Penantian Panjang, Pemkab Alor Akhirnya Anggarkan Ruas Jalan Joy-Manetwati

Komisi 3 DPRD menggelar RDP dengan Kadis PUPR Alor, Christian Djahila, membahas rencana usulan pembangunan jalan, irigasi dan bendungan ke Kementrian PU, Dirjen Bina Marga dan Dirjen SDA, Selasa (10/3) di kantor DPRD, Batunirwala. (Foto: doc Komisi 3 DPRD).
Komisi 3 DPRD menggelar RDP dengan Kadis PUPR Alor, Christian Djahila, membahas rencana usulan pembangunan jalan, irigasi dan bendungan ke Kementrian PU, Dirjen Bina Marga dan Dirjen SDA, Selasa (10/3) di kantor DPRD, Batunirwala. (Foto: doc Komisi 3 DPRD).
Kalabahi – Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, menganggarkan dana senilai Rp 250-300 juta untuk pembangunan ruas jalan Joy-Manetwati di Desa Manetwati Kecamatan Alor Tengah Utara.
Ruas Jalan Manetwati (Joy-Luba) adalah ruas jalan yang menghubungkan 4 kecamatan di kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur: Kecamatan ATU, Lembur, Mataru, dan Alor Selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Alor, Christian D. Djahila mengatakan, anggaran Joy-Manetwati sudah tercover dalam dokumen APBD 2026, dan siap dikerjakan tahun ini.
“Kita sudah anggarkan dana untuk ruas Joy- Manetwati sebesar kurang lebih ada 250-300 juta dari DAU. Tahun ini kita kerjakan,” kata Christian, dikonfirmasi tribuanapos.net, ketika menghadiri RDP dengan Komisi 3 DPRD, Selasa 10 Maret 2026 di Batunirwala.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/05/pemkab-alor-resmi-tak-naikan-gaji-pppk-pw-belum-ada-opsi-dirumahkan/
Christian menjelaskan, efisensi anggaran pusat membuat pemerintah daerah kesulitan membiayai sejumlah ruas jalan di Kabupaten Alor, termasuk ruas jalan Joy-Manetwati.
Karena itu ia mengatakan, untuk ruas jalan Joy-Manetwati ini hanya bisa dikerjakan tahap pertama dengan dana Rp 250-300 juta sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Tahun ini kita bangun rabat di titik-titik yang lumpur tanah merah itu, yang ramai di postingan (Medsos) orang susah lewat itu. Nanti tahun berikut kita anggarkan lagi. Kita kerja bertahap karena ada efisensi dana pusat,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/06/tiga-dokter-pppk-pw-di-alor-mengundurkan-diri-gegara-dapat-gaji-rp-300-ribu-bulan/
Selain itu, Christian menjelaskan, pemerintah daerah sudah mengusulkan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Alor melalui usulan bantuan Inpres Jalan Daerah (IJD).
IJD adalah program strategis pemerintah pusat melalui Kementerian PU untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan provinsi/kabupaten guna mendorong ekonomi wilayah.
Pada tahun 2025-2026, IJD difokuskan pada infrastruktur pendukung pangan, energi, dan aksesibilitas, dengan usulan daerah berbasis aplikasi SiTIA (Sistem Informasi Pemrograman Penanganan Jalan Daerah).
“Kita sudah usulkan melalui Aplikasi. Kita doakan supaya semua usulan kita ini bisa dijawab pemerintah pusat sehingga tahun mendatang kita sudah bisa kerjakan,” tutup Christian.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/08/dprd-dan-pemda-alor-naikan-dana-bantuan-parpol-rp-4-500-suara-total-setahun-rp-450-juta/
Kondisi ruas jalan Joy-Manetwati yang berlumpur membuat warga kesulitan akses jalan dari dan ke Kota Kalabahi maupun sulit akses dari dan ke empat kecamatan di Kabupaten Alor. (Foto: Alor Vibes).
Kondisi ruas jalan Joy-Manetwati yang berlumpur membuat warga kesulitan akses jalan dari dan ke Kota Kalabahi maupun sulit akses dari dan ke empat kecamatan di Kabupaten Alor. (Foto: Alor Vibes).
Ketua Komisi 3 DPRD Alor Ernes Mandela Mokoni, membernarkan usulan jalan ruas Joy-Luba (Joy-Manetwati) telah dianggarkan dalam APBD sebesar Rp 250-300 juta.
“Ya, sudah. Menurut penjelasan pak Kadis (PUPR), dananya dari DAU sudah ada. Tinggal dikerjakan tahun ini,” katanya.
Ernes berharap pemerintah daerah dapat mengusulkan ruas jalan Joy – Manetwati masuk skema usulan bantuan inpres jalan daerah pada tahun 2027 agar bisa dikerjakan tuntas.
“Jalan Joy-Manetwati ini bisa dikerjakan tahun depan dengan syarat bahwa semua syarat dokumen perencanaan DIJ harus dilengkapi sehingga bisa diinput melalui aplikasi,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/09/polisi-periksa-4-saksi-kasus-penganiayaan-nenek-di-alor-menanti-penetapan-tersangka/
“Tahun ini batas waktu usulannya sudah selesai. Kita hanya bisa usul lagi di tahun depan melalui aplikasi. Kalau usulannya tidak masuk sistim aplikasi maka kita mau usul bawa proposal kosong ke Jakarta juga tidak bisa,” tambah Ernes.
Ernes menambahkan, tahun 2025 itu dana DAK terbatas untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Alor.
2025, Alor hanya dapat satu ruas jalan dari bantuan DAK yaitu ruas jalan Tulta-Oulondon Kecamatan ABAL sebesar Rp 8 miliar lebih. Sementara ruas jalan Bukapiting Apui masuk usulan inpres jalan daerah.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/09/resmi-ajukan-surat-mundur-dari-pppk-2-dokter-di-alor-ntt-memilih-kontrak-ptt/
Ernes menjelaskan, dulu daerah banyak bantuan dana DAK untuk pembangunan jalan dan jembatan. Sekarang agak sulit karena keluar 3 ipres yaitu; ipres irigasi daerah, inpres jalan daerah dan inpres prasarana strategis.
Menurutnya, dengan keluarnya 3 inpres tersebut maka yang punya kewenangan membangun jalan adalah Balai Bina Marga Provinsi NTT.
Sementara, pembangunan irigasi, bendungan, sumur bor itu yang punya kewenangan membangun adalah Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua.
“Tetapi di sini pemerintah pusat memberikan ruang kepada kabupaten di OPD teknis untuk mengusulkan lewat aplikasi SETIA dan SEPURI. Kalau bantuan dana DAK sekarang usulannya lewat aplikasi KRISNA,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/09/459-nakes-suka-rela-alor-ntt-bekerja-tanpa-insentif-daerah/
Ernes meminta pemerintah daerah mengusulkan seluruh ruas jalan kabupaten disertai data dukung perencanaan yang sesuai syarat sehingga usulannya bisa lolos masuk sistim aplikasi.
“Kita boleh mengusulkan tapi harus disertai dengan dokumen perencanaan atau DID. Sehingga pemerintah daerah sudah harus berpikir siapkan anggaran untuk membuat dokumen perencanaan di Dinas PUPR agar bisa lolos skema pembiayaan dari pemerintah pusat nanti,” jelasnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/07/presiden-prabowo-tetapkan-gaji-karyawan-sppg-mbg-rp-2-7-juta-bulan-kalahkan-gaji-dokter-nakes-guru-pppk-di-ntt-rp-300-ribu-bulan/
“Nanti di perubahan anggaran kalau ada usulan tambahan dana untuk membuat perencanaan ya akan kita setujui. Minimal ada penambahan anggaran untuk perencanaan di PUPR supaya semua usulan jalan kabupaten ini bisa dibiayai dengan dana IJD,” katanya usai RDP dengan Kadis PUPR Alor.
Ernes juga mengucapkan terima kasih kepada Kementrian PU Dirjen Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, karena telah membantu membangun 4 unit sumur bor di wilayah Kecamatan Alor Timur.
“Saya ucapkan terima kasih karena mereka sudah bangun 4 sumur bor di Desa Tanglapui dan Padang Panjang Kecamatan Alor Timur sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam mendukung program ketahanan nasional di daerah,” tutup Ernes. (*dm).