
Kalabahi – Komunitas perempuan yang tergabung dalam organisasi Serikat Mahasiswa SEMATA Cabang Kalabahi menggelar aksi bagi-bagi bunga Mawar di pusat Kota Kalabahi.
Asli damai bertajuk ‘Bloom of Peace – Mekarnya Perdamaian’ itu, mereka lakukan untuk menyerukan pesan perdamaian kepada seluruh masyarakat Kabupaten Alor di tengah situasi konflik sosial yang makin masif terjadi akhir-akhir ini.
Aksi yang turut dihadiri Kapolres Alor AKBP Nur Azhari ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 16.00 WITA hingga selesai, berlokasi di Simpang Lapangan Mini Kalabahi.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/10/penantian-panjang-pemkab-alor-akhirnya-anggarkan-ruas-jalan-joy-manetwati/
Ketua SEMATA Cabang Kalabahi Albertina Mosaku mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perempuan terhadap situasi sosial di Kabupaten Alor yang kurang kondusif sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk kembali menjaga persatuan dan kedamaian di tanah Alor.
“Aksi ini kami mengusung tema: Bersama SEMATA, Perempuan Menyuarakan Perdamaian untuk Alor. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengembalikan marwah Kabupaten Alor sebagai tanah persaudaraan dan kekeluargaan,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/13/polemik-nakes-p3k-pw-rp-300-ribu-belajar-dari-tiga-bupati-dan-pr-besar-pad/
Albertina menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga nilai kehidupan, kasih, dan persatuan di tengah masyarakat.
Menurut dia, akibat konflik sosial ini yang paling dikorbankan adalah perempuan, anak-anak dan orang-orang tua. Mereka tidak dapat beraktivitas seperti beribadah, belajar, bermain, mencintai sesama dan hidup rukun di tengah perbedaan.
“Melalui aksi ini, kami ingin menyampaikan bahwa perempuan Alor berdiri bersama untuk menyerukan perdamaian. Tanah Alor adalah rumah kita bersama, sehingga sudah seharusnya kita menjaga persaudaraan dan menolak segala bentuk perpecahan. Kami perempuan dan anak-anak paling dirugikan dari konflik sosial ini,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/11/krisis-lpg-kupang-saatnya-ntt-membangun-kemandirian-energi/








































