Puskesmas Alor Kecil Gandeng ACT dan Dairy Milk Cegah Stunting di Alor

Kapus Alor Kecil Susantje Y. Moldena memberikan penjelasan cegah stunting dan lengkapi Imunisasi di Posyandu Bampalola, Rabu (21/8).
Kapus Alor Kecil Susantje Y. Moldena memberikan penjelasan cegah stunting dan lengkapi Imunisasi di Posyandu Bampalola, Rabu (21/8).
 

Kalabahi, Tribuanapos.com – Puskemas Alor Kecil (ACIL) bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Cadbury Dairy Milk cegah stunting dan gizi buruk di Kabupaten Alor, Provinsi NTT.

Kerjasama tersebut baru dilakukan bulan Juli 2019 di 14 Posyandu yang ada di desa-desa di wilayah Puskesmas Alor Kecil, Kecamatan Alor Barat Laut (ABAL).

“Jadi kami kerjasama dengan ACT dan Cadbury Dairy Milk untuk mengatasi masalah stunting di Alor. Ada 14 Posyandu yang menjadi sasaran kami,” kata Kapus ACIL Susantje Y. Moldena, saat ikut memberikan layanan Posyandu dan paket gizi, Rabu 21 Agustus 2019 di Desa Bampalola.

Menurutnya berdasarkan datanya pada bulan Juni 2019 ada sekitar 283 anak masuk kategori stunting di wilayah kerja Puskesmas Alor Kecil.

Dari data itu, Kapus Susantje berkoordinasi dan usulkan data tersebut kepada ACT Alor agar membantu mencari donatur dari pihak swasta yang ingin membantunya. Ternyata usulan ACT mendapat respon dari donatur Manajemen Cadbury Dairy Milk di Jakarta.

Nicholas Saputra Shoting Iklan Cadbury Dairy Milk di Alor Kecil

Manajemen Cadbury Dairy Milk lalu mengirimkan tim dari Jakarta ke Alor Kecil untuk syuting iklan Cadbury Dairy Milk. Iklan itu diperankan artis Nasional, Nicholas Saputra.

“Setelah mereka lihat data, mereka tim Cadbury ke Alor untuk syuting iklan Cadbury Dairy Milk dengan kita, sekaligus lihat lokasi sulit yang kita layani. Syuting iklan itu diperankan artis Nicholas Saputra,” jelasnya.

Susantje mengaku, bantuan Cadbury Dairy Milk berupa paket gizi yang terdiri dari; susu, bubur kacang hijau, telur dan gula air. Bantuan itu bersumber dari donasi dana pembelian satu batang Coklat Cadbury yang disikan untuk pembelian paket gizi kepada anak berusia Balita.

“Dari pembelian satu batang Cadbury, ada yang mereka sisikan untuk bantu PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada Balita. Sekarang sudah jalan,” ungkap Susantje yang juga eks staf Puskesmas Alor Timur Laut itu.

Bantuan Cadbury Dairy Milk sangat membantu penurunan angka stunting dan gizi buruk di Alor Kecil

Mantan petugas kesehatan Puskesmas Lantoka itu menambahkan, bantuan Cadbury Dairy Milk sangat membantu penurunan angka stunting dan gizi buruk di Alor Kecil.

“Kalau kita stunting bulan Juni 2019 ada 283 anak. Sekarang turun jadi sekitar 271. Baru satu bulan, turun. Nah, itu ada PMT dana desa yang membantu juga. Kita juga bantu dengan dana DAK dan DAU. Bantuan Cadbury Dairy Milk ini sangat membantu sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program stunting saat ini sudah berjalan di Dusun Ladon Desa Dulolong, Dulolong Barat dan Bampalola. Dusun Ladon terpilih menjadi uji coba perdana atasi stunting karena merupakan wilayah yang sulit dari akses pelayanan kesehatan.

“Kami tentukan Dusun Ladon perdana atasi stunting karena memang di sana akses pelayanan kesehatan yang sulit. Mereka belum punya sarana kesehatan yang baik. Kemudian kemarin (20/8) di Dulolong Barat dan hari ini (21/8) di Bampalola,” ungkapnya.

Susantje berharap, kerjasama tersebut diharapkan bisa terus ditingkat hingga menekan angka stunting di Kabupaten Alor, khususnya Alor Kecil.

“Tentu kami apresiasi dan terima kasih kepada bung Arafah Laka dan rekan-rekan dari ACT Alor, Manajemen Cadbury Dairy Milk di Jakarta, teman-teman Pendamping Desa, ada bung Machris Mau yang sudah membantu kami konsen pada masalah stunting,” tuturnya.

“Mari kita gunakan semua talenta kita masing-masing untuk membangun Alor. Saya optimis ke depan kita Alor Kecil akan bebas gizi buruk dan stunting,” pungkas Susantje.

ACT Bantu Alor Sejak 2014

Kordinator Relawan ACT Alor Arafah Laka, mengaku ACT saat ini fokus pada masalah pendidikan, kesehatan dan air minum di Alor. Ada banyak bantuan yang sudah dilakukan ACT di Alor sejak gempa bumi tahun 2014.

Dia menyebut, Puskesmas Alor Kecil terpilih untuk mitra atasi stunting karena berdasarkan data dan hasil survey yang diperolehnya, ACIL layak dibantu.

Selain itu, dirinya memuji Kapus ACIL Susantje Y. Moldena yang sekarang konsen pada masalah stunting di wilayah kerjanya.

“Kami minta data stunting di beberapa Puskesmas di Alor dan lakukan survey. Ada 5 Puskesmas yang diminta datanya. Nah, Puskesmas Alor Kecil Kapusnya respon cepat jadi mereka duluan terlayani. Memang kami aksi cepat jadi ibu Kapus ACIL cocok dengan misi kami. Semoga beliau (Kapus ACIL) bisa jadi relawan ACT nanti,” katanya.

Arafah mebambahkan, saat ini ada 4000 paket yang disiapkan untuk Balita di wilayah Puskesmas Alor Kecil. Dari 4000 paket tersebut, yang sudah terdistribusi sebanyak 163 paket di empat Posyandu.

“163 paket itu sudah kami bagi di Posyandu Ladon, Posyandu Dulolong Barat, Posyandu Lakatuli dan Gunung Raja di Bampalola. Paket bantuan ini akan bertambah lagi di beberapa Posyandu. Kita berikan sebulan 8 kali sampai di Desember 2019,” pungkas dia.

Arafah menyampaikan terima kasih kepada Kapus ACIL Susantje Y. Moldena dan jajarannya yang sudah bermitra dengannya atasi stunting dan gizi buruk di Alor.

“Kami harap bantuan tersebut dapat menekan angka stunting dan gizi buruk di Alor. Terima kasih kepada Kapus ACIL dan timnya. Saya ingin katakan bahwa bangun kesehatan di Alor harus menjadi urusan kita semua. Hari ini Puskesmas Acil sudah memulai misi kemanusian ini dengan baik. Mereka luar biasa,” tutup Arafah.

Pantauan wartawan, Posyandu tersebut berlangsung penuh antusias warga. Ratusan warga membawa anaknya antri menerima vitamin A, Imunisasi, timbang anak dan menerima paket gizi. Posyandu itu pun terlihat pemeriksaan kesehatan Balita dan Lansia. *(dm).