
Kalabahi – Produk UMKM karya Siswa/i SMK Negeri Bukapiting di Desa Waisika Kecamatan Alor Timur Laut Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur mendapat perhatian dari Bank Dunia atau World Bank.
Bank Dunia adalah sebuah lembaga keuangan internasional yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pembangunan ekonomi negara-negara anggota.
Kepala SMK Negeri Bukapiting Simon Laumakiling, S.Pd mengatakan, perhatian Bank Dunia ini dilakukan dengan mengirimkan timnya berkunjung ke SMK Negeri Bukapiting pada Kamis, 6 Februari 2025 untuk melihat langsung hasil karya produk UMKM Siswanya.

Baca Juga: https://tribuanapos.net/2025/02/14/quo-vadis-gmit/
Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Blue Finance dan Program Kelautan Internasional DEFRA selaku Ketua Bersama PROBLUE (program dana perwalian multidonor yang didedikasikan untuk mendukung lautan yang sehat dan produktif) dari Inggris bersama rombongan.
Tim tersebut datang bersama Tim dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI (PPN/Bappenas), Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, serta Tim Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF).
“Kunjungan Tim World Bank ke SMK Negeri Bukapiting berlangsung pada Kamis, 6 Februari 2025 yang bertujuan untuk melihat dan memperoleh informasi kegiatan yang bergerak di UMKM perikanan dan kelautan dalam mendukung program ekonomi biru,” kata Kasek Simon Laumakiling melalui rilis pers yang diterima tribuanaoos.net, Sabtu 15 Februari 2025.

Baca Juga: https://tribuanapos.net/2024/12/13/hakordia-2024-icw-dan-konsorsium-integritas-luncurkan-album-suara-timur-suara-melawan-korupsi-dari-ntt/
Menurutnya, kunjungan Tim ini juga untuk mendukung program peningkatan pengelolaan kawasan konservasi perairan dalam kaitannya dengan pengembangan mata pencaharian yang beragam dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir yang tinggal di sekitar kawasan konservasi perairan terpilih di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala SMKN Bukapiting Simon Laumakiling memperkenalkan produk UMKM Siswa; Abon Ikan Tuna “Baulei” kepada Tim yang dipimpin oleh Ibu Ilona Drewry selaku Kepala Blue Finance dan Program Kelautan Internasional DEFRA sekaligus sebagai Pemilik Tanggung Jawab Senior dan Ketua Bersama PROBLUE.
Kasek Simon mengatakan, sebelumnya pada tahun 2024, Produk Abon Ikan Tuna “Baulei” SMKN Bukapiting pernah lolos seleksi bersama 14 Satuan Pendidikan Vokasi (SPV) di Indonesia dan mengikuti Pameran Indo Livestock di Jakarta.
“Saat ini, semua persyaratan tentang produk mulai dari perijinan, uji laboratorium sampai dengan sertifikasi halal sudah ada sehingga produk kami sekarang sudah bisa dijual,” ujarnya.

Baca Juga: https://tribuanapos.net/2024/10/13/prodi-agribisnis-untrib-terapkan-teknologi-pertanian-irigasi-tetes-di-desa-motongbang/
Disamping itu Kepala Sekolah juga memperkenalkan produk lainnya seperti Cryspi Lele dan Stick Marungga yang semuanya merupakan produk karya anak SMK Negeri Bukapiting.
“Ketua Tim Ilona Drewry mengatakan abonnya enak, tunanya terasa sehingga produk kami bisa diusulkan jadi pusat pelatihan,” kata Kasek Simon menirukan ungkapan kagum dari Ilona Drewry.
Kepala UPTD Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya, Muhammad Saleh Goro, S.Pi.,M.Pi menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Sekolah bersama jajarannya dan siswa/i SMKN Bukapiting yang telah menerima kunjungan Tim World Bank.
Apresiasi itu ia sampaikan karena SMKN Bukapiting dinilai berhasil mengembangkan kegiatan UMKM di lingkungan pendidikan khususnya mengenai hasil olahan Produk Perikanan dan hasil olahan dari bahan lokal sehingga dikunjungi Tim dari DEFRA (Department for Environment, Food & Rural Affairs) sekaligus Tim PROBLUE, Tim Kementerian Bappenas dan Tim ICCTF.
“Kegiatan ini merupakan langkah awal dari kegiatan LAUTRA INSAN TERANGI Komponen 3 di Kawasan Konservasi Taman Perairan Kepulauan Alor Provinsi NTT,” ujar Muhammad.








































