Ketua DPRD Alor Ajak Rakyat Hadiri Konser Musik Artis Juan Reza, Meriahkan Pesta Ulang Tahun Wakil Bupati Alor

Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar (kiri) dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, ketika umumkan pesta rakyat sambut Ulang Tahun Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo. (Foto: tangkapan layar Akun Facebook Rocky Winaryo). 
Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar (kiri) dan Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, ketika umumkan pesta rakyat sambut Ulang Tahun Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo. (Foto: tangkapan layar Akun Facebook Rocky Winaryo). 
Kalabahi – Ketua DPRD Kabupaten Alor Paulus Buche Brikmar, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Alor menghadiri acara pesta rakyat menyambut syukuran hari ulang tahun Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo yang ke-46 tahun di Kota Kalabahi.
Ajakan pesta rakyat itu disampaikan Ketua DPRD Alor di dampingi Wakil Bupati Alor di Kalabahi di sela persiapan mereka menjemput Kunjungan Kerja Kejati NTT, Zet Tadung Allo dan rombongan, Rabu 16 Juli 2025 di Bandara Mali – Alor.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/13/buka-turnamen-sepak-bola-nuha-nebo-cup-bupati-alor-minta-junjung-nilai-sportivitas-dan-kerukunan/
Paulus menjelaskan, pesta rakyat ini sekaligus menyambut syukuran ulang tahun Rocky Winaryo yang ke-46 tahun yang akan digelar pada tanggal 2 Agustus di Lapangan Mini Kalabahi.
“Pada kesempatan ini saya menginformasikan sekaligus mengundang secara terbuka pada seluruh masyarakat kabupaten Alor bahwa pada tanggal 2 Agustus nanti itu akan diadakan pesta rakyat di lapangan mini Kalabahi yang di dalamnya juga ada hari ulang tahun Bapak Wakil Bupati Alor ke-46 tahun,” kata Paulus melalui video singkat yang diposting di akun media sosial Rocky Winaryo, Rabu 16 Juli.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/13/bupati-alor-jenguk-mantan-bupati-alor-simeon-th-pally-sakit-di-rsd-kalabahi/
Ketua DPRD Alor mengatakan, pesta ulang tahun Wakil Bupati Rocky Winaryo ini akan dimeriahkan dengan konser musik artis ternama Indonesia Timur, Juan Reza, pelantun lagu Tabola Bale yang kini digemari kalangan anak muda Indonesia.
Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Alor itu mengajak rakyat Alor silahkan berbondong-bondong datang di lapangan Mini Kalabahi untuk memeriahkan pesta akbar syukuran ulang tahun Rocky Winaryo tersebut.
“Jadi mohon kehadiran bapa ibu semua. Nanti dalam acara pesta rakyat itu juga nanti dihadiri salah satu artis yang hari ini lagi booming, namanya Juan Reza, akan hadir dan menghibur seluruh masyarakat kabupaten Alor,” ajak Paulus.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/22/yapenkris-pingdoling-dan-piki-gandeng-cakrawala-ntt-gelar-lokakarya-sekolah-gmit-menulis/
Paulus juga mengajak masyarakat Alor yang punya usaha UMKM untuk datang dan berjualan di arena Lapangan Mini Kalabahi. Sebab, konser musik Juan Reza ini selain syukuri ulang tahun Wakil Bupati Alor juga akan mendorong pertumbuhan UMKM.
“Datang dan menyaksikan, dan sekaligus juga kepada bapa ibu, usaha UMKM bisa juga ada di sekitar lapangan untuk bisa membersamai proses pesta rakyat yang akan berlangsung pada tanggal 2 (Agustus) nanti. Terima kasih. Tuhan memberkati dan sukses selalu,” katanya.
Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPRD Alor Paulus Buche Brikmar karena telah mendukung acara pesta rakyat menyambut ulang tahunnya pada tanggal 2 Agustus 2025.
“Terima kasih Pak Ketua DPRD Kab Alor Buche Brikmar untuk dukungan buat pesta rakyat sekaligus perayaan hari ulang tahun saya tanggal 2 Agustus 2025,” tulis Wakil Bupati Alor melalui akun Facebooknya, Rocky Winaryo.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/31/menjadi-penggerak-moderasi-beragama-yang-berbasis-cinta-kasih/
Pesta HUT Wakil Bupati Menjadi Polemik Netizen Alor
Pamflet ajakan pesta ulang tahun Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo yang ramai diperbincangkan netizen Alor. (Sumber: Akun Facebook Boy Selly).
Pamflet ajakan pesta ulang tahun Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo yang ramai diperbincangkan netizen Alor. (Sumber: Akun Facebook Boy Selly).
Sebelumnya, media sosial Alor beberapa hari ini ramai memperbincangkan postingan stiker dan pamflet yang tersebar memuat acara syukuran pesta Ulang Tahun Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo yang ke-46 tahun.
Warganet sebagian mendukung acara ulang tahun Wakil Bupati tersebut karena dibiayai oleh dana pribadinya sendiri dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan UMKM bagi masyarakat Alor.
Namun, sebagian Warganet lain justru mengkritik rencana pesta akbar ulang tahun sang Wakil Bupati Alor tersebut. Menurut mereka acara itu tidak sepatutnya dilakukan di tengah efisiensi anggaran pemerintah pusat dan daerah dan di tengah kesusahan hidup masyarakat Alor. Sebagian lain mengingatkan potensi pidana gratifikasi yang akan dihadapi sang Wakil Bupati Alor jika menerima hadiah-hadiah ulang tahun dari masyarakat, pengusaha dan/atau pejabat.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/31/buka-kegiatan-moderasi-beragama-kepala-depag-alor-optimis-alor-jadi-contoh-kabupaten-moderasi-beragama-terbaik-di-indonesia/
Alboin Selly, Dosen Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi juga ikut mengkritik rencana pesta rakyat ulang tahun Wakil Bupati Alor.
Alboin mengatakan, ia sangat terkejut melihat media sosial sedang ramai soal perayaan ulang tahun Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, yang rencananya akan digelar pada 2 Agustus 2025 di Lapangan Mini Kalabahi.
Menurutnya, acara ini bukan acara biasa, karena ada pamflet tersebar bertuliskan: Juan Reza To Alor, Syukuran dalam rangka HUT Rocky Winaryo (Wabup Alor) yang memantik beragam komentar dari warganet.
“Sebagian mereka menyebut ini bukan pakai dana publik, melainkan dana pribadi. Jadi kenapa harus dipermasalahkan? Apalagi, mereka bilang, kehadiran artis NTT, Juan Reza, yang lagunya Pica Pica sedang viral, justru bisa membawa dampak ekonomi positif, menghidupkan pedagang kaki lima, dan memberi hiburan rakyat,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/05/31/komunitas-penggerak-moderasi-beragama-kabupaten-alor-serukan-ikrar-tolak-segala-bentuk-kekerasan-beragama/
Namun, di sisi lain, Alboin mengakui tak sedikit yang mengkritik dengan mempertanyakan kepatutan seorang pejabat publik menggunakan fasilitas pemerintah dalam hal ini Lapangan Mini Kalabahi dan fasilitas daerah lainnya untuk kepentingan pribadi Wakil Bupati Alor.
“Argumen ini tidak melulu soal anggaran, tetapi lebih kepada etika jabatan dan sensitivitas publik,” jelasnya.
Secara pribadi Alboin berharap informasi yang tersebar di media sosial tentang perayaan ulang tahun Wakil Bupati di Lapangan Mini itu hoaks, agar rakyat Alor semua bisa sedikit lega.
“Artinya, masih ada batasan yang dijaga, masih ada kesadaran etik dalam memisahkan urusan pribadi dan jabatan publik,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/06/01/video-ikrar-komunitas-penggerak-moderasi-beragama-tolak-kekerasan-beragama-di-kabupaten-alor/
Akan tetapi jika informasi itu benar, maka Alboin berpendapat bahwa seorang pejabat publik, apalagi setingkat Wakil Bupati, selalu berada di ruang sorot sehingga setiap tindakan mereka bukan lagi sepenuhnya milik pribadi, karena status dan jabatan melekat dalam setiap gerak.
“Merayakan ulang tahun di Lapangan Mini Kalabahi, meski katanya pakai dana pribadi, tetap menimbulkan tanda tanya, apakah fasilitas pemerintah memang pantas digunakan untuk urusan pribadi?” tanya Alboin.
“Kalau benar niatnya untuk menggerakkan UMKM, mengapa tidak membuat acara dalam bingkai program kerja pemerintah, misalnya, festival budaya atau event ekonomi kreatif? Narasi ini akan jauh lebih bisa diterima publik, dan bahkan bisa mendapat dukungan moral yang lebih luas. Tapi ketika pamfletnya terang-terangan menulis: Syukuran HUT Bapak Rocky Winaryo (Wabup Alor), kesannya jadi sangat personal dan eksklusif,” sambung Alboin.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/06/06/anggota-dprd-alor-lapor-pemred-warta-alor-ke-polisi-atas-dugaan-pemerasan-uang-25-juta/
Selain itu, menurutnya, acara syukuran HUT Wakil Bupati itu tidak seharusnya dilakukan karena kita perlu peka terhadap konteks masyarakat Alor hari-hari ini masih di hadapkan pada berbagai tantangan seperti akses air bersih yang belum merata, pendidikan, infrastruktur, kemiskinan, stunting, gizi buruk, dan masalah daerah lainnya.
“Di tengah suasana itu, pesta ulang tahun di Lapangan Mini Kalabahi dengan mengundang artis, meski niatnya hiburan, bisa saja dipersepsi berbeda tidak sensitif terhadap prioritas rakyat,” ujarnya.
Alboin menyebut, pesta itu bukan soal BOLEH atau TIDAK BOLEH, tapi soal PANTAS atau TIDAK PANTAS. Dalam etika pejabat publik, menjaga kesan dan kepercayaan jauh lebih penting daripada sekadar membela diri dengan alasan tidak pakai uang negara.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/07/07/gamki-ntt-desak-hakim-pn-kupang-vonis-hukuman-maksimal-terhadap-eks-kapolres-ngada-terdakwa-pemerkosa-anak/
Alboin menerangkan, rakyat makin cerdas menilai, dan ketika rakyat mulai bertanya, itu artinya sudah waktunya para pemimpin menimbang ulang mana yang layak dirayakan secara publik, dan mana yang sebaiknya disyukuri secara pribadi.
“Kita tidak sedang membenci kegembiraan, tidak juga melarang pejabat untuk bersuka cita. Tapi yang dipersoalkan adalah rasa kepatutan. Ketika seseorang menjabat posisi publik, standar etikanya tidak lagi sama dengan rakyat biasa. Setiap tindakan punya makna simbolik, dan ruang publik bukan ruang pribadi,” katanya.
Alboin mengatakan, masyarakat berhak bertanya, apakah kalau bukan Wakil Bupati, seseorang bisa dengan mudah menggelar acara pribadi di Lapangan Mini? Kalau jawabannya tidak, maka jelas ada privilese jabatan yang sedang dimainkan di sini, meskipun dikemas dalam bahasa syukuran.
“Kita tentu berharap bahwa pejabat kita tidak hanya sibuk membela diri di media sosial, tapi juga bisa mendengar suara publik dengan hati terbuka. Kritik bukan berarti benci. Justru kritik adalah bentuk cinta rakyat kepada pemimpinnya agar tetap rendah hati, agar tetap tahu batas, dan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat, bukan pencitraan personal,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/07/07/camat-dan-kmk-gmit-mataru-apresiasi-kehadiran-gamki-mataru/
Alboin menyatakan bahwa tak ada yang salah dengan bersyukur, tapi akan jauh lebih mulia jika syukur itu diwujudkan dalam bentuk yang bermartabat, membumi, dan tidak meninggalkan kesan glamor kekuasaan. Karena jabatan adalah amanah, bukan panggung selebrasi.
Alboin berharap, semoga ke depan, kita bisa melihat lebih banyak pejabat yang memilih bersyukur dalam diam tapi bekerja dalam terang. Pejabat yang tidak perlu pesta besar untuk menunjukkan kebahagiaan, tapi cukup dengan membuat rakyatnya ikut merasa sejahtera.
“Selamat ulang tahun Pak Wabup, tapi jangan lupakan etika, karena rakyat menilai, dan sejarah mencatat,” tutup Alboin. (*dm).