Polisi Buru Pelaku Penikaman di Alor, Kapolres Tegaskan Kasus ini Bukan Karena Tawuran 

Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, S.H. (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, S.H. (Foto: doc tribuanapos.net/dm).
Kalabahi – Kapolres Alor AKBP Nur Azhari menegaskan, anggotanya kini sedang fokus memburu pelaku penikaman korban HK (15).
AKBP Nur Azhari mengklarifikasi wacana yang berkembang di media sosial bahwa kasus ini ada kaitannya dengan konflik antar pelajar di Kabupaten Alor.
Kapolres menyebut, kasus penikaman ini bukan akibat konflik tawuran antar pelajar melainkan murni kasus kriminal antara keduanya.
“Jadi itu bukan karena konflik,” kata AKBP Nur Azhari, kepada tribuanapos.net, Selasa 17 Maret di Kalabahi.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/13/polemik-nakes-p3k-pw-rp-300-ribu-belajar-dari-tiga-bupati-dan-pr-besar-pad/
Kapolres Alor menjelaskan, kasus ini merupakan tindak pidana murni antara korban HK dan terduga Pelaku YM (15).
Kasus ini bermula ketika korban dan pelaku yang adalah teman, duduk bersama konsumsi minuman keras bersama rekan-rekannya.
Malam itu korban dan pelaku terjadi cek cok atau pertengkaran dan selisih pendapat, namun dileraikan rekan-rekannya.
“Tidak puas dengan kejadian tadi malam, paginya pelaku mencari korban yang sedang angkut beras, langsung dianiaya berat sehingga korban luka sekarat,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/14/aksi-bagi-bunga-mawar-di-kota-kalabahi-perempuan-semata-serukan-perdamaian-alor/
“Jadi itu bukan karena masalah konflik (tawuran antar pelajar) tapi ini kasus hanya mereka berdua saja ya,” tegasnya lagi-lagi mengklarifikasi isu yang beredar di media sosial bahwa kasus itu adalah karena akibat tawuran pelajar.
AKBP Nur Azhari menegaskan, anggotanya kini sedang memburu pelaku YM. Ia meminta dukungan doa dari masyarakat agar polisi bisa menangkap pelaku dan proses hukum.
“Iya, ini sekarang Tim Opsnal saya perintahkan untuk kejar ini pelaku. Doakan semoga hari ini bisa tertangkap,” tegas Kapolres Nur Azhari.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/14/tokoh-abui-pertanyakan-motif-politik-sikap-dprd-alor-memaksa-bupati-iskandar-lakamau-rawat-di-rs-pon-jakarta/
Kapolres meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang dan percayakan kasus ini kepada penyidik Reserse dan Kriminal Polres Alor untuk menanganinya.
HK, adik kandung anggota Polres Alor ditikam YM di sekitar wilayah Kantor Kelurahan Kalabahi Tengah, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Jumat (13/3) pagi.
Usai ditikam, korban kemudian dilarikan warga sekitar ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/15/gmit-tribuana-alor-jadi-tuan-dan-nyonya-rumah-sidang-pgi-tahun-2026/
Setelah dirawat beberapa hari, korban HK dinyatakan meninggal dunia, Selasa (16/3) pagi.
Korban kini sudah dibawa ke rumah duka, sekira 500 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).
Korban ditikam dengan pisau, kemudian pelaku melarikan diri. Pelaku diketahui, sempat berada di RSUD Kalabahi untuk memastikan kondisi korban.
Sejauh ini belum diketahui pasti motif pelaku menikam korban, karena polisi masih mengejar setelah kabur dari rumah.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/16/timpel-sidang-mph-pgi-diperhadapkan-ketua-sinode-gmit-alor-dipilih-karena-keberagaman-yang-unik/
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari yang dikonfirmasi victorynews.id, Selasa (16/3) mengungkapkan, polisi sudah mengantongi identitas pelaku, namun kini pelaku melarikan diri.
Azhari mengatakan, saat ini polisi sedang memburu pelaku, namun jika sampai minggu depan tidak tertangkap atau menyerahkan diri maka masuk status daftar pencarian orang (DPO).
“Sudah ada data pelaku, tapi ini masih proses pencarian. Nanti kalau sampai minggu depan tidak tertangkap maka kami keluarkan status DPO,” ungkap Azhari dilansir dari victorynews.id. (*dm).