
Kalabahi, – Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Lingkup Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Pingdoling Alor Tahun 2026 resmi ditutup dalam suasana penuh syukur dan optimisme di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi, Rabu 29 Juli 2026.
Penutupan tersebut menjadi momentum penting yang menegaskan komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Alor, Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), dan Yapenkris Pingdoling Alor dalam mempercepat transformasi pendidikan Kristen melalui penguatan mutu sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta peluncuran kebijakan re-branding sekolah GMIT.
Perayaan Bulan Pendidikan merupakan agenda tahunan GMIT untuk memperkuat pelayanan pendidikan sebagai bagian dari tanggung jawab gereja dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Mewakili Bupati Alor, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Martinus De Porres Djeo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Alor memandang pendidikan Kristen sebagai mitra strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/22/kemenag-alor-gelar-seminar-pembinaan-keluarga-kristen-perkuat-ketahanan-keluarga-di-tengah-tantangan-zaman/
Menurutnya, sekolah-sekolah GMIT telah memberikan kontribusi besar dalam melahirkan generasi Alor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, iman, dan semangat kebangsaan yang kuat.
“Perayaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengingat bahwa pendidikan merupakan panggilan bersama, panggilan iman sekaligus panggilan kebangsaan,” ujarnya.
Ia menyatakan visi Yapenkris Pingdoling Alor untuk menghasilkan generasi berhikmat, Pancasilais, dan mampu bergaul dengan bangsa-bangsa pada tahun 2031 selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Alor yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memperkuat kemitraan dengan GMIT dan Yapenkris melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, dukungan terhadap sarana-prasarana pendidikan, hingga perluasan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Kabupaten Alor.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/22/kemenag-alor-dan-tim-emsi-gelar-pelayanan-terpadu-di-berbagai-wilayah-perkuat-iman-keluarga-dan-pendidikan-kristen/
Dalam sambutannya, Martinus juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu kompetensi utama generasi muda Alor di tengah persaingan global.
Ia mengapresiasi kemampuan para peserta lomba story telling yang tampil menggunakan bahasa Inggris dan berharap kemampuan tersebut menjadi identitas baru sekolah-sekolah GMIT.
“Kalau anak-anak SD sudah mampu berbahasa Inggris dengan baik, itulah re-branding pendidikan yang sesungguhnya. Itu akan menjadi kekuatan sekolah-sekolah GMIT untuk bersaing,” katanya.
Menurut dia, penguasaan bahasa asing akan membuka peluang lebih luas bagi generasi Alor untuk berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, terutama seiring berkembangnya sektor pariwisata dan investasi di daerah.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/22/ketua-yapenkris-pingdoling-alor-buka-ajang-kreasi-siswa-awali-rangkaian-perayaan-bulan-pendidikan-gmit-2026/
Sinode GMIT Apresiasi Transformasi Pendidikan Yepenkris Pingdoling Alor

Anggota Majelis Sinode GMIT Bidang Pendidikan, Dr. Fredrik Abia Kande, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Yapenkris Pingdoling Alor yang selama empat tahun terakhir terus menyelenggarakan Perayaan Bulan Pendidikan secara berkelanjutan.
Ia menilai tema kegiatan, “Lakukanlah yang Baik dan Tetap Setia”, bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi karakter seluruh insan pendidikan Kristen.
“Kebaikan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kebaikan harus menjadi budaya dan terus dilakukan dengan setia,” ujarnya.
Fredrik menyebut Yapenkris Pingdoling sebagai salah satu yayasan pendidikan GMIT yang aktif melakukan inovasi pendidikan melalui kompetisi akademik, pengembangan sekolah unggul, pelatihan guru, hingga pembaruan tata kelola pendidikan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/28/ketua-sinode-gmit-lepas-karnaval-bulan-pendidikan-48-sekolah-yapenkris-pingdoling-alor-ramaikan-kota-kalabahi/
Ia juga mengapresiasi peluncuran tiga sekolah unggulan GMIT, yakni TK Kristen Artha Asih 13 Galilea, SD GMIT 006 O’a Pirungdong, dan SMP Kristen 02 Kalabahi, sebagai bagian dari kebijakan Re-Branding Jilid IV.
Menurutnya, membangun sekolah unggulan membutuhkan perubahan pada tiga aspek utama, yakni sumber daya manusia, sistem pembelajaran, dan budaya sekolah.
“Kita tidak cukup mengubah nama sekolah. Yang harus dibangun adalah kualitas guru, sistem pendidikan, budaya belajar, dan karakter peserta didik,” katanya.
Fredrik juga mengungkapkan bahwa Sinode GMIT sedang mempersiapkan program sentralisasi tata kelola guru yayasan yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan guru, memperkuat manajemen pendidikan, dan menciptakan sistem pengelolaan guru yang lebih profesional di seluruh sekolah GMIT.
Selain itu, Kurikulum Pendidikan GMIT yang mulai diterapkan di Yapenkris Pingdoling Alor disebut akan menjadi model yang diadopsi yayasan pendidikan GMIT lainnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/28/gmit-perkuat-kompetensi-guru-dan-kepala-sekolah-yapenkris-pingdoling-siapkan-sentralisasi-gaji-pada-2028/
Re-Branding Sekolah GMIT

Pada momentum penutupan tersebut, Yapenkris Pingdoling Alor juga meluncurkan Kebijakan Re-Branding Jilid IV dan Produk Layanan Sekolah GMIT berdasarkan Surat Keputusan Nomor 1109/SK/Pengurus/YAPENKRIS-Pingdoling/VII/2026.
Kebijakan tersebut menetapkan tiga sekolah sebagai Sekolah Unggul GMIT, mengesahkan AD/ART terbaru yayasan tahun 2026, serta memberlakukan Peraturan Yayasan Nomor 1 Tahun 2026 mengenai petunjuk teknis pengelolaan keuangan sekolah.
Ketua Yapenkris Pingdoling Alor, Mando Kolimon, S.Pd., mengatakan seluruh kebijakan tersebut menjadi fondasi baru dalam memperkuat tata kelola pendidikan Kristen di Kabupaten Alor.
Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi antara gereja, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Alor maupun Majelis Sinode GMIT selama ini menjadi energi besar bagi pengembangan sekolah-sekolah GMIT.
“Kami percaya kemitraan yang baik antara pemerintah, gereja, dan masyarakat akan membawa pendidikan Kristen semakin maju,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/30/perayaan-bulan-pendidikan-gmit-2026-ditutup-ketua-panitia-segala-kemuliaan-bagi-tuhan-terima-kasih-untuk-semua-pihak-yang-mendukung/
Guru Jadi Fokus Penguatan








































