya proses. Jangan berikan informasi hoax di masyarakat, pada akhirnya menimbulkan kekacauan (tawuran),” tegasnya.
Kapolres Alor juga memastikan bahwa anak buahnya sekarang sedang intens melakukan patroli gabungan setiap hari di Kota Kalabahi. Ia minta warga dan pemuda Alor tidak lagi duduk di jalanan konsumsi minuman keras.

Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/09/24/18-pimpinan-okp-alor-temui-wakil-bupati-dprd-dan-kapolres-bahas-solusi-perdamaian-dan-rekonsiliasi-konflik-pemuda/

Kapolres juga mengatakan, sudah meminta bantuan pasukan Brimob ke Kapolda NTT untuk datang membantu tugas pengamanan di Alor sehingga situasi keamanan masyarakat sudah kembali pulih. Tuntutan bantuan tambahan anggota Brimob dan Polres oleh Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai ini akan ia koordinasikan kembali dengan Kapolda NTT.
“Nanti saya koordinasi dengan Pak Kapolda. Beliau lagi di Jakarta ikut seleksi Calon Kapolri jadi belum bisa temui sekarang. Memang anggota kita jumlahnya hanya sekitar 300 lebih. Dibagi ke Polsek-polsek juga. Tapi ya akan saya sampaikan ke Pak Kapolda ya. sekarang gak ada anggota yang mau bertugas di Alor. Sampai ada yang dipecat pun gak mau datang ke Alor,” katanya, tersenyum.
Sementara tuntutan Aliansi terkait pembinaan pelaku tawuran di Markas Kodim 1622/Alor dibantu aparat kepolisian dan Pol PP dengan tentu atas persetujuan orang tua, Kapolres mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dandim dan Wakil Bupati Alor.
Aliansi meminta perlu ada pembinaan mental, disiplin, cinta tanah air dan cinta kerukunan yang damai kepada seluruh remaja dan pemuda yang terlibat tawuran agar mereka tidak lagi ikut-ikutan terlibat dalam tawuran.
“Kalau ini bisa kita lakukan. Kita uda bincang-bincang sama Pak Dandim, malah beliau setuju kalau ada pembinaan anak-anak yang terlibat tawuran seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat ya. Nanti saya bicarakan kembali. Kalau setuju ya tentu kita harus siapkan dananya untuk penginapan, konsumsi dan honor pelatihnya. Nanti kita bicarakan sama Pak Wakil Bupati juga ya,” katanya.
AKBP Nur mengajak 18 pimpinan OKP Pemuda Alor untuk bersama ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Alumni lulusan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh itu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuat konten-konten provokasi, ujaran kebencian dan hoax yang dapat menimbulkan disinformasi di masyarakat.
Ia meminta semua pihak cek dan ricek kebenaran informasi sebelum memosting atau share di media sosial sehingga masyarakat tidak terprovokasi.
“Kita harus lawan akun-akun media sosial yang sebar hoax ya. Ramai-ramai kita balas komen kalau itu hoax. Saya juga minta kepada keluarga dan orang tua untuk tetap mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak ikut-ikutan dalam kekacauan. Makasih semua pimpinan organisasi yang datang mendukung kami. Kita doakan Alor aman, pembangunan bisa berjalan,” harapnya.
Diketahui, 18 pimpinan OKP Cipayung yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Alor Cinta Damai berdialog dengan Kapolres Alor AKBP Nur Ashari, Selasa (23/9) di ruang kerjanya.
Dialog itu, pimpinan OKP mendukung Kepolisian dalam menegakan hukum dan mendesak Kepolisian tegas menegakan hukum dan menjamin keamanan dan ketertiban di masyarakat. (*dm).