Polisi Mediasi Korban dan Pelaku Pemukulan Aktivis Alor untuk Berdamai

Lomboan Djahamou (tengah) dan Isak Penpada (kedua kiri) saling berdamai di Mapolres Alor, Selasa (5/9) siang. Perdamaian itu dimediasi oleh Kasat Samapta AKP Onam Ndoloe (ujung kiri). (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Lomboan Djahamou (tengah) dan Isak Penpada (kedua kiri) saling berdamai di Mapolres Alor, Selasa (5/9) siang. Perdamaian itu dimediasi oleh Kasat Samapta AKP Onam Ndoloe (ujung kiri). (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Kalabahi – Kepolisian Resort Alor Polda NTT menyebut, korban dan pelaku pemukulan aktivis Alor sudah berdamai. Mediasi perdamaian itu dilakukan di Mapolres Alor dipimpin Kasat Samapta AKP Onam Ndoloe.
Kapolres Alor AKBP Supriyadi Rahman melalui Kasat Samapta AKP Onam Ndoloe mengatakan, korban Lomboan Djahamou sudah memaafkan pelaku yang memukul dan mecekiknya saat demo kasus Ketua DPRD Alor.
“Jadi tadi Pak Lomboan sendiri sudah minta untuk diselesaikan secara kekeluargaan karena dia pikir bahwa orang ini tidak paham. Tadi sudah diselesaikan, mereka sudah berdamai, sudah buat pernyataan, sudah saling berpelukkan tadi,” katanya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2023/09/06/cerita-pelaku-beberkan-alasannya-pukul-aktivis-alor-di-demo-kasus-ketua-dprd/
Sebelumnya diberitakan, Aktivis Alor Lomboan Djahamou dipukul seorang pria yang mengaku simpatisan Ketua DPRD Alor Enny Anggrek.
Aksi pemukulan itu terjadi saat unjuk rasa forum persatuan tani dan nelayan (PERSETAN) yang menuntut kasus Ketua DPRD Alor diproses hukum, Selasa (5/9) di Kalabahi.
Masa aksi PERSETAN sebelumnya menggelar unjuk rasa di kantor Bupati, DPRD dan Kejaksaan Negeri Alor.
Mereka menuntut pemerintah segera hentikan gaji Ketua DPRD Alor Enny Anggrek karena diduga ia tidak pernah hadir dalam sidang paripurna selama lebih dari 5 kali.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2023/09/05/520-mahasiswa-baru-untrib-ikut-matrikulasi/
Masa aksi juga melanjutkan orasinya di kantor Kejaksaan menuntut Kejaksaan segera memproses hukum Ketua DPRD Alor karena diduga menuduh kejaksaan dan kepolisian melakukan praktek mafia hukum.
Masa aksi kemudian bergegas menuju Mapolres Alor. Tiba di Lapangan Mini Kalabahi, mobil yang ditumpangi masa PERSETAN dicegat seorang pria yang mengaku simpatisan Ketua DPRD Alor.
Pria itu berdiri di tengah jalan mencegat mobil yang ditumpangi aktivis Alor Lomboan Djahamou cs. Lomboan selaku penanggung jawab aksi nampak keluar menyapa pria itu.
Lu siapa?” tanya Lomboan sambil geram menatap wajah pria itu.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2023/09/04/profil-gabriel-beri-binna-caleg-dpr-ri-dapil-ntt-1-teruji-tulus-mengabdi-pas-di-hati/
Pria berbadan kekar dan berpostur tubuh tinggi itu menjawab: “Saya simpatisan Ibu Enny. Lu (orasi) omong Enny begitu untuk apa?”
Loh kita ini kan melakukan aksi resmi. Lu tidak punya hak cegat saya,” jawab Lomboan.
Pria itu terlihat emosi, langsung memukul dan mencekik Lomboan hingga tersandera di badan mobil.
Masa aksi sekitar 30 orang spontan mengejar pelaku yang berlari hingga mengeroyoknya.
Aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolres Alor untuk diinterogasi.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2023/09/04/gabriel-beri-binna-sosok-yang-dipercayakan-prabowo-subianto-maju-caleg-dpr-ri-dapil-ntt-i/
Kapolres Alor AKBP Supriyadi Rahman melalui Kasat Samapta AKP Onam Ndoloe, membenarkan aksi pemukulan dan pencekikan terhadap aktivis senior Lomboan Djahamou.
AKP Onam menyebut pelaku adalah simpatisan Ketua DPRD Alor Enny Anggrek yang bernama lengkap Isak Penpada (56), warga Kampung Ruilak RT 12/RW 04 Kelurahan Welai Barat Kecamatan Teluk Mutiara.
AKP Onam mengatakan, pelaku mengambil tindakan kekerasan terhadap aktivis Lomboan itu karena hanya kesalahpahaman saja.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2023/09/04/pdt-samuel-pandie-dan-pdt-jacob-niap-menjadi-calon-terkuat-ketua-dan-sekretaris-ms-gmit-periode-2024-2027/
“Tadi ada sedikit kesalahpahaman saja dalam penyampaian aspirasi dari Lomboan Djahamou dan rekan-rekannya. Ada oknum simpatisan ibu Enny Anggrek yang merasa tersinggung jadi melakukan tindakan kekerasan seperti itu,” katanya.
AKP Onam menerangkan, tindakan pelaku disebutnya wajar karena pelaku juga memiliki tingkat pendidikan yang belum memadai sehingga emosinya tidak bisa dikendalikan.
“Ya, kita berpikir yang wajar-wajarlah, apalagi pelaku dengan tingkat pendidikan yang belum memadai sehingga dengan kondisi seperti itu timbul emosi to,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2023/09/06/cerita-aktivis-alor-detik-detik-dipukul-simpatisan-ketua-dprd-alor-hingga-bisa-beri-maaf/
AKP Onam mengatakan, pelaku sudah diamankan aparat kepolisian di Mapolres Alor agar tidak terjadi bentrok yang lebih luas.
Onam juga memberikan apresiasi kepada pengunjukrasa karena tidak terpancing dengan aksi pria itu.
“Kita bersyukur bahwa persoalan ini yang terjadi di lokasi unjuk rasa ini tidak meluas karena ada pengertian baik dari semua yang melaksanakan unjuk rasa tadi. Mereka tidak terpancing,” katanya. (*dm).