Pemkab Alor Pernah Survey Tapi Rumah Reyot Dua Janda Tua Tak Tersentuh

Ketua RT 5 RW 4 Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, Lukman Halim
Ketua RT 5 RW 4 Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, Lukman Halim

Kalabahi –

Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Alor, NTT, pernah melakukan survey rumah tak layak huni di Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, baru-baru ini.

Kendati petugas tiba di lapangan namun rumah dua Janda Tua, Aizah Dursaha (70) dan Sufia Tang (70) yang berada di RT 8 dan RT 5 RW 4 Desa Alila Timur tersebut, tidak tersentuh.

Hal itu dikatakan Ketua RT 5 RW 4 Desa Alila Timur, Lukman Halim kepada wartawan di sela pantauan rumah Oma Aisah dan Sufia di Batu Putih, Desa Alila Timur.

“Dinas Perumahan juga baru-baru ada turun survey, petugas dorang ada langsung di desa, kita turun survey tapi mungkin dia punya tim kerjanya yang lambat. Karena prosesnya (pendataan) kan rumah kan ada banyak rumah, dia tidak satu dua rumah to, jadi prosesnya yang lambat (sehingga) rumah mama tua tidak terdata,” kata Lukman, Rabu (17/6) di Desa Alila Timur.

Rumah Oma Aizah Dursaha di RT 8 RW 4 Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, Alor, NTT.
Rumah Oma Aizah Dursaha di RT 8 RW 4 Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, Alor, NTT.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2020/06/21/rumah-reyot-dua-janda-tua-di-alor-tak-direhab-ini-kata-perangkat-desa/

Lukman menyebutkan, selama ini ada sekitar 4-5 rumah tak layak huni berada di wilayahnya, RW 4 Desa Alila Timur. Semua rumah itu belum tersentuh bantuan pemerintah.

“Di sini satu RW ada 5 RT. Ada sekitar 4-5 rumah lah (yang tak layak huni). Kebanyakan sudah ditanggulangi (dana) desa tapi yang satu dua rumah itu belum,” katanya.

Ia menjelaskan, memang tahun 2019 pemerintah desa anggarkan 40 unit rumah tak layak huni untuk dikerjakan di tahun ini. Namun untuk jatah rumah dua Janda Tua di wilayahnya itu tidak masuk dalam kuota 40 rumah yang direnovasi melalui dana desa.

Baca Juga: https://tribuanapos.net/2020/06/20/rumah-reyot-dua-janda-tua-di-alor-ntt-tak-tersentuh-bantuan/

“Ya dari desa ada pendataan tapi yang kita dahulukan itu ada juga dan sudah selesai kerja. Kita kan (anggarkan) pertahun. Tahun kemarin kita rehab itu ada sekitar 40an rumah lebih. Itu dari dana desa semua. Jadi ini (rumah Aizah dan Sufia) yang belum terjangkau,” ujarnya.

Rumah Oma Sufia Tang di RT 5 RW 4 Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, Alor, NTT.
Rumah Oma Sufia Tang di RT 5 RW 4 Desa Alila Timur Kecamatan Kabola, Alor, NTT.

Lukman akan berkomunikasi dengan Kepala Desa setempat, memprogramkan rumah Aizah dan Sufia untuk dikerjakan pada tahun anggaran berikutnya. Ia harap rumah kedua janda Lansia itu dapat secepatnya direnovasi menjadi rumah layak huni.

“Ya nanti kita usul di tahun berikut. Harapannya bahwa mama tua punya rumah ini bisa kita perbaiki untuk bisa layak huni. Supaya yah, walaupun sendiri dia bisa merasakan bagaimana kita tinggal begitu. Kita punya harapan begitu,” pungkasnya.

Berikut video komentar Ketua RT 5 Desa Alila Timur:

(*dm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here