GMIT Perkuat Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah Yapenkris Pingdoling, Siapkan Sentralisasi Gaji pada 2028

Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semual Benyamin Pandie (kedua kanan) membuka kegiatan pelatihan kompetensi Guru dan Kepala Sekolah Yapenkris Pingdoling, Selasa 28 Juli 2026 di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/).
Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Semual Benyamin Pandie (kedua kanan) membuka kegiatan pelatihan kompetensi Guru dan Kepala Sekolah Yapenkris Pingdoling, Selasa 28 Juli 2026 di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/).
Kalabahi, – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memperkuat kompetensi guru dan kepala sekolah Yayasan Pendidikan Kristen (Yapenkris) Pingdoling Alor. Langkah itu dilakukan melalui pelatihan pengembangan kapasitas yang juga menjadi momentum menyampaikan rencana sentralisasi gaji guru mulai 2028.
Pelatihan tersebut digelar dalam rangkaian Bulan Pendidikan GMIT 2026 di Aula Gereja Pola Tribuana Kalabahi, Selasa 28 Juli 2026. Kegiatan diikuti kepala sekolah dan guru dari seluruh satuan pendidikan GMIT di bawah naungan Yapenkris Pingdoling Alor.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie, Anggota Majelis Sinode GMIT Bidang Pendidikan Pnt. Dr. Fredrik Abia Kande, Badan Pendidikan Sinode GMIT, serta Staf Ahli Bupati Alor Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yustus B. Dopong Abora.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/01/rektor-untrib-kalabahi-lepas-62-mahasiswa-dan-dpl-kkn-tematik-gentaskin-lldikti-wilayah-xv/
Dalam Suara Gembalanya, Pdt. Semuel menegaskan bahwa guru merupakan bagian penting dari misi Allah melalui pelayanan pendidikan. Menurutnya, sekolah-sekolah GMIT tidak hanya berfungsi sebagai tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter Kristiani bagi peserta didik.
“Guru-guru GMIT adalah pelayan pendidikan yang dipanggil untuk membentuk generasi beriman, berintegritas, dan mampu menjadi berkat bagi masyarakat,” ujar Pdt. Semuel.
Ia mengatakan sekolah-sekolah GMIT, terutama di wilayah pedesaan, selama ini melayani masyarakat dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan besar dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/11/kaum-bapa-klasis-altar-gelar-diakonia-pelayanan-pengatapan-gedung-pos-pelayanan-gmit-laharoi-lakfui-dapitau/
Karena itu, GMIT menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia guru harus berjalan beriringan dengan perbaikan kesejahteraan mereka. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi besar membangun pendidikan Kristen yang berkelanjutan.
Pdt. Semuel mengungkapkan bahwa Majelis Sinode GMIT sedang menyiapkan desain ekosistem sentralisasi gaji guru yang ditargetkan mulai diterapkan pada 2028. Kebijakan itu diharapkan mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan guru di seluruh sekolah GMIT.
“Sekolah-sekolah GMIT di desa rata-rata melayani masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Karena itu, kesejahteraan guru menjadi perhatian kita bersama. Kita berharap tahun 2028 mulai masuk dalam ekosistem sentralisasi gaji guru agar mereka dapat melayani dengan panggilan yang kuat dan memperoleh kesejahteraan yang layak,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/22/kemenag-alor-gelar-seminar-pembinaan-keluarga-kristen-perkuat-ketahanan-keluarga-di-tengah-tantangan-zaman/
Selain menyampaikan arah kebijakan pendidikan, Ketua Sinode GMIT juga mengajak seluruh guru terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Menurutnya, kualitas guru menjadi faktor utama dalam menciptakan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Alor turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Staf Ahli Bupati Alor, Yustus B. Dopong Abora, menilai kegiatan itu mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/22/kemenag-alor-dan-tim-emsi-gelar-pelayanan-terpadu-di-berbagai-wilayah-perkuat-iman-keluarga-dan-pendidikan-kristen/
Ia mengatakan kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan yayasan pendidikan menjadi modal penting dalam memperkuat dunia pendidikan di Kabupaten Alor. Menurutnya, peningkatan kualitas guru akan berdampak langsung terhadap mutu lulusan dan kemajuan daerah.
“Kami mengapresiasi komitmen GMIT dan Yapenkris Pingdoling dalam meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah. Semangat ini harus terus dijaga agar pendidikan di Alor semakin maju,” ujar Yustus.
Pada pelatihan tersebut, peserta juga memperoleh materi mengenai Desain dan Implementasi Kurikulum Pendidikan Kristen GMIT yang disampaikan Dr. Johana Manubey. Materi itu memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis deep learning yang menekankan pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kritis.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/22/ketua-yapenkris-pingdoling-alor-buka-ajang-kreasi-siswa-awali-rangkaian-perayaan-bulan-pendidikan-gmit-2026/
Menurut Johana, pendekatan deep learning dirancang untuk memperkuat identitas sekolah-sekolah GMIT. Metode tersebut mendorong peserta didik aktif belajar, mampu memecahkan persoalan, dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut tidak menggantikan Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum Nasional. Sebaliknya, deep learning menjadi penguatan agar proses pembelajaran berlangsung lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Rangkaian pelatihan juga diisi dengan sejumlah kelas teknis sesuai bidang tugas peserta. Guru mengikuti pembekalan administrasi pendidikan dan penyusunan perangkat pembelajaran. Kepala sekolah memperoleh materi mengenai manajemen tata kelola sekolah yang efektif dan akuntabel.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/07/28/ketua-sinode-gmit-lepas-karnaval-bulan-pendidikan-48-sekolah-yapenkris-pingdoling-alor-ramaikan-kota-kalabahi/
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kebijakan Majelis Sinode GMIT Bidang Pendidikan periode 2024–2027, tata kelola pendidikan Kristen, serta peran dan tugas pokok pendeta GMIT sebagai penilik rohani sekolah.
Melalui pelatihan tersebut, Majelis Sinode GMIT berharap lahir tenaga pendidik yang semakin profesional, berkarakter Kristiani, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan. Penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah diyakini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di seluruh sekolah Yapenkris Pingdoling Alor.
Editor: Demas Mautuka