
Kalabahi – Infrasturktur pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Alor Selatan masih menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah daerah Kabupaten Alor dan Pemerintah Provinsi NTT di tengah efisiensi anggaran.
Sulitnya akses transportasi jalan di Desa Manmas Kecamatan Alor Selatan ini membuat warga mengeluh, karena tak kunjung dibangun pemerintah daerah selama bertahun-tahun.
Apalagi jalan itu menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan konektivitas transportasi barang dan orang dari dan menuju Desa Manmas, Silaipui, Lella dan Kuneman Kecamatan Alor Selatan.
Selain itu jalur tersebut juga yang menghubungkan Kecamatan Alor Selatan dari dan menuju Kecamatan Pureman dan Alor Selatan menuju Kecamatan Alor Timur Laut.
Namun demikian, jalan itu belum menjadi prioritas pemerintah dan DPRD untuk dikerjakan walau sudah memakan korban beruntun, karena selama tiga bulan terakhir ini sudah terjadi tiga kali kecelakaan transportasi mobil.
Petrus Adisa, warga kecamatan Alor Selatan, mengungkapkan aspirasi keluhan warganya. Ia menjelaskan, sudah tiga bulan terakhir ini masyarakat Alor Selatan mengalami kecelakaan Mobil beruntun selama mengikuti ruas jalan di Desa Manmas.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/07/14/hut-ke-63-bank-ntt-kalabahi-donor-40-kantong-darah-untuk-pasien-di-rsd/
Hal itu menyebabkan dia tergerak hati untuk menyumbang Semen 50 sak, Beras 1 sak dan Kambing 1 ekor, dan mengajak Kepala Desa Manmas, Silaipui, Lella dan Kuneman untuk bersama warga kerja swadaya pembangunan jalan tersebut.
“Dlm 3 bulan ni oto su tabalek 3 kali di Kec Alor Selatan tengah. Karna jaln rusak. JD Bades Manmas. Silaipui. Lella. Kuneman. Saya siap semen 50 sak, beras 1 sak, kambing 1 ekor atur waktu ko kita kerja. Tunggu pemerintah lama Jd terakir ini tempat berubah jadi darah semua,” kata Petrus melalui akun Facebooknya, PA Gaso.
Postingan PA Gaso tersebut mendapat 182 like, 78 komentar dan 23 kali dibagikan, dan mendapat beragam komentar.
Berikut komentar Netizen:
“Bpk su begutu na tuggu 4 thn mendatg ada yg naik megemis suara di masyarakat na, kit pedagang kaki lima ambil tindakan pemblokiran jaln,” tulis akun Heni Martina.
“Akui kaka ee, biar orng lain tdk liat kita ju baik asal kita2 bisa baku liat.
Semangat kaka, saya sangat mengapresiasi niat mulia kaka .
Hormat ” tulis akun Pelopor Merah.
“Kasihan wilayah ALSEL ni..pejabat n DPR dari dulu bahkan sekarang org ALSEL paling banyak ma..” komentar Akun Yerla Labeneamata.
“Betul tunggu pemerintah dan DPR yang janji kawal program sampai oto habis,” tulis Akun Langsales Osias Molina.
“Pemerintah ikut itu jalan donk tu 5 tahun sekali jd lebih baik swadaya ko kerja suda,” kata Ichal Alvino.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/13/buka-turnamen-sepak-bola-nuha-nebo-cup-bupati-alor-minta-junjung-nilai-sportivitas-dan-kerukunan/
“Kasih datang artis tda ada guna jdi,uang dong tu pake buat jalan,tda bisa aspal butas dong na,pake beli semen batu kelikir pasir dong ko pake cor itu jln kasih baik……jngn ko di kota tu yg kmu perhatikan truss,sekali2 di desa tu Ju kmu perhatikan juga dluh….” Tulis Akun Muslimin Imin yang seolah-olah mengkritik Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar yang mengajak masyarakat Alor hadiri konser musik Juan Reza untuk memeriahkan pesta ulang tahun Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo yang ke-46 pada tanggal 2 Agustus di Lapangan Mini Kalabahi.
Tribuanapos.net, mengkonfirmasi postingan tersebut kepada Petrus Adisa. Ia membenarkan postingannya dan mengatakan bahwa ia siap menyumbang Kambing, Beras dan Semen untuk pembangunan jalan di Manmas.
Namun demikian, Petrus masih menunggu konfirmasi keputusan dari empat Kepala Desa; Manmas, Silaipui, Lella dan Kuneman yang warganya adalah pengguna jalan Manmas.
“Masyarakat sudah siap kerja, hanya kita masih menunggu keputusan dari empat Kades,” ujarnya, Jumat 18 Juli di Kalabahi.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/13/bupati-alor-jenguk-mantan-bupati-alor-simeon-th-pally-sakit-di-rsd-kalabahi/
Petrus berharap, empat kepala desa di Kecamatan Alor Selatan tersebut dapat menyetujui rencana swadaya pembangunan jalan itu karena sudah tiga bulan terakhir ini terjadi kecelakaan yang memakan korban.
“Tiga bulan ini sudah empat mobil yang tabalek, tiga mobil Pick Up dan Satu Mobil Panser. Nanti kalau sudah kerja, saya informasikan,” kata Petrus Adisa.
Kades Manmas Apresiasi Sumbangan Warga








































