Gubernur NTT Dipastikan Resmikan Rusunawa dan BLK Untrib

Rektor Untrib Alvons F. Gorang, S.Sos.,MM berdiri berlatar gedung Rusunawa yang akan diresmikan Gubernur NTT, 30 Oktober 2019.
Rektor Untrib Alvons F. Gorang, S.Sos.,MM berdiri berlatar gedung Rusunawa yang akan diresmikan Gubernur NTT, 30 Oktober 2019.

Kalabahi, Tribuanapos.net – Gubernur NTT Viktor Buntilu Laiskodat dipastikan akan mengresmikan gedung Rusunawa dan Balai Latihan Kerja (BLK) Untrib di Kalabahi. Menurut rencana acara potong pita pengresmian itu akan berlangsung tanggal 30 Oktober 2019 di kampus Untrib Kalabahi.

“Nanti tanggal 30 Oktober ini Gubernur NTT akan resmikan Rusunawa dan BLK Untrib. Acaranya setelah acara wisuda. Saya akan ketemu pak Gub dan minta kepastian waktu beliau hadir di Alor sekaligus hadiri acara Wisuda,” ujar Rektor Untrib Alvonso F. Gorang, S.Sos.,MM, Kamis, (24/10) di ruang kerjanya, kampus Untrib Kalabahi.

Rektor Alvons menjelaskan, gedung Rusunawa merupakan bantuan dari Kementrian PUPR dan gedung BLK bantuan dari Nakertrans RI. Kedua gedung tersebut sudah rampung dikerjakan dilengkapi fasilitas dan pengelola atau instrukturnya.

Untuk BLK akan mulai beroperasi tahun 2019 ini dan dibuka untuk umum maupun dari unsur mahasiswa Untrib. Pelatihannya difokuskan pada peningkatan skil dan kompetensi calon pekerja dibidang bisnis.

Para calon tenaga kerja tersebut dipastikan memiliki sejumlah kompetensi diri setelah menerima pelatihan dari instruktur BLK. Sebab, instruktur pelatihannya juga sudah dibekali oleh Kementrian Nakertrans selama 6 bulan dan diberi sertifikat pelatihan, BSNB.

BLK Bisa Produksi Tenaga Kerja Terampil

Rektor yakin dengan hadirnya BLK, sejumlah tenaga kerja akan diproduksi secara profesional untuk mengelola sumber daya alam khususnya di sektor bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pelatihannya nanti kita fokus juga pada manajemen bisnis pariwisata. Mereka dilatih manajemen administrasi untuk mengisi star up – star up. Nanti juga dilatih customer servicenya dan itu semua berbasis online dan bahasa Inggris. Ouputnya nanti bisa dipakai di home stay wisata atau rumah-rumah makan,” tutur Rektor Alvons.

Teknis pelatihannya, untuk tahap pertama, BLK akan merekrut 16 orang calon peserta. Diprioritaskan bagi calon pekerja yang memiliki kompetensi Bahasa Inggris.

Biaya operasional pelatihan BLK bersumber dari Kementrian Nakertrans RI, sehingga manajemen pengelolaannya akan diwadahi dalam UPT vokasi non gelar. Menurut Rektor, hal itu dilakukan agar pelatihan di BLK bisa dikembangkan ke sektor lain, selain pariwisata.

Selain itu, bagi mahasiswa Untrib yang ingin mengembangkan skilnya di BLK Untrib maka tentu akan diatur kontribusi pendaan selama pelatihannya.

Rektor menambahkan, manajemen pengelolaan BLK akan dikembangkan secara profesional agar bisa bertahan lama menuju kemandirian.

Ketua Unit Pengelola BLK sekaligus Kepala UPT Vokasi Non Gelar, Alboin Selly, M.Pd, menjelaskan, anggaran pembangunan BLK sebesar Rp.1 miliar. Sumber pendanaan tersebut bersumber dari Kementrian Nakertrans RI.

Dana itu dirinci Alboin, Rp.500 juta untuk pembangunan fisik gedung, dan Rp.500 juta untuk pengadaan fasilitas BLK dan operasional pelatihan.

Rusunawa Putri

Rektor Alvons menjelaskan, Rusunawa yang akan diresmikan Gubernur NTT, penghuninya diprioritaskan hanya pada mahasiswi atau putri.

Rusunawa tersebut berlantai 3 dan dilengkapi fasilitas belajar dan tempat tidur yang tergolong mewah. Ada 37 kamar. 1 ruang diisi 4 orang putri.

“Rusunawa ini dikususnya pada mahasiswi. Khusus putri saja. Ada 37 kamar. Satu kamar 4 orang jadi totalnya ada 148 orang yang nanti huni di situ,” jelasnya.

Kepada mahasiswa atau putra jangan berkecil hati, sebab untuk Rusunawa putra, Rektor memastikan akan bangun di tahun-tahun berikutnya.

“Untuk Rusun putranya baru-baru pertemuan di Makasar kami sudah lobi dan kemungkinan tahun depan sudah bisa dibangun. Kita doakan ya,” imbuh Alvons.

Rektor juga sudah menunjuk Kepala Pengelolaan Asrama Rusunawa yaitu dosen Untrib Pak Yanto Tel. Rusunawa tersebut penghuninya akan diseleksi sesuai syarat yang ditentukan oleh pengelolanya nanti.

“Ketua Asrama itu pak Yanto Tel. Beliau bapak Asrama di Rusun. Penghuninya kita prioritas bagi mahasiswi yang benar-benar kurang mampu tapi berprestasi akademiknya. Syarat teknis lainnya nanti ditentukan oleh pak Yanto Tel dan rekan-rekan,” sebut eks Ketua GAMKI Alor itu.

Gubernur NTT akan Peletakan Batu Pertama Laboratorium Terpadu Untrib

Selain pengresmian dua gedung megah itu, Rektor juga memastikan Gubernur NTT Viktor Buntilu Laiskodat akan meletakan batu pertama pembangunan gedung baru Laboratorium Terpadu Untrib.

Laboratorium terpadu tersebut akan dibangun dua lantai dan berukuran cukup luas. Menurut rencana, Laboratorium tersebut akan dibagi menjadi beberapa laboratorium di dalamnya, sesuai Prodi/Fakultas masing-masing.

“Nanti ada Lab multimedia dilengkapi ITE. Ada juga Lab Biologi, Kimia, Fisika untuk Mipa dan ada pula Lab praktek bagi mahasiswa Hukum. Kita siapkan Lab beracara agar mereka praktek di situ nanti. Untuk bahasa, Labnya langsung di Workshop Bahasa di BLK. Nanti kita kembangkan lagi,” ucapnya sambil menambahkan sudah ada lahan praktek holtilcutura bagi mahasiswa pertanian.

Usai peletakan batu pertama, pembangunan gedung laboratorium induk tersebut akan mulai dibangun. Rektor memastikan gedung laboratorium akan segera rampung disertai fasilitasnya untuk dipergunakan dalam KBM nanti.

“Selesai peletakan batu pertama oleh Pak Gubernur, kita akan segera bangun gedungnya dan isi difasilitasinya,” tutup Rektor muda energik Alvons F. Gorang, S.sos.,MM. (*dm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here