Antisipasi Wabah Corona, Bupati Alor Instruksi Sekolah Libur, Festival Dugong Ditunda

Bupati Alor Drs. Amon Djobo
Bupati Alor Drs. Amon Djobo

Kalabahi –

Seorang pasien di Kabupaten Alor Propinsi NTT terdeteksi diduga terpapar virus corona. Saat ini pasien tersebut sedang diisolasi di RSUD Kalabahi. Tim dokter RSUD masih intensif melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan pasien tersebut positif terjangkit covid-19 atau tidak. Sejauh ini hasil medis belum diumumkan pihak RSUD.

Untuk mengantsipasi penyebaran wabah covid-19 yang lebih meluas, Bupati Alor Drs. Amon Djobo mulai besok akan mengeluarkan kebijakan meliburkan semua sekolah; TK, SD, SMP/sederajat. Libur dipastikan terhitung mulai Sabtu 21 Maret hingga April 2020.

“Besok saya keluarkan instruksi semua sekolah libur sampai dengan bulan April. Titik. Selesai rapat Muspida saya keluarkan instruksi. Semua sekolah libur. Kalau ada sekolah yang mau sekolah ya silahkan, tapi kalau ada resiko kamu tanggungjawab, titik,” ujar Bupati Amon kepada wartawan, Kamis (19/3) di Kalabahi.

“Jangan kalau ada resiko kamu salahkan pemerintah. Pemerintah ini kerja baik kamu bilang tidak baik, apalagi kerja tidak baik? Nah maka besok semua sekolah saya instruksikan libur,” lanjut Amon Djobo.

Bupati juga akan menginstruksikan pelarangan pejabat daerah bepergian keluar daerah. Langkah itu ditempuh untuk mengantisipasi masuknya virus corona di wilayah Alor.

“Semua pejabat tidak boleh keluar daerah. Kalau mau keluar daerah ya boleh ke Kupang saja. Pergi ke daerah lain apalagi ke tempat tujuan wisata seperti Labuan Bajo dan lain-lain, itu tidak boleh,” ungkapnya.

Baca Juga:

https://tribuanapos.net/2020/03/19/bupati-alor-pasien-terduga-corona-sedang-dalam-pemantauan-serius/

Selain kebijakan libur sekolah dan closing perjalanan dinas, Bupati Amon juga memastikan menunda iven festival Dugong hingga waktu yang tidak tentu. Padahal menurut rencana Festival Dugong akan digelar tanggal 2-4 April ini.

“(Festival) Dugong juga kita tunda. Tunda sampai sekitar bulan Mei atau Juni begitu. Nanti kita lihat perkembangannya (wabah covid-19), kita sesuaikan,” sebut dia.

Amon Djobo pun akan menginstruksikan membatasi seluruh kegiatan pemerintahan yang berpotensi melibatkan banyak orang. Penundaan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi mewabahnya virus corona di Alor.

Selain daripada itu, Bupati dipastikan akan membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) untuk penanganan medis pasien terduga corona. Tugas Satgas tersebut juga akan difokuskan pada skema deteksi dini sebaran covid-19 yang akan dimulai dari bandara dan pelabuhan.

Bupati Amon menghimbau warganya menghindari pertemuan-pertemuan dengan orang banyak ataupun kontak langsung dengan pihak luar. Ia meminta warganya tidak panik melewati bencana nonalam ini.

Baca Juga:

https://tribuanapos.net/2020/03/19/breaking-news-satu-pasien-dicurigai-terpapar-virus-corona-di-alor-ntt/

“Masyarakat kita himbau tidak boleh kontak langsung dengan pihak luar. Hindari tempat-tempat ramai. Jaga kesehatan. Kalau yang tinggal di pantai makan Meting, minum dia (Meting) punya air, kuah itu minum. Minum juga air kelapa muda. Pagi bangun perut kosong itu yang minum air kelapa muda. Vitamin itu, minum. Orang kota bisa beli vitamin. Kita di kampung itu susah. Maka, yang di gunung makan Marungga banyak-banyak. Itu semua untuk jaga daya tahan tubuh itu,” sebut Bupati, serius.

“Masyarakat di kampung minum itu supaya sehat. Jangan takut corona. Bala bencana gempa bumi saja kita sudah lewat ko. Flu burung, flu babi macam-macam saja semua kita mampu lewati ko. Corona saja ko mau takut bikin apa. Seluruh dunia omong corona-corona ma dia punya obat tidak ada jadi kita yang di kampung minum itu bahan-bahan alam yang Tuhan kasih itu. Minum. Itu daya tahan tubuh sampai dunia kiamat juga aman ko. Saya Amon Djobo makan minum itu barang ko umur 60 tahun masih ada sehat walafiat hidup ini,” tutup Bupati Amon Djobo.

Pemkab Alor saat ini sedang memantau serius perawatan medis pasien terduga corona di RSUD Kalabahi. Untuk penanganan medis lebih lanjut, besok pemerintah akan putuskan apakah pasien tersebut dideportasi ke Kupang atau Jakarta. Sebab saat ini pemerintah daerah masih kesulitan sejumlah Falkes, utamannya pada penanganan virus corona.

Covid-19 awalnya muncul dari Propinsi Wuhan, Cina. Virus tersebut kemudian mewabah ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Dirilis CNNIndonesia.com, Jumlah pasien positif virus corona atau covid-19 di tanah air, per Kamis (19/3), bertambah menjadi 309 orang, dengan 25 orang di antaranya meninggal dunia. Sejumlah daerah pun sudah meliburkan sekolah dan menutup akses tempat umum juga pariwisata untuk mengantisipasi meluasnya virus corona. (*dm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here