Kadispar Alor Sebut Proyek Tambatan Perahu di Ling’al Milik Dinas Perhubungan

Plh. Kadispar Alor, Bernad Gen Al
Plh. Kadispar Alor, Bernad Gen Al

Kalabahi –

Plh. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor Bernad Gen Al mengakui proyek pembangunan tambatan Perahu di Pantai Ling’al, milik Dinas Perhubungan Kabupaten Alor. Proyek tersebut dibangun tahun 2019 atas kerjasama Dishub dan Dispar.

“Di Ling’al, kemarin memang ada kerja sama dengan pihak (Dinas) Perhubungan itu kami sudah bangun tambatan perahu. Itu sudah lakukan survey,” kata Kadis Bernad, Selasa (12/11/2019) di kantornya, Kalabahi Kota.

Menurut Bernad, perencanaan program Tambatan Perahu di Pantai Ling’al masuk DPA Dinas Perhubungan Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2019. Karena masuk lokadi Pariwisata, Dispar hanya berperan koordinasi saja.

“Itu program dari (Dinas) Perhubungan. Karena dia masuk di lokasi pariwisata sehingga kemarin dari Perhubungan dengan kami sudah turun bersama dengan pihak konsultan melakukan survey,” ujarnya.

Belum Pantau Proyek Tambatan Ling’al

Kendati begitu, Bernad belum tahu progres pembangunan proyek Tambatan Perahu tersebut. Ia mengaku belum memantau secara langsung di Ling’al.

“(Saya tidak tahu progresnya) Apa sudah bangun atau belum saya kurang tahu,” lanjut dia.

Rekomendasi Dispar setelah survey bersama Dishub dan Konsultan? Bernad mengaku ia sarankan beberapa poin termasuk tidak dibangun persis di lokasi wisata (bentangan pasir putih).

“Dari Perhubungan bilang, bapak (Bernad) ini kita bangunnya di lokasi wisata sehingga bisa membantu masyarakat. (Saya bilang) itu juga boleh tetapi dari sisi teknis konsultan yang bisa lihat yang letaknya seperti apa. Apakah dia (Tambatan) bisa geser ke arah barat jadi dia tidak bertepatan betul dengan lokasi wisata di Ling’al itu? Nah itu saran yang bisa kita lakukan,” ucapnya.

Apakah bapak siap menjelaskan masalah tersebut kepada Komisi III DPRD Alor? Sebab Ketua Komisi C Mulyawan Djawa, wakil Dapil II.

“Bisa. Nanti dalam rapat komisi C tanggal 20 nanti,” sebut Bernad.

Program Pariwisata Ling’al

Plh. Kadispar menambahkan, pihaknya sudah memasukan program pengembangan Pariwisata Pantai Ling’al di APBD Tahun 2020. Walau begitu program tersebut bukan menjadi program prioritas karena kekurangan pagu dananya.

“Ling’al ada pembangunan sarana prasarana di situ (tahun-tahun sebelumnya). Ada MCK, Pos dan lain-lain. Tahun ini kita usul lagi tapi ya ada kemungkinan itu (ditunda lagi) karena keterbatasan biaya. Pagu yang dikasih TAPD ke kami kecil. DAU hanya sekitar Rp.1,7 miliar saja. Sisanya DAK 3 miliar. Jadi itu tidak cukup untuk kita bangun semua pariwisata di Alor,” tutur dia.

Selain itu kata Bernad, persoalan sulitnya usulan atau akses dana DAK ke Ling’al juga disebabkan masalah lahan. Menurutnya, sejumlah aset wisata di Ling’al dan umumnya di Alor, bermasalah tanah. Pemda belum punya wewenang lebih mengatur sejumlah aset wisata karena kepemilikannya masih perseorangan atau suku.

“Faktornya adalah masalah kepemilikan tanah itu. Orang pusat minta (tanah) sertifikat. Jadi untuk DAK yang dijawab itu nanti di Kabola; Sanggar Ehenghulu dengan Bamtou. Kemudian (wisata) Sebanjar dan Mali juga ada tambahan (dana) kali ini,” pungkas Bernad.

Kepala Dinas Perhubungan Amirullah, SH, yang dikonfirmasi tribuanapos.net, Kamis (14/11), belum merespon pesan singkat wartawan.

Sebelumnya diberitakan, Pantai Ling’al di Desa Halerman Kecamatan ABAD Kabupaten Alor Provinsi NTT dikenal memiliki keindahan tersendiri di dunia. Sebab, pantai berukuran sekitar 3 kilometer tersebut pasirnya putih airnya begitu jernih. Namun, di tengah pasir putih terbentang proyek pembangunan Tambatan Perahu.

“Betul. Pantai Ling’al itu sedang bangun proyek tambatan perahu dari pemerintah. Proyeknya baru dikerjakan. Sekitar dua Minggu lalu mereka kerja itu,” sebut seorang sumber di ABAD yang ditemui wartawan Senin, (11/11/2019) di Kalabahi. (*dm).