Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Bulan Pendidikan GMIT, Michael Y. Laa, S.Pd, ketika membaca laporan panitia pada acara penutupan seluruh rangkaian kegiatan Bulan Pendidikan GMIT lingkup Yapenkris Pingdoling Alor, Rabu (29/7) di Aula Pola Tribuana Kalabahi. (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Kalabahi, – Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Lingkup Yapenkris Pingdoling Alor Tahun 2026 resmi ditutup pada Rabu 29 Juli 2026 setelah berlangsung selama sembilan hari, sejak 21 hingga 29 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan peserta tersebut berlangsung sukses dan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan Kristen melalui pengembangan prestasi peserta didik, peningkatan kompetensi guru, serta kolaborasi antara gereja, yayasan, pemerintah, dan masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Michael Y. Laa, mengawali laporan penutupannya dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan-Nya selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus. Atas penyertaan dan hikmat-Nya, seluruh rangkaian Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Lingkup Yapenkris Pingdoling Alor Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sukses. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan,” ujar Michael.
Ia menegaskan, laporan panitia merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan administratif kepada pengurus yayasan, satuan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Menurut Michael, Perayaan Bulan Pendidikan GMIT bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat kualitas pendidikan Kristen melalui pembentukan karakter peserta didik, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, dan penguatan kolaborasi antarlembaga.
Selama pelaksanaan, berbagai kegiatan dipusatkan di Aula Pola Tribuana Kalabahi, Kantor Yapenkris Pingdoling Alor, SD GMIT 01 Kalabahi, SD GMIT 03 Kalabahi, SMP Kristen 1 Kalabahi, SMA Kristen 1 Kalabahi, dan SMA Kristen 2 Kalabahi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan berbagai perlombaan akademik dan seni pada 22–23 Juli 2026. Lomba Story Telling diikuti 14 peserta tingkat SD dan enam peserta tingkat SMP.
Lomba Procedure Text tingkat SMA diikuti enam peserta. Sementara itu, Lomba Tari Kreasi diikuti 13 tim tingkat SD, lima tim tingkat SMP, dan tujuh tim tingkat SMA. Untuk jenjang taman kanak-kanak, lomba menyanyi solo diikuti 12 peserta.
Sebagai penutup rangkaian perlombaan, panitia mengumumkan para pemenang dari setiap cabang lomba. Pengumuman tersebut disambut sukacita oleh para peserta, guru pendamping, dan orang tua yang hadir.
Pada Lomba Solo Tingkat TK, Selena Neve Sandrine Gerimu berhasil meraih Juara I, disusul Alfensius Samuel Gegung sebagai Juara II, dan Melisa Betseba Adang sebagai Juara III.
Pada Lomba Tari Kreasi Tingkat SD, SD GMIT 007 Kabola berhasil meraih Juara I, SD GMIT 004 Lawahing meraih Juara II, sedangkan SD GMIT Aimoli menjadi Juara III.
Untuk Lomba Tari Kreasi Tingkat SMP, Juara I diraih SMP Kristen 3 Kalabahi, Juara II SMP Kristen 2 Kalabahi, dan Juara III SMP Kristen 1 Kalabahi.
Sementara pada Lomba Tari Kreasi Tingkat SMA, Tim A SMA Kristen 2 Kalabahi keluar sebagai Juara I, Tim C SMA Kristen 2 Kalabahi meraih Juara II, dan Tim B SMA Kristen 1 Kalabahi memperoleh Juara III.
Pada cabang Story Telling Tingkat SD, Clara Thania Peni berhasil meraih Juara I, Zefanya BR Sitepu menjadi Juara II, dan Geovani Cristian Yabes Alfa meraih Juara III.
Di tingkat SMP, Shelly Atakay keluar sebagai Juara I, disusul Heni Manupas sebagai Juara II, dan Cornelia Legima sebagai Juara III.
Adapun pada Lomba Procedure Text Tingkat SMA, Marcella Aurora Donuisang berhasil meraih Juara I, Santi Maro meraih Juara II, sedangkan Rosemary Florete Belya menjadi Juara III.
Michael memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, dan sportivitas selama perlombaan berlangsung. Menurutnya, setiap peserta merupakan generasi muda yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
“Prestasi yang diraih hari ini kiranya menjadi motivasi untuk terus belajar, mengembangkan talenta, serta menjadi generasi yang berkarakter dan berprestasi,” katanya.
Puncak kemeriahan Perayaan Bulan Pendidikan berlangsung pada 27 Juli 2026 melalui pawai karnaval pendidikan yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta, terdiri atas siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari seluruh sekolah di bawah naungan Yapenkris Pingdoling Alor.
Pawai yang berlangsung di Kota Kalabahi itu menampilkan beragam atraksi, pakaian adat, kreativitas seni, dan semangat kebersamaan yang mencerminkan keberagaman budaya serta komitmen membangun pendidikan Kristen yang berkualitas. Kehadiran ribuan peserta mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval.
Selain memberikan ruang bagi pengembangan bakat siswa, Yapenkris Pingdoling Alor juga memprioritaskan peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan guru yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026.
Sebanyak 210 guru mengikuti pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum GMIT. Dari pelatihan tersebut dihasilkan berbagai perangkat pembelajaran, mulai dari Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Program Tahunan, Program Semester, hingga Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik Kurikulum GMIT.
Menurut Michael, peningkatan kompetensi guru merupakan investasi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam laporannya, ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Lingkup Yapenkris Pingdoling Alor Tahun 2026 didukung anggaran sebesar Rp107.500.000 yang berasal dari kolaborasi keluarga besar Sinode GMIT, Yapenkris Pingdoling Alor, serta sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan.
Seluruh anggaran tersebut dimanfaatkan secara transparan dan akuntabel untuk membiayai pelaksanaan perlombaan, pawai karnaval, pelatihan guru, pembekalan penilik rohani, konsumsi dan akomodasi peserta, serta penyediaan piala dan penghargaan bagi para pemenang.
Pada kesempatan itu, Michael menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Perayaan Bulan Pendidikan GMIT 2026 dapat berjalan sukses.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua Sinode GMIT beserta jajaran, Pemkab Alor, DPRD, Dinas Pendidikan, Polres Alor, para Ketua Majelis Klasis, Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yapenkris Pingdoling Alor, Pengurus Yapenkris Tominuku Alor, Ketua Majelis Jemaat Pola Tribuana Kalabahi, BRI Cabang Kalabahi, para penilik rohani dan pendeta, insan pers, kepala sekolah, 210 guru peserta pelatihan, seluruh panitia, sponsor, orang tua murid, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan melalui doa, tenaga, pikiran, maupun bantuan lainnya. Keberhasilan Perayaan Bulan Pendidikan GMIT Tahun 2026 merupakan buah dari kebersamaan dan kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.
Mengakhiri laporannya, Michael berharap seluruh hasil yang dicapai selama sembilan hari pelaksanaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari transformasi pendidikan Kristen yang semakin maju, berkualitas, dan berdaya saing di lingkungan Yapenkris Pingdoling Alor.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Yapenkris Pingdoling Alor untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan yang berpusat pada Kristus, melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap gereja, masyarakat, serta bangsa.
“Kiranya Tuhan Yesus Kristus, Sang Guru Agung, senantiasa memberkati pelayanan dan pendidikan di Yapenkris Pingdoling Alor. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Soli Deo Gloria,” tutup Michael.