
Kalabahi – Tim Pelaksana (Timpel) Sidang Majelis Pekerja Harian (MPH) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) resmi diperhadapkan di Gereja Pola Tribuana, Kalabahi, Minggu 15 Maret 2026.
Ibadah perhadapan Timpel tersebut dipimpin Pdt. Loisa Ena Blegur, dengan tema: ‘Memuliakan Allah Dalam Penderitaan,’ yang terambil dari bacaan Injil Yohanes 12:20-36.
Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie mengatakan, pulau Alor dipilih menjadi tuan dan nyonya rumah sidang MPH PGI karena kehidupan kerukunannya yang unik di Indonesia.
“Mereka (PGI) begitu tetapkan GMIT jadi tuan dan nyonya rumah, mereka minta: ‘kami mau Alor.’ Kenapa Alor, ya karena mereka mau belajar keberagaman yang unik di sini,” kata Pdt. Samuel melalui suara gembalanya, Minggu sore.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/10/penantian-panjang-pemkab-alor-akhirnya-anggarkan-ruas-jalan-joy-manetwati/
Pdt. Samuel bertanya, mengapa Alor yang harus jadi tuan dan nyonya rumah? PGI menjawab, ada dua alasan penting, pertama: mereka mau belajar tentang konsep laut, sebab taman laut Alor sangat indah di dunia setelah Karibia.
Kedua: Alor adalah daerah yang rukun. Kerukunan ini hal yang paling sulit mereka dapatkan di Indonesia sehingga mereka ingin datang belajar dan melakoni keberagaman di Alor.
“Karena di sini ada Masjid Ishak dan Gereja (GMIT) Ismail. Mereka mau belajar keberagaman di Alor. Itu jadi alasan kedua mereka memilih Alor,” ujarnya, disambut applaus Jemaat.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/11/krisis-lpg-kupang-saatnya-ntt-membangun-kemandirian-energi/
Pdt. Samuel mengatakan, terpilihnya Alor menjadi tuan dan nyonya rumah persidangan MPH PGI merupakan maksud Tuhan yang indah bagi gereja dan masyarakat Alor.
“Saya pikir ini maksud Tuhan. Karena itu saya minta Tim Pelaksana, tolong manfaatkan kesempatan ini sebagai kesaksian. Timpel harus kerja dengan sukacita,” katanya.
Pdt. Samuel mengungkapkan, suatu kebanggan bagi masyarakat Alor dan Gereja GMIT di Tribuana Alor menjadi tuan dan nyonya rumah persidangan MPH PGI tahun 2026.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2026/03/11/dprd-pemda-alor-bahas-sejumlah-opsi-kenaikan-jasa-insentif-nakes-pppk-pw/
Sebab selama ini Alor belum pernah ditunjuk menjadi tuan dan nyonya rumah persidangan PGI, maupun persidangan sinode GMIT setelah sebelumnya Sidang Raya Sinode GMIT digelar sejak tahun 2007.
“Setelah sidang Sinode GMIT tahun 2007 itu belum ada satu pun sidang di GMIT ini yang sama (besarnya) dengan sidang Sinode di Alor. Jadi semua warga gereja dan masyarakat harus memanfaatkan momen (persidangan MPH PGI) ini dengan baik,” ujarnya.






































