Vikaris SAS Mengaku Khilaf dan Meminta Maaf Pada GMIT dan Keluarga Korban

Amos Lafu, SH.,M.H. (Foto: doc tribuanapos.net).
Amos Lafu, SH.,M.H. (Foto: doc tribuanapos.net).
Kalabahi –
Penasehat Hukum Vikaris GMIT SAS (36th), Amos Lafu, SH.,M.H menyebut kliennya telah mengakui perbuatannya memperkosa sejumlah anak di Kabupaten Alor. Untuk itu Amos menyatakan, kliennya mengaku khilaf, menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada GMIT, GMKI, korban dan keluarganya.
“Klien kami secara jujur telah menyesali segala kekhilafan yang dibuat. Oleh karena itu permintaan maaf yang tulus dia sampaikan kepada korban bersama orang tua/keluarganya, MSH bersama keluarga besar GMIT, keluarga besar GMKI Kupang dan GMKI Kalabahi serta masyarakat umum,” kata Amos melalui rilisnya yang diterima wartawan, Senin (5/9) di Kalabahi.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2022/09/03/vikaris-gmit-diduga-perkosa-6-anak-di-alor/
Amos menjelaskan bahwa terduga pelaku Vikaris SAS telah menunjuk kantor Advokat Amos Aleksander Lafu, SH.,M.H (ALR) dan rekan ALR sebagai Penasehat Hukumnya sesuai surat kuasa khusus yang diberikan tertanggal 3 September 2022.
“Kantor Advokat ALR menyatakan komitmennya mendampingi yang bersangkutan secara profesional, jujur dengan tetap menunjukkan empati yang mendalam atas para korban,” ujarnya.
Amos menerangkan, ia dan timnya telah mengantar kliennya datang ke Alor pada hari ini Senin (5/9) guna memenuhi panggilan penyelidik untuk memberikan keterangan secara jujur dan terbuka.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2022/09/03/sinode-gmit-respon-vikarisnya-yang-diduga-perkosa-6-anak-di-alor/
“Klien kami berjanji akan memberikan keterangan secara jujur, terbuka, tidak berbelit-belit demi membuat terang tindak pidana a quo,” jelas Amos, sambil mengatakan kliennya benar-benar mengaku khilaf.
“Selanjutnya klien kami memohon doa dan dukungan dari semua kita untuk menjalani segala proses hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Amos yang pernah menjabat Pengurus Pusat GMKI periode lalu.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2022/09/04/demokrat-alor-desain-sejumlah-kegiatan-besar-jelang-hut-ke-21/
Ibu Korban: Saya Belum Bisa Terima Permintaan Maaf dari Pelaku
Salah satu ibu korban merespon permintaan maaf dari terduga pelaku SAS melalui penasehat hukumnya, Amos Lafu. Sang ibunda tersebut mengatakan, secara jujur, untuk sementara ini ia belum bisa menerima permintaan maaf terduga pelaku.
“Untuk sementara waktu saya memang belum bisa menerima permintaan maaf pelaku karena saya sangat kecewa dengan perbuatan bejat dari pelaku. Mungkin nanti (ada waktunya saya maafkan),” kata ibu tersebut dihubungi tribuanapos.net, Senin malam.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2022/09/04/gmki-desak-kapolda-ntt-tangkap-pelaku-pemerkosaan-6-anak-di-alor/
Ia mengungkapkan kekesalannya pada perbuatan terduga pelaku karena tidak menyangka sosok pelaku yang sangat dihormati di kampungnya karena jabatannya sebagai vikaris (calon pendeta) bisa melakukan hal sekeji itu ketika aktif melayani di salah satu gereja GMIT di Kabupaten Alor.
“Yah, selaku ibu dari korban, saya pribadi sangat kecewa dan prihatin dengan perbuatan bejat dari pelaku. Dia vikaris yang sangat dihormati. Saya tidak menyangka ini semua bisa terjadi,” ungkapnya kesal sambil bernada sedih.
“Saya minta pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya, seberat-beratnya karena meminta maaf tidak bisa mengembalikan kehormatan, harga diri dan masa depan anak saya,” sambung ibunda korban.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2022/09/05/polisi-tangkap-vikaris-gereja-yang-perkosa-6-anak-di-alor/
Ia juga berharap ada pengacara yang secara suka rela bisa membantu anaknya dan rekan-rekannya yang mengalami musibah ini. Sebab sejauh ini ia mengaku belum ada penasehat hukum yang mendampingi para korban.
“Anak saya sudah di BAP di Polres Alor. Sudah divisum juga. Hanya kami belum punya penasehat hukum yang dampingi,” katanya sambil meminta masyarakat Alor ikut aktif mengawal kasus anaknya di kepolisian.
Vikaris SAS (36th), terduga pelaku pemerkosaan 6 anak sebelumnya telah tiba di Polres Alor Polda NTT pada Senin petang untuk menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan pemerkosaan yang dilaporkan 9 korban anak berusia sekolah.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2022/09/05/penasehat-hukum-vikaris-sas-bantah-kliennya-ditangkap-polisi-di-kupang/
Pelaku datang dari Kota Kupang menggunakan kapal Fery cepat Cantika Express. Ia tiba di Pelabuhan Kalabahi sekitar pukul 17.30 WITA, langsung dijemput aparat kepolisian.
Kapolres Alor AKBP Ari Satmoko melalui Kasat Reskrim Iptu Yames Jems Mbau menjelaskan, SAS akan jalani pemeriksaan sebagai saksi hari ini. Setelah diperiksa petang ini, penyidik akan gelar perkara dan langsung menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.
“BAP awal saksi langsung pengalihan status TSK dan di BAP TSK,” ujarnya.
Baca Juga: https://tribuanapos.net/2022/09/04/demokrat-alor-desain-sejumlah-kegiatan-besar-jelang-hut-ke-21/
Terlapor SAS terancam dikenakan pasal 81 ayat (5) jo pasal 76d UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU, jo pasal 65 ayat (1) KUHPidana.
“Ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun,” kata Iptu Jems. (*dm).