Jalan Rusak, Kecelakaan Sering Terjadi, Pria Ini Sumbang Kambing, Beras dan Semen 50 Sak Bangun Jalan di Alor Selatan

Mobil Pick Up angkutan penumpang dan barang yang terbalik ke jurang saat melewati kondisi ruas jalan Kabupaten Alor di Desa Manmas Kecamatan Alor Selatan. Jalan ini sudah sering memakan korban sehingga membuat Petrus Adisa tergerak hati menyumbang Kambing, Beras dan Semen 50 sak untuk swadaya pembangunan jalan itu. 
Mobil Pick Up angkutan penumpang dan barang yang terbalik ke jurang saat melewati kondisi ruas jalan Kabupaten Alor di Desa Manmas Kecamatan Alor Selatan. Jalan ini sudah sering memakan korban sehingga membuat Petrus Adisa tergerak hati menyumbang Kambing, Beras dan Semen 50 sak untuk swadaya pembangunan jalan itu. 
Kalabahi – Infrasturktur pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Alor Selatan masih menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah daerah Kabupaten Alor dan Pemerintah Provinsi NTT di tengah efisiensi anggaran.
Sulitnya akses transportasi jalan di Desa Manmas Kecamatan Alor Selatan ini membuat warga mengeluh, karena tak kunjung dibangun pemerintah daerah selama bertahun-tahun.
Apalagi jalan itu menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan konektivitas transportasi barang dan orang dari dan menuju Desa Manmas, Silaipui, Lella dan Kuneman Kecamatan Alor Selatan.
Selain itu jalur tersebut juga yang menghubungkan Kecamatan Alor Selatan dari dan menuju Kecamatan Pureman dan Alor Selatan menuju Kecamatan Alor Timur Laut.
Namun demikian, jalan itu belum menjadi prioritas pemerintah dan DPRD untuk dikerjakan walau sudah memakan korban beruntun, karena selama tiga bulan terakhir ini sudah terjadi tiga kali kecelakaan transportasi mobil.
Petrus Adisa, warga kecamatan Alor Selatan, mengungkapkan aspirasi keluhan warganya. Ia menjelaskan, sudah tiga bulan terakhir ini masyarakat Alor Selatan mengalami kecelakaan Mobil beruntun selama mengikuti ruas jalan di Desa Manmas.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/07/14/hut-ke-63-bank-ntt-kalabahi-donor-40-kantong-darah-untuk-pasien-di-rsd/
Hal itu menyebabkan dia tergerak hati untuk menyumbang Semen 50 sak, Beras 1 sak dan Kambing 1 ekor, dan mengajak Kepala Desa Manmas, Silaipui, Lella dan Kuneman untuk bersama warga kerja swadaya pembangunan jalan tersebut.
“Dlm 3 bulan ni oto su tabalek 3 kali di Kec Alor Selatan tengah. Karna jaln rusak. JD Bades Manmas. Silaipui. Lella. Kuneman. Saya siap semen 50 sak, beras 1 sak, kambing 1 ekor atur waktu ko kita kerja. Tunggu pemerintah lama Jd terakir ini tempat berubah jadi darah semua,” kata Petrus melalui akun Facebooknya, PA Gaso.
Postingan PA Gaso tersebut mendapat 182 like, 78 komentar dan 23 kali dibagikan, dan mendapat beragam komentar.
Berikut komentar Netizen:
“Bpk su begutu na tuggu 4 thn mendatg ada yg naik megemis suara di masyarakat na, kit pedagang kaki lima ambil tindakan pemblokiran jaln,” tulis akun Heni Martina.
“Akui kaka ee, biar orng lain tdk liat kita ju baik asal kita2 bisa baku liat.
Semangat kaka, saya sangat mengapresiasi niat mulia kaka .
Hormat ” tulis akun Pelopor Merah.
“Kasihan wilayah ALSEL ni..pejabat n DPR dari dulu bahkan sekarang org ALSEL paling banyak ma..” komentar Akun Yerla Labeneamata.
“Betul tunggu pemerintah dan DPR yang janji kawal  program sampai oto habis,” tulis Akun Langsales Osias Molina.
“Pemerintah ikut itu jalan donk tu 5 tahun sekali jd lebih baik swadaya ko kerja suda,” kata Ichal Alvino.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/13/buka-turnamen-sepak-bola-nuha-nebo-cup-bupati-alor-minta-junjung-nilai-sportivitas-dan-kerukunan/
“Kasih datang artis tda ada guna jdi,uang dong tu pake buat jalan,tda bisa aspal butas dong na,pake beli semen batu kelikir pasir dong ko pake cor itu jln kasih baik……jngn ko di kota tu yg kmu perhatikan truss,sekali2 di desa tu Ju kmu perhatikan juga dluh….” Tulis Akun Muslimin Imin yang seolah-olah mengkritik Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar yang mengajak masyarakat Alor hadiri konser musik Juan Reza untuk memeriahkan pesta ulang tahun Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo yang ke-46 pada tanggal 2 Agustus di Lapangan Mini Kalabahi.
Tribuanapos.net, mengkonfirmasi postingan tersebut kepada Petrus Adisa. Ia membenarkan postingannya dan mengatakan bahwa ia siap menyumbang Kambing, Beras dan Semen untuk pembangunan jalan di Manmas.
Namun demikian, Petrus masih menunggu konfirmasi keputusan dari empat Kepala Desa; Manmas, Silaipui, Lella dan Kuneman yang warganya adalah pengguna jalan Manmas.
“Masyarakat sudah siap kerja, hanya kita masih menunggu keputusan dari empat Kades,” ujarnya, Jumat 18 Juli di Kalabahi.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/13/bupati-alor-jenguk-mantan-bupati-alor-simeon-th-pally-sakit-di-rsd-kalabahi/
Petrus berharap, empat kepala desa di Kecamatan Alor Selatan tersebut dapat menyetujui rencana swadaya pembangunan jalan itu karena sudah tiga bulan terakhir ini terjadi kecelakaan yang memakan korban.
“Tiga bulan ini sudah empat mobil yang tabalek, tiga mobil Pick Up dan Satu Mobil Panser. Nanti kalau sudah kerja, saya informasikan,” kata Petrus Adisa.
Kades Manmas Apresiasi Sumbangan Warga
Tangkapan layar postingan Akun Facebook PA Gaso sumbang Kambing, Beras dan Semen 50 Sak menjadi viral di media sosial.
Tangkapan layar postingan Akun Facebook PA Gaso yang menampilkan kecelakaan Mobil Pick Up di jalan Manmas. Hal ini yang membuat ia tergerak hati sumbang Kambing, Beras dan Semen 50 Sak untuk swadaya kerja jalan di Desa Manmas. Postingan ini menjadi viral di media sosial.
Kepala Desa Manmas Kecamatan Alor Selatan, Robinson Asadama, mengapresiasi Petrus Adisa dan masyarakat yang menyumbang Tenaga, Batu, Pasir, Semen, Beras, Kambing dan Babi untuk swadaya pembangunan jalan di Manmas.
“Kami terima kasih kepada masyarakat yang sumbang. Sumbangan Babi, Kambing, Beras, Semen, Batu, Pasir dorang itu tergantung pribadi masing-masing yang sumbang. Semaunya kita pakai untuk bangun jalan secara swadaya,” kata Kades Robinson, dihubungi tribuanapos.net, Jumat 18 Juli di Manmas.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/22/yapenkris-pingdoling-dan-piki-gandeng-cakrawala-ntt-gelar-lokakarya-sekolah-gmit-menulis/
Robinson mengatakan, pembangunan jalan di Manmas yang menghubungkan Kecamatan Alor Selatan dan Pureman, dan Alor Selatan dan Alor Timur Laut ini masih menjadi pekerjaan rumah yang berat.
Oleh sebab itu pihaknya menggalang bantuan masyarakat untuk membantu pekerjaan jalan tersebut agar mudah diakses masyarakat dan tidak menimbulkan kecelakaan.
“Kami minta bantuan (pemilik) kendaraan itu sumbang semen dan muat batu pasir yang kami siapkan. Batu pasir kami masyarakat kumpul, sopir muat ke lokasi kita kerja sama-sama. Begitu yang kami lakukan untuk kerja jalan ini karena benar ada Panser tabalek dan ada Pick Up 2 tabalek juga dalam dua bulan ini,” ujarnya.
Robinson memastikan, dirinya akan menghubungi Kepala Desa Silaipui dan Lella untuk membantu gotong royong pekerjaan jalan Manmas yang rusak berat karena jalan itu juga menghubungkan Desa Silaipui dan Lella.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/31/menjadi-penggerak-moderasi-beragama-yang-berbasis-cinta-kasih/
Saat ini Kades Robinson masih menunggu bantuan semen 50 sak dari Petrus Adisa dan warga masyarakat lainnya. Jika semen sudah terkumpul di lokasi maka pihaknya akan menggerakkan masyarakat untuk kerja swadaya.
“Kami setuju saja mau kerja jalan kapan saja ya kami siap kerja. Sementara untuk semen ini yang kami belum ada. Kira-kira kapan drop semen naik. Kalau batu pasir ya kami siap. Kalau semen sudah ada yang bantu ya kami siap kerja. Nanti saya hubungi kades Silaipui dan Lella minta bantuan kerja swadaya. Kita kerja nanti,” katanya penuh semangat.
Robinson mengeluhkan usulan pembangunan jalan Manmas yang ia selalu perjuangkan dalam Forum Musrembang Desa, Kecamatan maupun Forum Reses Anggota DPRD Dapil 3 namun usulan tersebut tidak kunjung dijawab.
“Kami sudah usul terus tapi tidak pernah dijawab. Musrenbang kami selalu sampaikan di masa Bupati AJ duduk, AJ bilang ya tahun ini 2 Miliar tapi itu hanya omong-omong (kosong) saja tidak pernah kerja,” kesalnya pada Bupati Amon Djobo.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/31/buka-kegiatan-moderasi-beragama-kepala-depag-alor-optimis-alor-jadi-contoh-kabupaten-moderasi-beragama-terbaik-di-indonesia/
Selain itu, Robinson juga mengatakan bahwa tahun 2025 kemarin pihaknya usul pembangunan jalan Manmas di Forum Reses Anggota DPRD Dapil 3 dan Musrembang Kecamatan tapi katanya daerah sedang mengalami efisiensi anggaran.
“Dorang bilang ada efisiensi anggaran jadi pembangunan jalan ini tidak bisa kerja. Jadi kami kerja swadaya saja. Kemarin kami swadaya kerja jalan di Bata-Subo itu Pak Bupati (Iskandar Lakamau) bantu semen 100 sak dan kami sudah kerja selesai,” jelasnya.
Kades Robinson memastikan, tahun anggaran 2026 nanti pihaknya akan kembali usulkan jalan Manmas untuk dikerjakan. Jika tidak bisa dikerjakan maka Kades meminta pemerintah daerah mengusulkan perubahan status jalan dari jalan kabupaten ke jalan provinsi atau jalan negara sehingga lebih mudah dikerjakan.
“Kami akan tetap usul tahun depan juga. Tapi nanti juga tidak ada lagi. Tapi kami akan tetap usul. Kalau bisa dialihkan status jalan provinsi atau jalan negara supaya lebih mudah dan lebih cepat kerja. Karena jalan ini tembus Pureman, Alor Timur, yang adalah wilayah perbatasan dengan negara Timor Leste,” tutup Kades.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/31/komunitas-penggerak-moderasi-beragama-kabupaten-alor-serukan-ikrar-tolak-segala-bentuk-kekerasan-beragama/
Sementara, Camat Alor Selatan Imanuel Saldeng mengatakan, pihaknya mengapresiasi masyarakat Alor Selatan yang bahu-membahu bekerja swadaya jalan di wilayah Alor Selatan termasuk jalan di Desa Manmas.
Camat menyebut, pembangunan jalan bukan hanya menjadi urusan pemerintah melainkan menjadi urusan warga desa juga.
“Saya apresiasi masyarakat, pendeta, jemaat, gereja, guru, nakes, pemuda desa di Kecamatan Alor Selatan dan pemuda ATL yang sering bantu kerja jalan secara swadaya. Kerena mereka juga peduli pembangunan di kampung,” katanya.
Camat Imanuel Saldeng mengatakan, setiap tahun pihaknya aktif mengusulkan pembangunan jalan di Manmas dalam Forum Musrembang dan Reses Anggota DPRD namun usulan tersebut tidak pernah dijawab.
“(Jalan) Itu usulan prioritas kami. Sudah ada oto tabalek terus. Bulan lalu juga ada oto tabalek di situ, tinggal orang mati yang belum ada. Jadi masih di masa (pemerintahan) Bapa Pj Bupati (Zet Soni Libing) juga saya sudah foto jalan itu dan laporkan ke beliau. Saya juga sudah laporkan ke DPRD tapi tidak dibangun,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/06/01/video-ikrar-komunitas-penggerak-moderasi-beragama-tolak-kekerasan-beragama-di-kabupaten-alor/
“Tahun lalu yang dibangun 200 meter begitu. Perbaikan-perbaikan ini yang kami lakukan secara swadaya,” tambah Imanuel.
Camat Imanuel menyebut, semenjak dirinya menjabat camat, masalah jalan di wilayahnya itu menjadi perhatiannya. Sebab jika infrastruktur jalan baik maka semua aktivitas ekonomi masyarakat desa pasti bergerak maju pesat karena itu jalan merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah dari dan ke Kecamatan Pureman dan Kecamatan Alor Timur Laut.
“Swadaya kami sering lakukan di bulan bhakti gotong royong. Di masa Pak Amon Djobo itu kami sering swadaya. Ada bantuan semen dari Bank NTT 100 sak itu kami cor jalan dari arah Manmas ke Lella. Simpang Sibo ke Manmas juga sudah kami cor, tapi belum semua, hanya yang titik rawan saja, tapi semua belum baik karena kami hanya swadaya saja,” terangnya.
Camat Imanuel Saldeng mendukung wacana jika jalan tersebut sulit dibiayai oleh APBD Alor maka ia pun mengusulkan untuk dialihkan statusnya dari Kabupaten ke jalan Provinsi atau jalan Negara sehingga bisa dikerjakan.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/06/06/anggota-dprd-alor-lapor-pemred-warta-alor-ke-polisi-atas-dugaan-pemerasan-uang-25-juta/
Sebab sejumlah kecamatan seperti ATU, Lembur, ATL, Alor Timur dan Pantar mendapat jatah jalan negara ratusan miliar. Sementara jalan ABAL, Kabola, lingkar Kepala Burung dan Pura mendapat jatah jalan provinsi dan kabupaten yang semuanya sudah dikerjakan.
“Memang usulan perubahan status jalan itu sudah sering kami diskusikan. Itu sudah di depan Wakil Gubernur Bapak Johni Asadoma juga sudah kami sampaikan waktu ibadah syukur di Alor saat beliau terpilih jadi Wagub. Pak Pj Bupati juga sampaikan ke beliau tapi ya karena beliau juga baru terpilih, ada efisiensi anggaran lagi jadi belum bisa kerja,” ujarnya.
“Saya baru kemarin konsultasi di Bina Marga di Kupang. Kalau mau ubah status jalan maka mereka minta usulan pemerintah daerah melalui Pak Bupati Alor. Mudah-mudahan diusulkan (diubah) statusnya. Ini butuh surat dukungan dari masyarakat berupa pembebasan lahan dan tanaman. Sementara usulan teknis lainnya dari daerah melalui Pak Bupati. Kita harap ada usulan di tahun depan,” lanjut Imanuel.
Imanuel menyebutkan bahwa sejumlah ruas jalan di Alor Selatan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan DPRD adalah ruas jalan: Petleng, Mainang, simpang Subo-Manmas, Lella, Silapui, Kuneman, Sibera dan Mademang.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/07/07/gamki-ntt-desak-hakim-pn-kupang-vonis-hukuman-maksimal-terhadap-eks-kapolres-ngada-terdakwa-pemerkosa-anak/
Selain itu ruas jalan: Simpang Joi, Apui, Mataru, ke lingkar Abad Selatan menuju Abad.
Imanuel optimis bahwa jika ruas jalan ini ke depan direncanakan dan dikerjakan secara baik maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedalaman yang semakin bagus nanti. Sebab Alor Selatan merupakan salah satu wilayah lumbung pangan daerah dan menjadi wilayah penghasil komoditi unggulan seperti Vanili, Kopi, Kemari, Cendana, dan lain-lain.
“Sejak saya Camat ini saya dorong swadaya terus tapi kami tidak bisa cukup dengan itu. Kami sangat butuh dukungan anggaran dari daerah dan provinsi,” harapnya.
“Karena kalau jalan kami sudah bagus maka harga-harga komoditi ini sangat berpengaruh, juga harga sembako akan ikut berpengaruh stabil karena pasar di Manmas itu juga ikut berpengaruh. Orang mau akses ke kota tidak bisa karena masalah jalan ini sangat berpengaruh pada biaya-biaya hidup yang sulit ditekan. Kita akan usul terus di Musrembang tahun mendatang,” tutup Imanuel.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/07/07/camat-dan-kmk-gmit-mataru-apresiasi-kehadiran-gamki-mataru/
APBD 2025 Tak Akomodir Jalan Manas
Ketua Komisi 3 DPRD Alor Ernes Mokoni mengatakan, jalan di Desa Manmas Kecamatan Alor Selatan tidak dianggarkan dalam dokumen APBD tahun anggaran 2025. Hal itu karena pemerintah daerah mengalami efisiensi anggaran infrastruktur dari DAK pusat.
“Untuk Dinas PU itu efisiensi dari pusat sehingga tahun ini tidak ada (anggaran pembangunan jalan di Desa Manmas),” kata Ernes dikonfirmasi tribuanapos.net, Jumat 18 Juli di Kalabahi.
Walau demikian, Ernes memastikan bahwa pihaknya akan prioritas memperjuangkan jalan Desa Manmas pada sidang pembahasan APBD tahun anggaran 2026 jika efisiensi anggaran infrastruktur dari pusat sudah normal.
Politisi PKB itu juga mendukung sikap warga Alor Selatan yang berniat kerja swadaya untuk pembangunan jalan di Desa Manmas.
“Tahun ini efisiensi pada belanja modal jalan pada dinas PU sehingga ketika ada niat baik dari masyarakat untuk memperbaiki jalan dengan swadaya itu hal positif yang perlu didukung,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/07/17/ketua-dprd-alor-ajak-rakyat-hadiri-konser-musik-artis-juan-reza-meriahkan-pesta-ulang-tahun-wakil-bupati-alor/
Ernes menyebut, ruas ruas jalan di wilayah gunung besar menjadi prioritas pemerintah daerah dan DPRD, apalagi ruas jalan Manmas itu jalan sumbu yang menghubungkan Kecamatan Alor Selatan dan Pureman dan Alor Selatan menuju Kecamatan Alor Timur Laut.
Trubuanapos.net mengkonfirmasi salah satu pejabat di Dinas PUPR Alor yang tidak ingin menyebutkan namanya. Pejabat itu mengatakan bahwa dokumen APBD Alor Tahun Anggaran 2025 di Dinas PUPR tidak mengakomodir anggaran jalan Desa Manmas, melainkan hanya mengakomodir program TMMD untuk pembangunan ruas jalan dari Sidapura ke Desa Kiraman.
“Jalan Manmas tidak ada anggaran karena semua anggaran infrastruktur kita mengalami efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Untuk Alor Selatan yang ada itu dana TMMD untuk bangun jalan ruas dari Sidapura ke Desa Kiraman,” katanya.
Program TMMD, atau TNI Manunggal Membangun Desa, adalah program terpadu antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan.
Kini masyarakat Alor Selatan menanti jawaban janji kampanye politik para legislator dan pimpinan daerah kabupaten dan provinsi untuk berkhidmat memutar otak membangun jalan di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah yang carut marut dalam ketidakpastian. Jika tetap tidak kunjung dikerjakan maka tentu rakyat akan menghukum mereka di Pemilu dan Pilkada tahun 2029 mendatang. (*dm).