Dirut Perum Bulog Tiba di Alor Bersama Adriano Padama, Distribusikan Beras Murah Rp12.500 per Kilogram hingga Desa-desa

Dirut Perum Bulog  ketika tiba di Desa Fuisama Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor, Jumat 7 Agustus 2026. (Foto: tangkapan layar akun Facebook Boy Aboy). 
Dirut Perum Bulog  ketika tiba di Desa Fuisama Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor, Jumat 7 Agustus 2026. (Foto: tangkapan layar akun Facebook Boy Aboy). 

 

KALABAHI, – Respons pemerintah pusat terhadap keluhan mahalnya harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur bergerak sangat cepat. Sehari setelah dialog mahasiswa Universitas Diponegoro, Adriano Padama, dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, distribusi beras murah mulai dilakukan di sejumlah wilayah kepulauan itu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani bersama mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor, Adriano Padama, tiba di Bandara Mali, Kabupaten Alor, pada Jumat 7 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 Wita. Keduanya datang bersama tim Bulog untuk memastikan arahan Menteri Pertanian segera direalisasikan di lapangan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/22/ketua-yapenkris-pingdoling-alor-buka-ajang-kreasi-siswa-awali-rangkaian-perayaan-bulan-pendidikan-gmit-2026/
Kedatangan rombongan disambut sejumlah pejabat daerah, jajaran Bulog, dan masyarakat. Mereka kemudian langsung bergerak meninjau pelaksanaan distribusi beras di beberapa titik yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Langkah cepat tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berdialog dengan Adriano Padama pada kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2026/2027 di Semarang, Kamis 6 Agustus 2026.
Dalam dialog itu, Adriano menyampaikan kondisi nyata yang dialami masyarakat Kabupaten Alor. Ia menjelaskan produksi beras daerah hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan masyarakat. Sementara distribusi sangat bergantung pada transportasi laut yang sering terhambat cuaca buruk.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/28/gmit-perkuat-kompetensi-guru-dan-kepala-sekolah-yapenkris-pingdoling-siapkan-sentralisasi-gaji-pada-2028/
Akibat kondisi tersebut, harga beras di Kabupaten Alor menjadi salah satu yang tertinggi di Nusa Tenggara Timur. Di wilayah perkotaan, harga berkisar Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Di wilayah pedalaman, harga mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Saat cuaca ekstrem, harga bahkan melonjak hingga Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram.
Mendengar penjelasan tersebut, Menteri Pertanian langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog. Ia memerintahkan Bulog segera mengirim beras ke Kabupaten Alor. Menteri juga meminta pembangunan gudang Bulog apabila fasilitas penyimpanan belum tersedia. Harga beras ditetapkan Rp12.500 per kilogram sesuai arahan Presiden.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/30/pemerintah-dan-sinode-gmit-kompak-dukung-transformasi-pendidikan-kristen-lingkup-yapenkris-pingdoling-alor/
Setelah tiba di Kabupaten Alor, Dirut Bulog bersama Adriano Padama dan tim langsung memantau distribusi beras murah. Penyaluran dilakukan ke sejumlah pasar tradisional dan desa-desa yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan.
Pantauan media ini menunjukkan sejumlah truk bermuatan berton-ton beras keluar masuk menuju berbagai wilayah di Kabupaten Alor. Distribusi diprioritaskan ke daerah yang selama ini mengalami lonjakan harga akibat sulitnya akses transportasi.
Usai meninjau distribusi, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Dirut Bulog bersama Adriano Padama dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Fuisama, Kecamatan Alor Tengah Utara. Di desa tersebut, rombongan menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/31/opini-19-tahun-untrib-merawat-warisan-membenahi-masa-depan/
Warga Desa Fuisama menyambut kedatangan rombongan dengan penuh antusias. Bantuan beras diterima langsung oleh masyarakat yang selama ini terdampak tingginya harga kebutuhan pokok. Sejumlah tokoh masyarakat berharap distribusi seperti ini dapat dilakukan secara rutin.
Distribusi besar-besaran tersebut mulai memberikan dampak terhadap stabilitas harga di pasaran. Berdasarkan pantauan media ini, harga beras di sejumlah pasar tradisional mulai turun menjadi sekitar Rp12.500 per kilogram. Sebelumnya, masyarakat harus membeli beras dengan harga Rp15.000 hingga Rp30.000 per kilogram, terutama di wilayah pedalaman.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/03/ketika-naysila-mirdad-jatuh-hati-pada-takpala-menemukan-indonesia-yang-masih-menjaga-jiwanya-di-lereng-alor/
Sejumlah pedagang mengaku pasokan beras kini mulai kembali normal. Mereka berharap pengiriman beras dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga harga tetap stabil sepanjang tahun.
Di media sosial, nama Adriano Padama menjadi perhatian publik. Berbagai unggahan berisi ucapan terima kasih dan apresiasi terus bermunculan. Banyak warganet menilai mahasiswa asal Alor tersebut telah menyuarakan persoalan yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.
“Terima kasih Adriano Dede Padama. Walaupun baru menjadi mahasiswa semester pertama, tetapi masih memikirkan kesulitan masyarakat Alor,” tulis salah satu unggahan yang ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.
Masyarakat berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada distribusi beras murah. Mereka menginginkan adanya peningkatan produksi pangan, pembangunan gudang Bulog, serta penguatan jaringan distribusi hingga ke seluruh pulau di Kabupaten Alor.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/08/07/mahasiswa-undip-adriano-padama-curhat-ke-mentan-ungkap-harga-beras-di-alor-bisa-tembus-rp30-000-per-kilogram/
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor pada Sabtu 8 Agustus 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memantau harga beras, memastikan ketersediaan stok, serta mengevaluasi pelaksanaan distribusi di lapangan.
Menteri Pertanian juga dijadwalkan menggelar rapat terbatas bersama Pemerintah Kabupaten Alor dan para pemangku kepentingan. Pertemuan itu akan membahas peningkatan produksi beras, penguatan distribusi antarpulau, serta langkah menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Alor.
Apabila seluruh agenda tersebut terlaksana, maka aspirasi yang disampaikan Adriano Padama di hadapan Menteri Pertanian tidak hanya menjadi sebuah dialog di kampus.
Aspirasi itu akan menjadi awal lahirnya kebijakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Alor, terutama mereka yang tinggal di desa-desa dan wilayah kepulauan terpencil.
Editor: Demas Mautuka