Anggota DPRD Alor Joni Tulimau Perjuangkan Jalan Ekonomi Yesu–Salimana, Akhiri Penantian Warga Selama 50 Tahun

Anggota DPRD Alor Joni Tulimau ketika meresmikan jalan ekonomi Yesu-Salimana di Salimana, Rabu 10 Juni 2026 di Salimana. (Foto: doc tribuanapos.net). 
Anggota DPRD Alor Joni Tulimau ketika meresmikan jalan ekonomi Yesu-Salimana di Salimana, Rabu 10 Juni 2026 di Salimana. (Foto: doc tribuanapos.net). 
KALABAHI, – Penantian panjang masyarakat Kampung Lama Salimana, wilayah adat masyarakat Yesu, Desa Kolana Selatan, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, akhirnya terjawab. Setelah lebih dari lima dekade hidup dalam keterisolasian akibat minimnya akses transportasi, warga kini dapat menikmati terbukanya ruas jalan ekonomi yang menghubungkan Yesu dengan Kampung Lama Salimana.
Momentum bersejarah itu dirayakan dalam sebuah acara syukuran dan doa bersama yang berlangsung di Mesbah Adat Salimana, Rabu 10 Juni 2026. Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut ketika masyarakat adat memberikan penghormatan khusus kepada Anggota DPRD Kabupaten Alor dari Partai NasDem, Joni Tulimau, yang dinilai memiliki peran besar dalam memperjuangkan pembangunan jalan tersebut.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/03/beri-arahan-di-rakercab-demokrat-wabup-alor-ajak-parpol-redam-gejolak-sosial-dan-kawal-pembangunan-daerah/
Selama kurang lebih 50 tahun, masyarakat harus menghadapi berbagai kesulitan akibat keterbatasan akses jalan. Warga harus melewati medan pegunungan yang terjal untuk mengangkut hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Berbagai usulan pembangunan jalan telah disampaikan sejak tahun 2003, namun baru pada tahun 2026 harapan itu mulai terwujud.
Di bawah tenda sederhana yang berdiri di kawasan Mesbah Adat Salimana, tetua adat Salimana, Marthen Mowata didampingi Apeles Mayopu, Daud Mayopu, Kornelis Molana, secara simbolis menyematkan Sarung Tenun Alor Timur kepada Joni Tulimau. Penyematan tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga simbol penerimaan masyarakat adat yang menobatkan Joni sebagai Putra Sulung Salimana.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/03/buka-rakercab-demokrat-alor-bobby-pakh-minta-kader-siap-menangkan-kontestasi-politik-2029/
Dengan suara bergetar penuh haru, Marthen Mowata, perwakilan masyarakat adat Salimana menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
“Terima kasih banyak. Sejak 50 tahun yang lalu kami meninggalkan kampung ini dan sejak tahun 2003 kami terus mengusulkan jalan ekonomi ini. Sampai tahun ini, melalui perjuangan Bapak sebagai anggota dewan, keluhan kami akhirnya terjawab. Bapak ada di hati kami semua,” ungkap Marthen Mowata sembari menyematkan Sarung Adat Alor Timur kepada Joni Tulimau.
Dukungan dan apresiasi juga datang dari masyarakat Salimana yang berada di perantauan. Ronny Mayopu, Kepala Suku Mapu Molang yang berdomisili di Kota Kupang, menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang tinggi atas perjuangan Joni Tulimau membuka akses jalan menuju Kampung Lama Salimana.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/04/akar-rumput-demokrat-alor-solid-usung-rey-atabuy-naboys-tallo-maju-bertarung-di-pilkada-alor-mendatang/
Menurut Ronny, pembangunan jalan tersebut merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat yang telah terpendam selama puluhan tahun. Sejak warga meninggalkan Kampung Lama Salimana dan menetap di Yesu sekitar 50 tahun lalu, kehidupan mereka tetap bergantung pada lahan pertanian dan perkebunan yang berada di Salimana, terutama hasil kemiri dan berbagai komoditas lainnya.
“Atas nama semua orang tua di Yesu, Desa Kolana Selatan, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Joni Tulimau selaku Anggota DPRD Kabupaten Alor. Dengan ketulusan hati dan tanpa memperhitungkan tingkat kesulitan yang tinggi, beliau mampu membuka jalan dari Kampung Yesu menuju Kampung Lama Salimana,” ujar Ronny.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/08/gamki-alor-launching-website-organisasi-dan-marketplace-digital-bantu-umkm-lokal-masuk-pasar-nasional/
Tokoh adat Yesu-Salimana, Marthen Mowata menyematkan Sarung Adat Alor Timur kepada Anggota DPRD Alor Fraksi Partai NasDem Joni Tulimau, ketika hadir meresmikan jalan ekonomi Yesu-Salimana, Rabu (10/6) di Salimana. (Foto: doc tribuanapos.net).
Tokoh adat Yesu-Salimana, Marthen Mowata (kiri) menyematkan Sarung Adat Alor Timur kepada Anggota DPRD Alor Fraksi Partai NasDem Joni Tulimau, ketika hadir meresmikan jalan ekonomi Yesu-Salimana, Rabu (10/6) di Salimana. (Foto: doc tribuanapos.net).
Ia menjelaskan bahwa selama kurang lebih dua puluh tahun masyarakat terus mengusulkan pembangunan jalan tersebut melalui pemerintah maupun anggota DPRD, tetapi belum pernah mendapatkan jawaban yang nyata.
“Bapak Joni tidak banyak berjanji, tetapi beliau mendengar keluhan masyarakat dan berjuang hingga akhirnya aspirasi itu dapat direalisasikan. Kemarin telah dilakukan doa syukur, dan masyarakat merasakan bahwa kerinduan mereka akhirnya terjawab,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/upgrade-skill-generasi-muda-gamki-alor-gelar-pelatihan-multimedia-dan-launching-website-toko-online-umkm/
Ronny juga menilai kehadiran Joni Tulimau di Mesbah Adat Salimana memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat adat.
“Bapak Joni dengan hati yang luar biasa naik ke Mesbah Adat Salimana. Itu menunjukkan bahwa beliau diterima oleh semua orang tua adat, bahkan diterima oleh leluhur sebagai anak Salimana. Beliau memang berasal dari Bungabali, tetapi sekarang juga telah menjadi anak Salimana,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Suku Mapumolana, Roni mengaku tidak dapat membalas kebaikan yang telah diberikan Joni Tulimau selain melalui doa.
“Kami hanya bisa mendoakan agar Tuhan memberikan kesehatan, kekuatan, dan hikmat untuk terus melayani masyarakat, bukan hanya masyarakat Yesu dan Salimana, tetapi juga seluruh masyarakat Alor. Bapak Joni ada di hati masyarakat, ada dalam hidup mereka, dan selalu ada dalam doa-doa mereka,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/senior-dan-dpd-gamki-ntt-puji-pelatihan-multimedia-dan-peluncuran-inovasi-digital-umkm-gamki-alor/
Ronny juga menyampaikan apresiasi kepada Partai NasDem yang dinilainya telah menghadirkan kader terbaik untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok desa. Ia berharap ke depan ada perhatian bersama untuk peningkatan kualitas jalan tersebut.
Sementara itu, salah satu warga Salimana, Ester Mayopu, turut menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jalan yang telah lama diimpikan masyarakat.
“Terima kasih Bapak Joni Tulimau atas pembangunan jalan baru menuju Kampung Lama Salimana. Akses jalan yang lancar ini adalah impian warga yang akhirnya terwujud berkat perjuangan Bapak. Semoga pembangunan ini menjadi berkat untuk kita semua dan sukses selalu untuk Bapak,” ujar Ester melalui postingan Facebooknya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/apresiasi-pelatihan-multimedia-gamki-alor-kmk-gmit-altar-teknologi-digital-harus-memperkuat-pelayanan-dan-iman/
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut akan membuka akses ekonomi masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta membawa perubahan positif bagi perkembangan Kampung Salimana dan sekitarnya.
Manfaatkan Jalan secara Bijaksana 
Joni Tulimau dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk bersyukur dan memanfaatkan jalan tersebut secara bijaksana demi meningkatkan kesejahteraan bersama.
“Manfaatkan jalan ini untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jaga kelestarian kampung dan lingkungan. Jangan menebang pohon sembarangan agar alam tetap terjaga. Jadikan jalan ini sebagai berkat, bukan sumber persoalan atau konflik di kemudian hari,” pesan Joni.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/06/10/buka-pelatihan-multimedia-gamki-alor-pemkab-alor-dorong-pemuda-gereja-kuasai-teknologi-tingkatkan-kualitas-sdm/
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas jalan tersebut agar dapat digunakan secara maksimal sepanjang tahun.
“Ke depan, kualitas jalan ini akan terus ditingkatkan sehingga ketika musim hujan tiba, masyarakat Salimana tidak lagi mengalami keterisolasian seperti yang terjadi selama ini,” tambahnya.
Puncak acara ditandai dengan pelukan hangat dan ciuman adat antara tetua adat dan Joni Tulimau. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah warga yang hadir sebagai simbol berakhirnya masa keterisolasian yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Bagi masyarakat Yesu dan Salimana, terbukanya jalan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jalan tersebut menjadi simbol harapan baru, jalan yang akan menghubungkan kembali kampung leluhur mereka, membuka akses ekonomi bagi hasil pertanian dan perkebunan, serta menjadi bukti bahwa perjuangan dan doa panjang masyarakat akhirnya menemukan jawabannya.
Setelah lebih dari 50 tahun menanti, masyarakat Salimana kini menatap masa depan dengan penuh optimisme. Sebuah babak baru telah dimulai di tanah leluhur mereka, disertai syukur kepada Tuhan dan harapan akan pembangunan yang terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat Alor.
Editor: Demas Mautuka