Kondisi Pasar Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Maritaing Rusak Parah, DPRD Alor Minta Segera Dibenahi Total

Anggota DPRD Alor Fraksi Partai NasDem, Joni Tulimau ketika kunker meninjau kondisi pasar Perbatasan Maritaing, Selasa 9 Juni 2026 di Desa Maritaing, Alor Timur. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
Anggota DPRD Alor Fraksi Partai NasDem, Joni Tulimau ketika kunker meninjau kondisi pasar Perbatasan Maritaing, Selasa 9 Juni 2026 di Desa Maritaing, Alor Timur. (Foto: doc tribuanapos.net/dm). 
MARITAING, – Komisi II DPRD Kabupaten Alor melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk meninjau kondisi Pasar Maritaing yang berada di wilayah perbatasan laut Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Selasa 9 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, para anggota dewan menemukan kondisi bangunan pasar yang dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Alor dari Fraksi Partai NasDem, Joni Tulimau, mengatakan bahwa kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pasar yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Alor Timur dan sekitarnya.
“Kunjungan kerja Komisi II DPRD Alor dalam rangka peninjauan Pasar Maritaing. Kondisi bangunan pasar memprihatinkan. Penting untuk direhab atau dibangun baru. Perlu ditata secara menyeluruh,” kata Joni Tulimau.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/upgrade-skill-generasi-muda-gamki-alor-gelar-pelatihan-multimedia-dan-launching-website-toko-online-umkm/
Menurutnya, hasil peninjauan tersebut akan ditindaklanjuti melalui rapat bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Alor sebagai instansi yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan pasar tersebut.
Joni menjelaskan bahwa Pasar Maritaing merupakan aset Pemerintah Kabupaten Alor yang menjadi kewenangan Dinas Perdagangan dan selama ini pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Alor Timur.
“Iya, nanti akan dibahas bersama pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan,” ujar Joni saat dikonfirmasi di Kalabahi, Jumat 12 Juni 2026.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/senior-dan-dpd-gamki-ntt-puji-pelatihan-multimedia-dan-peluncuran-inovasi-digital-umkm-gamki-alor/
Sementara itu, Kepala Desa Maritaing, Yopi Mautoring, mengaku tidak sempat mendampingi kunjungan Komisi II DPRD Alor karena sedang berada di Kalabahi. Namun demikian, ia menjelaskan bahwa pasar tersebut memang berada di wilayah Desa Maritaing, tetapi status kepemilikannya merupakan aset Pemerintah Daerah Kabupaten Alor.
“Pasar itu ada di wilayah desa kami, tetapi statusnya milik Pemda. Selama ini yang mengelola adalah pihak kecamatan, termasuk pengelolaan karcis dan hal-hal lainnya,” jelas Yopi.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/apresiasi-pelatihan-multimedia-gamki-alor-kmk-gmit-altar-teknologi-digital-harus-memperkuat-pelayanan-dan-iman/
Kondisi pasar Perbatasan Maritaing yang rusak parah.
Kondisi pasar Perbatasan Maritaing yang rusak parah namun padat aktivitas perekonomian di wilayah itu.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu dirinya pernah mengusulkan kepada Dinas Perdagangan agar pemerintah desa diberikan ruang untuk ikut melakukan perbaikan fasilitas pasar melalui Dana Desa.
“Saya pernah mengusulkan agar desa juga bisa membantu melakukan rehabilitasi, misalnya pembangunan WC umum, penataan parkiran, dan fasilitas pendukung lainnya. Namun waktu itu belum disetujui karena statusnya merupakan aset pemerintah daerah,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/buka-pelatihan-multimedia-gamki-alor-pemkab-alor-dorong-pemuda-gereja-kuasai-teknologi-tingkatkan-kualitas-sdm/
Di sisi lain, Camat Alor Timur, Semuel Kartunggu, menyatakan komitmennya untuk mendorong usulan perbaikan Pasar Maritaing menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Saat ini dirinya masih menyelesaikan proses serah terima jabatan dari posisi sebelumnya di Dinas Kebudayaan Kabupaten Alor.
“Sejak pelantikan tanggal 8 Juni saya masih berada di Kalabahi karena ada urusan di kantor lama. Serah terima jabatan dijadwalkan pada 25 Juni. Semoga perbaikan pasar Maritaing ini bisa menjadi prioritas,” ujar Semuel.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/12/anggota-dprd-alor-joni-tulimau-perjuangkan-jalan-ekonomi-yesu-salimana-akhiri-penantian-warga-selama-50-tahun/
Pasar Maritaing memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas perdagangan bagi masyarakat Kecamatan Alor Timur, Alor Timur Laut, dan Pureman. Selain melayani kebutuhan ekonomi masyarakat lokal, pasar tersebut juga menjadi salah satu wajah terdepan Kabupaten Alor karena berada di kawasan perbatasan laut antara Indonesia dan Timor Leste.
Namun, kondisi bangunan yang mulai rusak akibat usia dan minimnya rehabilitasi selama bertahun-tahun dinilai tidak lagi mencerminkan kawasan perbatasan negara yang representatif. Kerusakan pada sejumlah fasilitas pasar juga dikeluhkan masyarakat karena mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas jual beli.
Warga Desa Maritaing berharap Pemerintah Kabupaten Alor segera mengambil langkah konkret untuk melakukan rehabilitasi maupun pembangunan kembali Pasar Maritaing agar aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan dapat berjalan lebih baik serta mendukung wajah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih tertata dan layak.
Editor: Demas Mautuka